Wanita Untuk Sang CEO
Aryo berkata dengan tatapan memohon pada Andhika.
Andhika tersenyum seraya berkata, “Tempat lain, maksudnya kantor cabang ya, Pa. Padahal kantor pusat yang selama ini membuat dompet Papa tebal. Papa bisa mendirikan perusahaan kontraktor karena modal yang mama berikan, dan jaringan bisnis yang diberikan eyang pada Papa. Eh, setelah jadi seorang pengusaha sukses malah Papa bagikan uangnya untuk perempuan lain. Ibaratkan kacang lupa kulitnya. Perempuan yang mendampingi Papa dari nol, malah dikhianati. Perempuan lain tinggal menikmati hasil dari modal yang mama tanam di Barata Group.”
Aryo tersentak mendengar ucapan Andhika yang tanpa disaring lagi. Apalagi dia mengucapkannya di depan Umar, asis
Bab Populer