A DEAL WITH COLD PROFESSOR
Aku menuangkannya ke dalam piring besar, menaruh telur mata sapi di atasnya, lalu membawa piring itu ke meja makan.
Althaf masih duduk di kursinya, menatapku lekat seakan aku adalah sesuatu yang baru saja tak sengaja ia temukan—dan sulit dilepaskan. Rambutnya masih berantakan, kaus tipis abu-abunya menempel di dadanya yang bidang, dan kacamata baca yang entah sejak kapan ia kenakan membuatnya terlihat semakin matang, semakin berbahaya.
“Silakan, mas,” ucapku lirih, meletakkan piring di depannya.
Hot Chapters