Jagoan Kampung Merantau Ke Kota
“Itu tidak sopan, Mikhail. Tidak beretika dan tidak bertata-krama. Nasi di mulut kamu itu bisa melompat ke sana-sini.”
Menyimak apa yang barusan aku ajarkan pada Mikhail, Iroh pun tersenyum.
“Satu lagi,” kataku menambahkan untuk Mikhail.
“Kalau kamu sedang makan, mulutnya harus ditutup, supaya tidak ada suara berkecap seperti guguk.”
“Guguk?”
“Iya, guguk.”
Maksudku, anjing, tentu saja.
인기 회차