Cinta Berbalut Dendam
“Ga perlu lagi abang bikin alasan macam-macam, semua sudah jelas, hari ini juga abang harus pergi dari rumah Viola, benci aku liat abang, bilangnya sudah tobat, ternyata masih main gila!”
“Iyaa…waahh, kok jadi gini…ini masalalu abang Viola…abang pun baru tahu…sebenarnya abang ma…!” lagi-lagi ucapan Rey terpotong ucapan Viola.
“Benci Viola sama abang…abang benar-benarrr…aduhhhh…aduhhh…perutkuuu…ya Alllah, aku mau melahirkannn!” tiba-tiba Viola memegang perutnya.