BUKIT TENGKORAK
“Ya, bisa iya, bisa tidak. Ayolah, kita lanjutkan perjalanan kita dan beristirahat di tempat agak aman.”
Tiga orang pejuang yang menenteng senapan laras panjang itu menempuh jalan belok ke kiri. Angkasa tak terlalu hapal hutan itu hingga ia mengambil jalan memutar. Kemudian ia dan dua temannya menemukan seseorang yang baru saja tewas.
“Belanda?” tanya Anwar.
“Dari bendera di bajunya, bukan.” Roni menyahut.
“Di tangannya ada bekas luka, kasihan, tapi kami tak sempat menguburmu, Tuan, maaf, aku ada pekerjaan lain.” Angkasa menutup mata tentara Inggris yang tewas karena ular berbisa.