Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku
Jus manis dan asam meledak di mulutku, bercampur dengan rasa pahit-manis cokelat.
Arjuna menarik garpunya perlahan, matanya terpaku pada gerakan rahangku saat mengunyah. Dia memperhatikan setiap detail. Bagaimana tenggorokanku bergerak saat menelan, bagaimana lidahku menyapu sisa cokelat di gigi.
Tatapannya begitu intens, seolah dia sedang memakan stroberi itu melaluiku.
"Manis?" tanyanya. Suaranya serak, turun satu oktaf, bergetar di udara yang hening.