Terjerat Takdir Tuan Saka
Ketika jam menunjukkan tepat pukul dua belas malam, Arum menggigit bibir bawahnya, lalu berdiri pelan sambil membawa tray kecil itu, bersiap untuk mengganggu waktu kerja Saka.
Setelah bekerja selama beberapa jam di dalam, Saka akhirnya membuka pintu ruangannya. Raut wajahnya kusut, lengan kaosnya setengah terlipat di siku. Ia menguap kecil, lalu melirik jam tangannya seraya bergumam pelan. "Jam dua belas lewat… Dua puluh delapan tahun…"