Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam

Terjebak Obsesi Cinta Mafia Kejam

“Cari tahu siapa yang menulisnya.” “Kenapa Sir?” tanya Aland yang begitu heran. “Aku harus memberinya sedikit uang untuk makan.” Garvin menunjuk profil orang itu. “Dia harus tetap sehat agar bisa mengetik yang bagus-bagus tentangku.” Aland mengangguk ragu. Ia menggeleng pelan. “Berapa, Sir?” “500 dollar saja. Jangan banyak-banyak. Aland mengangguk. “Nanti saya akan mengirimkan uangnya pada orang itu.”
1060.5K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as web menulis dibayar
Read
+Library
SUAMIKU BERUBAH KARENA WANITA LAIN

SUAMIKU BERUBAH KARENA WANITA LAIN

Memang benar bahwa dirinya pernah menulis cerpen dan puisi, tetapi itu saat dirinya masih duduk di bangku sekolah dan sekarang Ulfa sudah lupa materi kepenulisan. Tentang laptop, bisa dia gunakan untuk menonton acara drama Korea kesayangannya karena di rumah sudah lama terpasang WiFi. Wajah Ulfa merona bahagia, kini lengkap sudah kemalangan Sano. "Emang gaji penulis berapa, Dek?" tanya Sano kemudian. "Beragam, Mas. Mulai dari tiga sampai dua puluh juta. Ada loh di Aplikasi Ijo, dalam dua bulan dapat seratus juta. Hebat, kan, Mas?"
1036.5K viewsCompletedAdded to Library 911 Times as web menulis dibayar
Read
+Library
My Beloved Bastard (INDONESIA)

My Beloved Bastard (INDONESIA)

suara hempasan beberapa lembaran kertas tergeletak di atas meja makan, dan membuat kedua bahu Jaes terangkat karena terkejut. Ahhhmm... "Maaf bos, aku terlalu sibuk dengan urusan kuliahku, dan aku..-" "Jasmeen... kau kubayar untuk menulis cerita yang menarik dan menarik pembaca. Jika karya seperti ini, anak sekolah dasar pun bisa!" tukas seorang pria sambil menyipitkan matanya. "Baik bos," Jaes tertunduk sendu dan sebenarnya ia sangat kesal.
910.6K viewsOngoingAdded to Library 265 Times as web menulis dibayar
Read
+Library
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Saat matanya melihat GW penulis Istrinya, dia penasaran dan membukanya. Heru tertawa-tawa kecil ketika melihat obrolan mereka. Ada yang mengirim emot orang menangis, karena sedih belum bisa mendapat penghasilan selama menulis. Padahal sudah berbulan-bulan menulis. Ada juga yang girang karena dapat penghasilan. Terlihat begitu rame. Tapi mereka hanya sebatas membahas masalah novel dan juga pendapatan. Tidak ada obrolan lain, atau obrolan yang bersifat pribadi.
9.7205.4K viewsCompletedAdded to Library 6.4K Times as web menulis dibayar
Show Reviews (39)
Read
+Library
Nur Hidayah
jd kasian sama ibu Rita, tapi biarlah dulu biar jadi pelajaran buat bu Rita dan silvia supaya tidak menilai orang dari luarnya saja. semangat mia, semua kesedihan dan penghinaan selama ini terbayarkan oleh suamimu gara.
anitasaja0086
Novel ini berbeda dari yang lain. Tak ada dendam didalamnya. Yang buruk berakhir baik. Terimakasih Thor. Novel pertama' yang saya baca di apk ini. karena sangat penasaran dengan promo disosmed. Dan ternyata tak kecewa membacanya. Puas banget.
Read All Reviews
NAFKAH DARI ADIK IPAR

NAFKAH DARI ADIK IPAR

Dia yakin, kebenaran perlahan akan terungkap tanpa harus dia susah payah menjelaskan bahwa dirinya benar. Dia mengisi kuota untuk mencari informasi mengenai platform menulis online yang menghasilkan uang setiap bulan seperti yang di ceritakan oleh sahabatnya. Ia harus bekerja lebih giat untuk memenuhi kebutuhan anaknya tanpa bergantung pada Fathan. Intan membuka mukena, lalu melipat sajadah dan menaruhnya di tempat semula. Ia mengambil gawai untuk mengecek pesan yang masuk.
1032.5K viewsCompletedAdded to Library 682 Times as web menulis dibayar
Read
+Library
Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

Silakan Atur Sendiri Uangmu, Mas!

