WANITA PENAKLUK SAMUDRA
Aku tidak akan membiarkanmu mati perlahan di tangan iblis ini, Krael.
Mala menutup matanya, mengabaikan teriakan ejekan Houtman yang semakin melengking. Dia mengabaikan permohonan bisu Krael, karena dia tahu, permohonan itu bukanlah ketakutan akan kematian, melainkan kerinduan akan kebebasan. Air matanya terasa seperti es yang membakar di balik kelopak mata. Dia adalah seorang istri yang berduka, namun dia juga adalah Ratu Janda, penjaga samudra. Sebuah pilihan harus dibuat, pilihan yang mengoyak jiwanya.