Nur Cahaya Cinta (Bahasa Indonesia)
pamit Nur, sebelum meninggalkan dua saudara yang tengah asik menonton siaran langsung sepak bola.
Nur meletakan nampan berisi air mineral, dan gelas kosong di atas meja. Sebenarnya ia sudah minum tadi di dapur, tapi ia tetap membawa air ke kamar, takut terbangun, dan haus lagi nantinya. Nur kembali membaringkan tubuhnya di tempat semula. Ia berusaha untuk kembali tidur lagi. Tapi pembicaraan siang tadi dengan ibu, dan nenek Wahyu mengganggu pikirannya. Ia kasihan pada nenek Wahyu yang sudah sangat tua, beliau mengharapkan bisa melihat buah dari pernikahan mereka. Tapi kunci dari semua itu ada di tangan Wahyu. Wahyu yang tidak mau memperlakukan dirinya, sebagaimana seharusnya seorang suami me
Bab Populer