NAFKAH YANG KAU MINTA KEMBALI
Bukannya aku sombong, tidak ingin dibantu, tetapi dengan cara dia yang diam-diam seperti itu, membuatku sudah merasa jika diriku ini tidak memiliki kemampuan.
Selama tiga hari aku di rumah, aku habiskan dengam menulis novel yang sudah aku publikasikan secara online di sebuah aplikasi novel baca.
Baru sehari aku monetisasi ceritaku dan belum ada yang membuka kunci bab. Aku sadar, menjadi seorang penulis tidak seinstan membuat mie instan, bahkan membuat mie instan juga membutuhkan proses yang tidak sebentar, paling tidak ada jeda waktu untuk memprosesnya.