Malam Terakhir di Singgasana
Alisnya bagaikan pegunungan, matanya bagaikan riak air musim gugur, bibirnya secerah ceri, kulitnya seputih salju musim semi, dan rona merah di pipinya menyerupai bunga persik di tengah salju, halus dan menawan.
Wajahnya sudah sangat cantik, dan riasan yang dia aplikasikan tak mampu lagi menambah kecantikannya, tetapi justru memberinya daya tarik yang sama sekali berbeda, membuat orang yang melihatnya langsung sulit untuk berpaling.
"Selir Lyra memang sungguh cantik."