Menikah Muda
Sumpah, ini lebih menakutkan dari nunggu pengumuman kelulusan.
Setelah basa-basi sebentar yang terasa kaku dan membosankan, acara lamaran pun dimulai. Aku menatap sekeliling, merasa canggung dan nggak nyaman. Aku menghela napas, berharap ini semua cepat selesai, atau setidaknya aku bisa tiba-tiba menghilang dari ruangan ini.
Ayah Kak Alif mulai bicara, “Maksud kedatangan kami ke sini untuk melamar Nazilla, putri Pak Zahir Chandra dan Ibu Dianisa Wahida, untuk anak sulung saya, Alif.”
Sikat na Kabanata