Dinikahi Gus Misterius
Padahal aku tidak segitunya ingin tahu, aku juga bukan wanita posesif yang harus selalu tahu dengan siapa suamiku berbicara.
“Tak apa-apa, Gus. Yang penting urusanmu selesai.”
“Belum, kamu salah lagi, urusan saya belum selesai malam ini,” ungkapnya.
“Maksudnya? Apa dia masih ingin meminta bantuan padamu malam ini, Gus?” tanyaku, mengenai seorang mualaf itu.
Gus Yusuf tersenyum lagi, dia kali ini tertawa juga, membiusku untuk tetap membeku di tempat, tanpa bisa melakukan apapun lagi selain menggaruk atas kepala yang sebenarnya tidak terasa gatal.
Hot Chapters