Terpaksa Menikahi Paman Suamiku
Ia hendak membalas, tapi Gendis mengangkat tangannya, menghentikan pertengkaran
“Oke. Kalau kamu merasa sudah hampir menguasai alat-alatnya, hari ini ada tahapan ekstraksi. Kamu yang pegang bagian itu.”
Naila mengangguk, tanpa gentar. Ia mengenakan sarung tangan, berdiri di depan alat. Gerakannya tenang, ritmis, seolah tubuhnya mengingat lebih banyak daripada pikirannya.
Cairan kehijauan menetes perlahan, tiap tetes memantul di ruang hening, seperti detik jam yang berlari dengan keyakinan.
Putri menunggu, mencari celah, berharap ada kesalahan kecil. Tapi yang ia saksikan justru sebaliknya. Tangan Naila stabil, matanya fokus, hasilnya sempurna.
인기 회차