GAIRAH ISTRI LIAR
Dahinya mengernyit, matanya benar-benar menyipit memperhatikan aku yang sedang menggeliat sekarang ini.
"Kau sudah sadar?" tanyanya kemudian.
Oh, shit. Ini bukan lagi mimpi. Suara itu nyata dan bukan lagi halusinasi, atau hanya sebuah penampakan. Entah kekuatan dari mana, aku langsung bangkit untuk segera duduk.
"Sedang apa kau di sini? Dimana kita?" Aku histeris.
"Di puskesmas."
Puskesmas? Tempat berobat, khusus orang-orang yang tidak mampu?