Angkasa
Bintang meringis ketika ia menekan sedikit lukanya, melalui kaca kotak mungilnya yang selalu dibawa.
"Daripada ditekan mending diobatin lukanya." suara Angkasa menginterupsi, ia meraih pergelangan tangan Bintang.
'Tumben perhatian? Kenapa gak ke si Bela? Angkasa kayak bunglon, pandai pindah-pindah hati yah.'batin Bintang tersenyum.
Saat di UKS Angkasa mengobati pelipis Bintang dengan pelan, kemudian menempelkan plester bermotif bulan miliknya, berjaga-jaga kalau ada yang terluka.
Hot Chapters