Hantu Vila
Benar saja, tiba-tiba aku mendengar suara pintu terbuka kemudian menutup dari sebelah.
Sepertinya itu Hani, aku yakin itu, karena memang harusnya dia sudah kembali ke villa lagi.
“Han, langsung ke kamar mandi aja lo. Kebelet ya? Hehe.” Tanyaku.
“Iyaa.” Hani menjawab dari sebelah, dengan logat sunda.
Logat sunda? Hani kan orang jawa, sama sekali gak bisa berlogat sunda.
“Halaah, baru beberapa jam di Bandung aja udah sunda logat lo Han, lebay ah.” Aku bilang begitu, masih di dalam kamar mandi.