Wanita ketiga Duda Kaya
Dania berdiri hendak keluar dari ruangan itu, sebelum benar-benar berbalik ia mengingat sesuatu sehingga ia duduk kembali.
"Maaf, Pak. Bisakah saya memanggilmu mas saat berada di sana? Karena bagi orang desa, panggilan seorang istri kepada suaminya itu penting," ucap Dania.
"Tidak masalah, apa aku juga harus punya panggilan untukmu?"
"Tidak perlu, Pak."
"Biasanya pasangan Mas itu Dik 'kan? Bukan begitu Dik Dania?"
Dania tertawa, rasanya hangat sekali suasananya, ada perasaan yang membuat dada Dania bergejolak.
Hot Chapters