Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik

Menjauhlah, Mantan! Aku Pantas Mendapatkan yang Lebih Baik

Brandon sampai tertawa dibuatnya. Sementara itu, di ruang depan, Alex mulai terbangun. Mendapati luka di sudut bibirnya, ia meringis geram. "Kenapa rasanya sakit sekali?" gerutu Alex, heran. Sembari memegangi rahang, ia beranjak duduk.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

CINTA SATU MALAM DENGAN CEO

ucap dokter. Hanya beberapa detik, jahitan halus di pinggir bibir Sandra selesai. “Lukanya kecil, hanya butuh satu jahitan. Benangnya nanti akan langsung menyatu dengan kulit. Untuk sementara jangan menggerakkan bibir terlalu sering ya,” pesan Dokter. Sandra menyandar pada satu-satunya sofa di apartemen kecil itu. Air matanya telah kering. Wanita itu tampak lelah dan memijat keningnya.
10117.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ngakunya Pengangguran, Ternyata Penguasa Dunia

Ia mundur beberapa langkah di udara, lengan kanannya tergantung di sisi tubuhnya dalam sudut yang salah, darah ungu mengalir dari siku ke bawah dan menghilang ke luar angkasa. Wajahnya adalah kondisi yang berbeda dari beberapa menit yang lalu. Saat ini ada memar di sepanjang rahangnya. Luka terbuka di pipi kirinya. Darah di sudut bibir yang tidak berhenti mengalir. Salah satu telinganya yang panjang sudah tidak simetris lagi dengan yang satunya.
1082.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Setelah Bercerai, Aku Menjadi Dokter Sakti

Lebih seperti air yang menemukan celah-celah yang membutuhkannya. Memar di sisi kiri wajah mulai memudar, warnanya yang gelap bergerak ke tepi lalu menghilang. Bengkak di pipi kanan turun perlahan. Luka di bibir menutup dari dalam ke luar.
1028.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 569 kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
MEMBALAS KESOMBONGAN IPARKU

MEMBALAS KESOMBONGAN IPARKU

Bagian ujung bibirnya juga terluka mendapat pukulan balik dari Mas Akim tadi. “Mas, kamu udah berobat? Aku kompres ya pakai air hangat lukanya?” Mbak Winda menawarkan diri sambil mengelus pipi suaminya. Namun Mas Akim dengan sigap menepis tangan itu. Dia masih diam dan tak juga membuka matanya yang terpejam.
1022.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Prince Of The Dark

Prince Of The Dark

Sudut bibirnya terluka, membuatnya tampak seperti seseorang yang baru saja melewati perkelahian. Dengan tangan gemetar, dia meraih kotak P3K dari laci, membuka tutupnya dengan sedikit tergesa. Dia mengambil kapas, meneteskan antiseptik, lalu menempelkan kapas itu ke sudut bibirnya yang robek. "Ssshh..." Dia mengisap napas, menahan perih yang menyengat kulitnya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Pernikahan Sebatas Status

Pernikahan Sebatas Status

ucap Ganendra. "Yang penting, anda baik-baik saja." Jingga mengusap paras tampan Ganendra yang penuh luka. Jahitan akibat kecelakaan beberapa hari lalu belum juga mengering. Kini, suaminya harus menambah koleksi memar di beberapa bagian wajah, sobek di bibir, hidung serta pelipis. "Ini hanya luka kecil." Ganendra menyentuh punggung tangan Jingga yang masih menempel di pipinya seraya memejamkan mata.
98.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 273 kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Sekretaris

Terjerat Pesona Sekretaris

Dirgantara tidak buru-buru berbicara, memberi ruang bagi Sadya untuk menyesuaikan diri. Namun saat tatapan lelaki itu jatuh pada sudut bibir Sadya yang sedikit membengkak, ia tak bisa menahan pertanyaan. “Lukanya… masih sakit?” Sadya menyentuh sudut bibirnya pelan. “Sedikit. Tapi sudah mendingan, Pak. Saya pakaikan salep lagi semalam,” jawabnya. “Mau saya kirim obat tambahan?”
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

AKU INI BUKAN MENANTU SAMPAH

“Ini mungkin sakit, tapi akan bagus buat mengurangi bengkaknya!” Aku mencoba mengompres lukanya yang membengkak dengan es batu, lantas untuk luka di bangian bibir aku mengelapnya dengan air hangat terlebih dahulu. Namun, jangankan mengaduh, bahkan mendesis pun tak keluar dari mulut iparku. “Kalau sakit enggak apa Teh, bilang aja! Biar aku enggak terlalu nekan ke lukanya.”
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Sentuhan Lembut Om Duda

Sentuhan Lembut Om Duda

Ia menundukkan kepala dan menggigit bibirnya kencang-kencang, berusaha menyalurkan rasa sakit di hatinya ke hal yang lebih fisik. “Jangan gigit bibir kamu,” Rara tersentak ketika Jefri mengangkat dagunya. Ia mengerjapkan mata ketika menatap Jefri yang sudah berjongkok di hadapannya. Sejak kapan pria itu begitu dekat dengannya? Jempol Jefri mengelus pelan luka yang ada di bibir bawah Rara. “Ada luka di sini,” bisiknya, “Udah disembuhin?”
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ujung bibir luka
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status