Kami Bisa Tanpamu Mas
Beruntung anak - anak tengah tertidur semua, sehingga tidak ada yang menyaksikan peristiwa memalukan ini.
“Sudah, ini mah enggak apa – apa, uratnya sudah normal lagi, sudah kembali ke posisinya. Coba Pak Riza gerakin! masih sakit atau enggak?” perintah Mang Endang dengan logat sundanya.
Aku yang sanksi dengan kondisi kaki ku, agak ragu untuk menggerakkannya, namun lagi – lagi Mang Endag mengatakan jika ini tidak apa – apa, sehingga aku menggerakan kaki ku dengan perlahan. Ah, ternyata benar, sudah tidak sakit lagi. Aku memutar engkelku ke kanan dan ke kiri, mencari celah jika masih ada yang terasa sakit. Namun ajaib, rasa sakitnya sudah tiada lagi.
Bab Populer