Enam Tahun Tanpa Malam Pertama
Mas Teja belum kuberitahu, biarlah saat dia pulang saja baru kami diskusikan, baiknya seperti apa ini.
Dengan taksi online, kami pulang ke rumah. Aji tertidur karena lelah menangis, saat dijahit kepalanya. Anak yang kuat, dia hanya menangis karena kesakitan, bukan karena manja.
"Mas, mampir ke restoran cepat saji di depan ya," kataku pada sopir taksi. Kami belum sempat memasak dan aku yakin, saat bangun nanti Aji pasti lapar. Menikmati makan siang dengan fried chicken dan juga es krim coklat adalah kesukaan Aji dan juga Siwi. Aku memutuskan untuk membeli empat paket makan siang untuk kami berempat.
Hot Chapters