Our Secret Wedding
Tak ada janji atau hiburan basi.
Hanya tindakan kecil yang sederhana: ia membiarkan Ganis duduk di ranjang, lalu ia sendiri tetap berdiri di sampingnya, menunduk, menatap perempuan itu dari atas. Matanya dingin, suaranya datar, tapi nadanya tak ada getir. "Tidur. Kamu butuh istirahat."
Rengganis menggeleng. Air mata tetap jatuh. "Aku nggak bisa. Tiap aku pejam mata, aku kebayang dia. Nadine. Pernikahan itu. Semuanya."