Rekan Kerja Suamiku
Seketika itu juga, suara berat suamiku terdengar dari luar pintu, “Sayang, nasinya sudah matang belum? Aku lapar sekali!”
Gawat, suamiku keluar… otakku rasanya mau meledak, tapi pria di belakangku seolah tak mendengarkannya. Dia tetap tak peduli dan terus mendorong maju.
Mampuslah, tamatlah riwayatku….
Melihat langkah kaki yang semakin mendekat, dalam kepanikan, aku mendadak menjulurkan tangan ke belakang dan langsung meremas benda yang ada di antara kedua kakinya itu.
Hot Chapters