Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Diamku

Dalam Diamku

Bunyi suara seorang pria yang Rajasa kenali, yaitu suara Devka "Sayangnya, Hilman si sopir itu tak ikut mati! Dia bisa bahaya jika dibiarkan hidup!" Suara Alexa "Tenang saja, Cacing kecil itu tak ada apa-apanya dan sangat mudah kita lumpuhkan sayang" Suara Devka "Tentu saja, kuserahkan hal remeh itu padamu sayang" Suara Alexa "Akan ku atasi!" Suara Devka.
8.544.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Protokol Senyap: Aletheia

Protokol Senyap: Aletheia

teriaknya, suaranya pecah, namun tenggelam oleh dentuman kembang api yang terus meledak di langit malam. Di dalam air, Lena membuka matanya setengah sadar. Samar-samar dia melihat sosok yang mendekat di antara riak gelap, lalu kilatan cahaya seperti arloji di tangan seseorang itu—sebelum semuanya perlahan menghilang dalam kegelapan laut. • Earpiece di telinganya mengeluarkan suara statis. "Bzzzt—krrt— Lena— kau dengar— kzzzt—"
296 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Dikhianati Mantan, Jatuh Pada Duda Tampan

Untuk pertama kalinya— ia terlihat benar-benar terkejut. “Itu…” Sunyi. Dan di tengah kehampaan yang mulai terbentuk— sesuatu muncul. Sangat kecil. Sangat lemah. Namun… ada. Sebuah suara. Pelan. Hampir tidak terdengar. Namun cukup jelas untuk membuat semuanya berhenti sepenuhnya. “Kenapa… semuanya diam?”
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Mencintai dalam Diam

Mencintai dalam Diam

Sandi melamar Zita! Kania tidak bisa mendengar jawaban Zita dengan jelas. Gambar dua orang utama dalam video itu tertutup oleh kerumunan orang, sementara suara sorakan dan teriakan riuh memenuhi telinganya. Dia menurunkan tangannya, menekan tombol berhenti merekam. Kebetulan, manajer datang dan memberi tahu bahwa ada pelanggan baru di ruang sebelah yang memerlukan bantuannya.
27.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 572 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Jagad dan Selaras

Jagad dan Selaras

"Konduktor Nol telah memanggil *The Great Silence*. Dan kalian adalah satu-satunya orkestra yang tersisa untuk menghentikannya." ---
783 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Tenggelam Dalam Keheningan yang Membunuhku

Adikku mengidap autisme. Para dokter menyebutnya "kelebihan rangsangan sensorik yang parah". Aturannya sederhana. Tidak boleh ada suara yang tiba tiba. Sama sekali tidak boleh. Jadi, sepanjang hidupku harus dijalani dalam keheningan. Aku tidak pernah memakai sepatu hak tinggi. Aku tidak pernah meninggikan suara. Aku bahkan tidak diizinkan tertawa. Semua itu demi mencegah adikku mengalami krisis emosi. Ayahku, Victor, kepala Keluarga Chaniago, sering menggenggam bahuku. Wajahnya dipenuhi rasa bersalah saat berkata, "Sera, kamu anak baik Ayah. Melindungi adikmu adalah tanggung jawab kita. Kamu sehat dan kuat. Kamu pasti bisa sedikit berkorban demi dia, bukan?" Hari itu, aku berada di teras lan
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
silhoute of love

silhoute of love

Dan dalam keheningan itu, sungai kembali tenang, seakan menelan seluruh kisah dan kesedihan yang pernah ada. ***
563 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Desa Tanpa Suara

Desa Tanpa Suara

Benang itu putus, dan makhluk itu mengeluarkan bunyi melengking yang menusuk telinga sebelum menghilang ke dalam lubang di lantai. --- Begitu pintu tertutup, lorong itu terasa normal… setidaknya secara visual. Nafas Raka memburu, keringat dingin membasahi punggungnya. “Apa tadi itu?” ia akhirnya bertanya. “Penjaga. Mereka yang sudah kehilangan suara, menjaga agar tak ada yang keluar… dan tak ada yang masuk.” --- Raka mencoba mengatur nafas. “Kalau semua orang di desa ini bisu… berarti mereka semua—”
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Penghangat Ranjang Tuan Sean

Penghangat Ranjang Tuan Sean

Patung itu terlihat sangat mulus meski tampaknya sudah lama diletakkan di sini. Catherine menarik napas panjang, lalu dihembuskan perlahan. Sambil menatap penuh harap, Catherine mengatupkan kedua tangan di depan muka. “Dewi Agung Silencia yang terhormat! Apakah hamba memiliki kesempatan untuk bisa berkomunikasi langsung dengan Anda?” harap Catherine di dalam hatinya. Doa Catherine itu sebetulnya langsung menggema di ruangan dewi milik Astressia. Karena kebetulan, Silencia sedang berada di sana.
224 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4 kali sebagai voice of silence
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status