Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku
Ia berjalan tertatih-tatih dengan tongkat kayu yang permukaannya sudah halus karena sering dipegang, ukiran sulur teratai di ujungnya sudah memudar, seperti dirinya sendiri yang telah dikikis waktu, menjadi sosok yang tua dan rapuh.
Bertahun-tahun ini, ia hampir menjadikan area pemakaman sebagai rumahnya. Selembar selimut terhampar di sisi nisan, di atasnya diletakkan tungku dupa favorit melati yang semasa hidupku paling kusuka. Tapi sudah lama sekali tidak ada yang menyalakannya. Hanya sesekali kalau ia teringat sesuatu, ia akan gemetar mencabut korek api, menyalakan satu batang dupa murah membiarkan asap tipisnya buyar dihembus angin.
Hot Chapters