Ibu Susu Untuk BOSKU
Wei, bra itu terlepas dengan mudah dari tubuhku.
Dadaku bergetar seiring dengan napasku yang mulai memburu, sementara Mr. Wei meremas lembut dadaku yang penuh, karena aku belum sempat memberikan ASI untuk Angel.
Perlahan, tetesan ASI muncul dari puti-ngku. Mr. Wei, dengan senyuman nakal di wajahnya, mendekatkan wajahnya dengan penuh ketertarikan. Ia menghisap puti-ngku dengan lembut, menciptakan sensasi luar biasa yang membuat seluruh tubuhku bergetar, membuatku merasa hangat dan nyaman. Aku tidak tahan untuk tetap diam, dan mulai bergerak perlahan, menggerakkan pinggulku mengikuti irama yang hanya kami berdua pahami.