Meskipun aku tau betul, Mbak Weni bukanlah sosok perempuan seperti itu. "Saat ini Nika sedang menggeluti dunia tulis, Mbak. Bikin novel online di aplikasi berbayar. Beberapa bulan ini hasilnya lumayan, Mbak." "Ah! Iya kah? Wah ... bagus itu, Nik! Kamu bisa dapat uang tapi nggak perlu kerja di luar," ucap Mbak Weni dengan begitu antusias. "Tapi jangan bilang ke siapapun ya, Mbak. Cukup Mbak Weni saja yang tau," ucapku dengan nada lemah sembari memegang lengan Mbak Weni, pertanda jika aku serius.
10102.3K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as web menulis dibayar
Read
+Library
Betty da Jogja

Betty da Jogja

“Maaf, Pak. Saya benar-benar tidak tahu harus bicara apa.” “Ok. Aku beri tawaran kalau begitu. Gimana kalau untuk tulisan itu aku kasih kamu uang dua puluh juta. Cukup adil?” Menul kembali tercekat. Dia makin serba salah. Ia sama sekali tidak mengira arah pembicaraan Andre adalah tentang uang sebagai ganti tulisan yang telah ia ambil. Sementara Menul tidak pernah mengharapkan itu.
107.4K viewsOngoingAdded to Library 267 Times as web menulis dibayar
Read
+Library
Sentuhan Lembut Om Duda

Sentuhan Lembut Om Duda

Ia juga jadi ikut tak sabar dengan pesta besok, melupakan kegelisahannya sejak tadi. “Btw Ra, kamu lagi nyari kerja kan, ya?” “Iya. Skripsian bikin uang boncos parah,” Rara menghela napas, “Mana bayaran nulis lagi seret banget,” Rara bekerja sebagai penulis di salah satu platform online. Biasanya, tulisannya akan mendapatkan engagement yang banyak, tapi entah kenapa akhir-akhir ini pembacanya semakin sepi. Beberapa pembaca setianya juga mulai menghilang.
1037.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as web menulis dibayar
Read
+Library
Dream first class

Dream first class

Pasca memaksa diri untuk membuat sebuah tulisan bisa diuangkan, semenjak itu aku jadi kehilangan kegembiraan semasa menulis. Sekarang aku menghasilkan uang dari tulisanku. Apa yang membuatnya berbeda? Yang membuatnya berbeda adalah aku tidak terlibat dalam pekerjaan apapun sepanjang hari selain menulis. Bekerja dengan orang lain mungkin saja melatih kita untuk lebih rajin, teliti, dan bertanggung jawab. Namun aku tak pernah menemukan bakatku bisa terasah sekalipun bahkan sekadar muncul di permukaan agar aku tahu diriku ini sebenarnya seorang penulis.
102.8K viewsCompletedAdded to Library 112 Times as web menulis dibayar
Read
+Library
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Aku lagi nulis di platform kepenulisan, Mas. Lumayan loh hasilnya bisa buat beli perhiasan,“ lanjutnya seakan tahu isi kepalaku. “Nulis apa?“ tanyaku penasaran. “Cerita bersambung. Nih coba Mas lihat,“ jawabnya sambil tersenyum, memperlihatkan layar ponsel. Aku melirik ponselnya sekilas. “Ini Mas, lihat ... Hasil nulisku selama ini, dari mulai aku keguguran sampai sekarang. Sudah ada lima juta delapan ratus rupiah,“ katanya dengan mata berbinar. “Itu beneran uang? Bisa dicariin?“ tanyaku. Hanna mengangguk,“insya Allah bisa. Nanti awal bulan uangnya cair.“ “Doain ya, Mas, semoga hasilnya bisa jadi rumah.“ Binar penuh harap begitu tampak dari mata tajamnya.
1017.7K viewsOngoingAdded to Library 442 Times as web menulis dibayar
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status