Sentuhan Adik Sahabatku
“Di area belakang ada kolam renang private, Pak. Benar-benar tertutup, jadi tidak akan terlihat dari luar. Untuk makan malam, sudah kami siapkan di dalam. Kalau ada kebutuhan lain, silakan hubungi kami lewat telepon di ruang tamu.”
Jennar mengangguk, matanya berbinar mendengar kata private.
“Baik, makasih, Mas.”
“Apa ada yang ingin ditanyakan?”
Birru menoleh pada Jennar sebelum menjawab. “Saya nggak ada, Mas. Istri saya juga nggak ada.”
“Baik, Pak, Bu. Saya permisi.”
Pegawai itu memutar tubuhnya dan meninggalkan Birru dan Jennar memasuki bangunan villa sambil menikmati suasana sejuk.