Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan

Tertawan Kontrak Panas CEO Arogan

“Telepong dia sekarang juga!” Daisy merebut ponsel dengan tangan gemetar. Dia memasukkan nomor pribadi Nash dan menempel ponsel itu ke telinganya. “Nyalakan speakernya,” perintah Bernad. Daisy menurut. Dia menyalakatan tombol speaker, mendengar bunyi beep berulang hingga diakhiri dengan bunyi beep yang panjang. Bernad tertawa, menatap Daisy dengan wajah mengejek.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!

Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!

Jam dua belas malam. Ayu berharap akan tidur tenang malam ini, sebelum sebuah notifikasi di ponselnya muncul yang membuat jantungnya berdebar diiringi lutut yang lemas. Sebuah rekaman suara. Ayu bergetar saat mendengarkannya. +62 812 XXXX XXXX: Suara desahanmu begitu menggoda, Ayu. Aku menyukainya.
665.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Tidak ada lagi kehangatan sahabat. Matanya dingin. Bibirnya menyunggingkan senyum miring yang menakutkan. "Demi Ibu ya?" ulangnya pelan. "Cerita yang menyentuh, Al. Sangat menyentuh." Dia mengambil ponselnya yang tergeletak di meja samping. Ponsel yang layarnya menyala, menampilkan aplikasi Voice Recorder yang sedang berjalan. Durasi rekaman: 15 menit 30 detik.
9.468.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Penyintas

Penyintas

“Bagus. Lalu nanti akan muncul satu notif, klik saja terima!” “Oke-!” balas Rosa. Bersamaan dengan itu, muncul jendela notifikasi pada layar monitor di hadapannya, [P-128492 ingin menyambungkan audio dengan anda]. Sesuai dengan yang diperintahkan, Rosa pun menekan tombol ‘terima’. “Tes, bisa dengar suaraku?” terdengar suara Visera dari dalam penyuara jemalanya. “Terdengar, jelas.”
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

Jempolnya menekan tombol speaker dan membiarkan suara dari seberang mengalir ke seluruh mobil. “Assalamu'alaikum, Lora. Ini Mama, Nak.” Suara seorang wanita menyapa dari seberang sana, terdengar lembut tapi mengandung nada cemas yang sulit disembunyikan. “Mama meneleponmu pakai ponselnya Dhafin.” Lora membeku sejenak, mengenali suara itu tanpa butuh penjelasan lebih lanjut. Tatapannya berpindah pada layar, lalu ke Grissham.
10211.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Duda dan Janda Bertetangga

Duda dan Janda Bertetangga

’ ‘Namun selama penyelidikan, kami menemukan sebuah voice note yang disimpan di dalam memori internal Kemal, yang tampaknya ditujukan untuk Anda namun belum sempat tersampaikan. 'Maka saya selaku perwakilan dari perusahaan ingin mengirimkan e-mail kepada Anda yang berisi tentang seluruh memory di dalam ponsel Kemal yang berkaitan dengan keluarga. Mohon maaf karena kami belum dapat menyerahkan ponsel tersebut, karena masih dalam penyelidikan pihak berwenang.’ ‘Bisakah Anda mengirimkan alamat e-mail agar kami dapat mengirimkannya segera?’ Voice note?? Jadi… Kemal hendak mengirimnya voice note di hari kecelakaan naas itu namun belum tersampaikan??
1095.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
KKN Di Desa Metanoia

KKN Di Desa Metanoia

Vina berujar sambil mengamati situasi sekitar, memastikan tidak ada yang mendengar selain ketiga temannya itu. "Lah? Kok bukan digerebek?" pungkas Desry yang kini lebih andal menjaga intonasi suaranya. Vina mengeluarkan ponselnya dan membuat folder baru di aplikasi catatan bawaan benda pipih miliknya itu, "gue rasa, kita harus buat catatan tentang semua yang kejadian di desa ini. Gue bakal bikin folder ini bisa diakses pakai surel kalian, nanti gue kirim tautannya. Jadi selain dari buku, kita juga komunikasi lewat catatan di ponsel."
104.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Takdir Yang Membawamu

Takdir Yang Membawamu

Vanya sangat percaya jika pada saat ini Deva ingin membuktikan janji yang ia ucapkan tadi. Deva merogoh saku celananya dan kemudian ia mengambil ponsel dari dalamnya. Setelah mengutak atik smartphone itu sebentar, ia kemudian menekan rekaman suara Vanya yang telah mengakui perbuatan bejatnya. Suara itu terekam jelas dalam voice note yang ia simpan pada saat mereka melakukan percakapan tadi. Rekaman tersebut diperdengarkan dengan volume tertinggi, hingga mereka semua yang ada di dalam ruangan tersebut dapat mendengarnya.
106.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi

Tertipu Rayuan Maut Pak Polisi

Rasanya sangat berat. Alisya memejamkan mata menguncinya kuat-kuat lalu menarik napas panjang, kemudian tangannya menyentuh tombol buka pesan. Dan pesan itu… Adalah voice note. Alisya menatap pesan itu lagi kini tangannya semakin gemetaran untuk menekan tombol play.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
504 Not Found

504 Not Found

Keysa perlahan membuka layar ponselnya, hingga dia menemukan sebuah pesan suara yang disamarkan dari 504. Keysa segera mengambil headset dan mendengarkan pesan itu. "Bravo Echo Romeo Sierra India Alfa Papa" Keysa menghela nafas, dan menghembuskannya dengan kasar. Lalu membanting ponselnya ke atas tempat tidur.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai voice note desah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status