JERAT MANIS BERONDONG POSESIF
"Lagipula, otot lenganmu sudah mulai terbentuk. Nanti kalau ada cowok nakal di sekolah, kamu tinggal pukul saja hidungnya sampai patah."
Grace tertawa. Tawa yang sangat renyah, tulus, dan lepas. Tawa bahagia yang sudah bertahun tahun tidak pernah Siska dengar menggema di dalam rumah mereka.
Siska kembali mengintip dari celah pintu. Pemandangan di depannya sungguh sangat ironis dan membunuh akal sehatnya. Keluarganya sudah benar benar rusak dan hancur berantakan. Namun seorang pria asing, pria yang sama yang telah memerasnya, menyiksanya di atas matras, dan menjerat hidupnya dalam ketakutan, justru menjadi satu satunya orang yang mampu memberikan kehangatan seorang ayah dan kakak bagi Grace.
Bab Populer