Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kesendirian

Kesendirian

“See you too.” Aku chat Ribka untuk menanyakan apakah dia bisa diajak jalan, ternyata dia sibuk hari ini. Enaknya ngapain ya di kost seharian? Aku bingung mau melakukan aktifitas pagi ini. Memasak sudah, cuci pakaian sudah, dan membereskan kost juga sudah. Aku mau keluar untuk jalan-jalan sebentar saja juga malas karena sendiri meluluh. Entah kapan sampai begini, ternyata hidup sendiri enggak enak dan serba sendiri mau kemana-mana. Ya, begitulah dulu, aku pasang radio saja.Kemudian aku pasang radio yang kencang karena sudah lama aku tidak mendengar radio. Aku hanya terdiam, termenung, sambil menikmati alunan musik yang aku dengarkan, alunan musiknya membuat aku terhibur dan seketika itu, aku
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Bisikan Dosa

Bisikan Dosa

"Kak... Nero..." Suara itu keluar dari celah bibir Alana yang bengkak, terdengar bukan seperti penolakan, melainkan sebuah desahan pasrah yang menyayat keheningan kamar. Panggilan lirih itu seolah menjadi siraman air es yang tiba-tiba menyentak kesadaran Nero dari kabut alkohol yang menyesatkan logikanya.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Terang salah satu dari mereka. Tak lama suara kendaraan menjauh dari rumah itu. Dan suara-suara rintihan hanya terdengar oleh gelapnya malam, hingga berlalu pagi. Satu persatu melepaskan nyawanya karena sesak terasa, diiringi tangis yang tak mampu berbuat banyak.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
PENGANTIN KE-13

PENGANTIN KE-13

bisik suara tanpa wujud Ra Kala. Jagat terdiam.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Ratu Iblis Dan Suami Berdarah Dingin

Dari arah timur, dari balik kabut biru, muncul suara samar. Bukan suara manusia. Bukan pula suara iblis. Melainkan bisikan yang memanggil nama. “Sil...vanna...” Alura menegang. Rafael mendekat, matanya terbelalak. “Kau dengar itu?”
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
WRONG TURN

WRONG TURN

Pria pertama jatuh ke belakang dengan bunyi yang pelan dan matanya menatap ke langit yang abu-abu dan beku dengan kosong, sementara darah yang segar dan hangat mengalir dari dahinya. "Jangan kumohon, aku -" BAM. Itu sebenarnya bukan suara 'bam' yang sesungguhnya, lebih seperti suara gebukan yang kecil karena aku menggunakan silencer agar tidak terlalu banyak menarik perhatian.
1014.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 538 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

Tidak memiliki suara. Makhluk itu adalah Keheningan Pertama. Ia tidak menyerang. Ia hanya... ada. Kai mencoba berbicara. Tapi kata-katanya tak bisa keluar. Tidak ada tekanan udara untuk membawa suara. Maka Salma menulis satu kata di udara dengan jarinya: “Kenapa?” Keheningan Pertama menjawab tanpa kata, masuk langsung ke dalam pikiran mereka:
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Unspeakable Time

Unspeakable Time

Tiba-tiba, sebuah suara menakutkan muncul dari tenggorokan Edward. Suara yang terdengar seperti dengusan binatang buas, namun saat Serish mendongak, sebuah sudut menakutkan muncul pada ujung bibir tipis lelaki stoic itu. Tidak, tidak, tidak. Mustahil. “Mendekatlah.” “Uh... Yang Mulia....” “Apa telingamu hanya hiasan tak berguna yang perlu kuhilangkan?”
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

​Dari celah itu, terdengar sebuah bisikan yang sangat pelan namun mampu membuat seluruh bintang di langit Nuranipura bergetar karena ketakutan. ​"Kalian pikir kalian telah benar-benar menang?" bisik suara itu, terdengar seperti angin dingin yang menusuk tulang. "Kalian hanyalah sekadar warna yang menari di atas kanvas yang akan segera membusuk dimakan waktu. Aku adalah 'The Eternal Silence', dan aku datang untuk membungkam setiap kata yang pernah kalian ucapkan."
769 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

Tingkat 99.999: Reinkarnasi Sang Arsitek Kosmik

"Kau telah membangun banyak hal yang indah. Tapi apakah kau sudah siap untuk membangun sesuatu yang tidak bisa dihancurkan oleh waktu maupun kehampaan?" "Siapa kau?" Kaelan bertanya, suaranya sedikit gemetar—sesuatu yang sangat jarang terjadi. "Aku adalah The Keeper of Silence (Penjaga Kesunyian). Dan pilar ini... ia tidak menunggu mereka yang terkuat. Ia menunggu mereka yang paling jujur."
504 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status