TERPAKSA
nya itu. Kuluman, decapan dan gigitan-gigitan kecil terus aku berikan, rasa manis dan hangat melebur disana. Rasa itu seperti mengalir kesekujur tubuhku. Ku miringkan sedikit kepalanya untuk memperdalam penjelajahan manisku. Semakin dalam aku semakin merasa hangat tubuh kami meningkat, anehnya itu terasa semakin nikmat. Candu yang selalu sukses membutku mengeluarkan sisi liarku. Ku akhiri dengan gigitan bibir bawahnya dan sedikit menariknya dengan nakal. Aku melepas ciuman itu, aku melihatnya membuka mata perlahan. Matanya sayu, pipinya merona, bibirnya basah dan belum mengatup sempurna. Sungguh pemandangan yang memabukkan. Aku mengarahkan ibu jariku untuk menghapus saliva yang tersisa disud
Chapitres populaires