Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Jangan Seperti Pelangi

Jangan Seperti Pelangi

Tepuk tangan terdengar begitu riuh, mereka berebutan ingin menyalami Violet sampai Eo pun harus turun tangan mengatasi keributan ringan yang terjadi. Mereka menggiring Violet ke tempat duduknya di atas pentas. Violet yang hari itu tampil cantik dengan gaun krem dan jilbab merah maroon bercorak bunga dan senyum tak lepas dari wajahnya membuat mereka semua terpana.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Di dalam hatinya, ia bergumam berkali-kali … bahwa apa yang tengah dilihatnya saat ini, adalah kejadian yang pernah ia terawang di masa lampau. "Serumpun bunga yang memiliki makna akan tetap setia, … kepada orang yang kita kasihi.” SIIING! Aura putih muncul. Menyilaukan gambaran lingkaran besar bersimbol bunga violet yang telah disinari oleh aura Mana besar berwarna kuning keemasan. Lalu datang melahap segala yang dapat dilihat oleh mata telanjang, … dengan sinar putihnya yang sangat membutakan.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 255 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Partner In Crime

Partner In Crime

“Tidak biasanya kamu memutar lagu mozart. Aku tebak, pasti suasana hatimu sedang benar-benar bahagia, yah?” Kubuka kedua mataku perlahan dan melihat dari arah yang berlawanan, Violet berjalan menghampiri seraya menenteng blazer hitam di tangan kanannya. Dengan hanya mengenakan kemeja putih dan rok hitam selutut, membuat penampilannya begitu memesona. “Apa kamu ingin merayakannya bersamaku?” ajakku sembari mengangkat brandy dan menuangkan minuman itu ke gelas kosong untuknya, Violet menerimanya dengan lembut seraya tersenyum.
1021.8K viewsCompletedAdded to Library 610 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
White Rose Petal

White Rose Petal

Matanya yang sipit mengerjap beberapa kali merasakan suhu udara di ruangan itu terasa lebih hangat sejak sebelum ia pergi tadi. Seperti ada yang baru saja datang kesana? Tetapi siapa? Hingga ia mendapati satu buket bunga mawar putih baru yang seperti sengaja diletakkan di dalam vas bunga. Dua dari bunga – bunga mawar itu masih kuncup. Lengan gadis itu terjulur menyentuhnya, itu pasti bunga mawar dari negara tropis? Karena daratan Australia masih tertutup salju pastinya.
1030.3K viewsCompletedAdded to Library 605 Times as violet are blue roses are red poem
Show Reviews (51)
Read
+Library
amandaayla
Huaaaaa aku terharu, bisa baca dan nungguin cerita ini sampai tamat😭 Terima kasih kepada kak Ailana Misha untuk karya kerennya ini. Love this book, such an emotional, lovely story :( Happy ever after Charisa, Skandar and the baby❤️ Aku tunggu cerita kakak yang lain yah💜
Anna Riana
Aku pasti kangen cerita inii.... Makasi banyak kak Ailana udah nulis cerita White Rose Petal ini. Ceritanya indah, nyentuh, tiap babnya aku ikut emosional. Hatiku kayak di aduk aduk tiap baca perbabnya. Suka suka sama ceritanya <3
Read All Reviews
ISTRI 48 JAM TUAN CEO

ISTRI 48 JAM TUAN CEO

Persis seperti ayah mereka. Moonlight Bloom tampak hidup sore itu. Aromanya menenangkan, memadukan wangi lavender, mawar, dan baby breath yang memenuhi ruangan. Beberapa pelanggan berdatangan, senyum mereka menyebarkan kehangatan yang berbeda dari dunia kelam yang pernah Zivanna jalani dulu. “Mama, lihat! Aku buat ini untukmu,” Sofia menyerahkan sebuket bunga kecil, terdiri dari mawar putih, baby breath, dan sehelai pita ungu. “Supaya Mama tidak sedih lagi.”
109.6K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Sang Tuan Muda Sejati

Sang Tuan Muda Sejati

"Satu! ... Duaa!! ... Tii ... tiii ... gaaa!!!" Dan dari tangan Donita terlemparnya buket cantik paduan bunga warna merah dan putih. Buket melambung tinggi. Muda-mudi yang telah menunggu serntak berlompatan mencoba meraih bunga itu. Dan ... tap!! "Aahhh! Buat aku!!!" Helios melotot lebar. Violetta yang mendapatkannya. Ini kebetulan atau apa? Dari sekian banyak yang berebut, kenapa harus Violetta yang menang?
106.3K viewsCompletedAdded to Library 208 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Pewaris CEO yang Terbuang

Pewaris CEO yang Terbuang

Ketika wanita itu berjalan keluar, ia berpapasan dengan Luke. "Nyonya Viola, apa Rose sudah memilih gaunnya?" "Belum, Tuan Luke. Nona Rose tidak menyukai gaun putih yang saya tunjukkan." "Mungkin warna putih tidak cocok dengan kepribadiannya. Coba carikan warna lain. Yang ada motif mawar misalnya." "Mawar?" "Iya sesuai namanya, Rose." "Kami punya satu gaun dengan payet mawar merah. Akan saya ambilkan."
7.3K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Fall in Rose

Fall in Rose

Menunjuk bintang-bintang yang tersebar diangkasa. "Kenapa aku tidak bisa menghitung jumlah bintang? Sepertinya menghitung bintang sama rumitnya dengan kehidupanku." Rose terkekeh sendiri, selanjutnya justru meneteskan air mata. Tekanan emosi dan pikiran yang tak beraturan membuat Rose berantakan. Tertawa dan menangis secara bersamaan.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa

Dekapan Panas Empat Suami Binatang Perkasa

Wajahnya terlihat lebih cerah, walau ekspresinya tetap kaku dan datar. "Kamu... menerima bunga itu juga?" tanya Dylan akhirnya bersuara. Violet memiringkan kepalanya dengan alis bertaut bingung. Namun akhirnya ia sadar maksud pertanyaan Dylan adalah bunga pemberian Roy. "Tidak," jawabnya. "Aku hanya menerima bunga lily biru dari suamiku saja." Mendengar hal itu, Dylan merapatkan bibirnya seperti menahan senyuman. Ia sedikit terbatuk, menutupi gejolak kegembiraan di hatinya.
1016.1K viewsOngoingAdded to Library 548 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
Babysitter Kesayangan Mafia

Babysitter Kesayangan Mafia

sambung Sofia dengan antusias. Violet berdeham singkat sambil memetik satu tangkai mawar kecil berwarna merah muda pucat. Ia mengangkatnya ke hidung dan menghirup aromanya yang lembut—wangi yang menenangkan. “Ayo, Violet. Kita lanjut. Masih ada beberapa tempat yang harus kamu ketahui,” ajak Sofia sambil melangkah kecil. “Iya,” balas Violet sambil menyusul Sofia, mawar kecil itu masih tergenggam di tangannya.
104.7K viewsOngoingAdded to Library 146 Times as violet are blue roses are red poem
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status