Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JODOH-JODOH DARI TUHAN

JODOH-JODOH DARI TUHAN

Bahkan Davin juga memesan makanan untuk makan siang kami nanti. Kami berjalan beriringan dengan bergandeng tangan, tak ada kamera untuk berfoto maupun mengambil video. Kami benar-benar menikmati suasana ini, berdua saja dan fokus dengan keadaan sekeliling. "Pertama kali kita bertemu adalah di kebun teh seperti ini," ucapku memecah kebisuan di antara kami. "Iya. Begitu mudah cara Allah mempertemukan manusia dengan jodohnya," sahut Davin.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Mr. Airlangga

Mr. Airlangga

Aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Mataku terpejam, mengenang kembali saat-saat ini di sini, pertemuan pertama kami di tengah hujan deras di jalan tol Bandung, pertama kali aku menyadari betapa menawannya senyum Airlangga, persatuan pertama kali kami. Air mata kembali mengalir, sepertinya stok air di mataku ini semakin melimpah ruah ketika aku mengurasnya setiap hari.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
SEPERTI YANG KAU MINTA

SEPERTI YANG KAU MINTA

Seketika suasana dingin dan tatapanku membeku, lalu kau membalasnya dengan senyum tanpa ragu. Hari itu setelah dari panjangnya rasa bosan yang menderaku, kita sempat bertukar nama dan saling menyapa. Kau mengucapkan namamu dan aku membalas dengan menyebut namaku, lalu tanpa memakan waktu lama, kau mengulang sebutan itu. Pertemuan pertama denganmu telah meracuni pikiranku sepanjang hari. Saat itu aku sungguh tak bisa fokus dengan apapun yang tengah berlangsung, tatapan matamu telah membuatku terjatuh seketika dalam perasaan yang tak tahu harus di mana berlabuhnya.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
(BUKAN) Duda Biasa

(BUKAN) Duda Biasa

“Tinky duluuuu.” “Iya.” Adam menautkan kelingkingnya dengan kelingking Alma. “Jadi sekarang kita baikkan?” Alma mengangguk. Ia memeluk Adam, “Aku mau bobo disini.” “Tapi sendirian, soalnya malem aku ada rapat.” “Gak papa.” Adam melepaskan pelukkan mereka, “Kamu inget gak, pertemuan pertama kita dulu?” Alma diam sejenak lalu menggeleng, “Emang kamu inget? Aku cuma inget ketemu kamu pas aku masih SMA dan kamu... berarti masih dokter umum ya?”
47.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 230 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Perempuan Mainanmu

Aku Bukan Perempuan Mainanmu

"Baiklah." Affar kemudian mengajakku duduk di sofa yang ada di lobby kantor. Sofa tempat dimana kami bertemu untuk pertama kalinya. Dulu sekali. Kami duduk saling menjaga jarak meski kantor sudah sepi dan hanya beberapa yang lembur. "Bagaimana kabarnya?" Aku menunduk memainkan jari-jari tangan. Jengah menatap manik matanya. "Baik."
10133.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Romantic Purple

Romantic Purple

Rian menatap lurus ke depan. “Awal aku ngerasa punya tempat buat pulang.” Kalimat itu membuat Lidya menoleh. Tatapan mereka bertemu beberapa detik, lalu sama-sama tersenyum kecil. “Di sana... tempat kita pertama kali kenalan.” Lidya tertawa pelan. “Aku malu waktu itu. Diliatin temen-temen kamu.” “Padahal kamu jutek banget.” “Iyalah, waktu itu panas tau.”
479 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Cinta yang Tak Diundang

Cinta yang Tak Diundang

"Tepat sekali!" "Sejak kapan? Kau jahat sekali baru menceritakannya padaku sekarang." "Sejak pertama kali aku menginjakan kaki di Downtown. Aku mengalami Love at first sight padanya. Oh, ayolah coba kau lihat!" Kanza berujar seraya mengarahkan Fidella.
1013.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
STRANGER WITH BENEFIT

STRANGER WITH BENEFIT

"Boleh tanyaku sesuatu?" "Ya udah, tanya aja." "Kamu ingat enggak malam pertama kita ketemu?" "Aku cuma ingat balkon, habis itu blank." Aku mengakuinya malu-malu. "Anggap aja kamu beruntung." Kakiku langsung jatuh ke lantai, badanku maju condong ke meja. "Kamu ingat pernikahannya?" Dia menggeleng. "Enggak."
868 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Bayaran Cinta Sang Miliarder

Bayaran Cinta Sang Miliarder

gumamku. “Dan entah kenapa, nol ini terasa seperti segalanya,” jawabnya. Kami saling menatap. Tersenyum. Dan dalam diam yang nyaman itu, kami tahu: Pernikahan kami yang pertama adalah awal dari peperangan. Tapi pernikahan kami yang kedua... adalah kemenangan. Dan malam itu, untuk pertama kalinya setelah semuanya selesai, kami bisa tertawa tanpa rasa takut.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Putri Palsu Pencuri Identitas yang Disukai Suamiku

Putri Palsu Pencuri Identitas yang Disukai Suamiku

Dia terus mengingat kembali semua yang terjadi di dua kehidupan kami. Lukman dan aku pertama kalinya bertemu saat masa kuliah. Dia jatuh cinta padaku pada pandangan pertama, lalu mulai mengejarku dengan penuh gairah. Dia merasa gembira saat mengetahui latar belakangku, mengira bisa memberiku sebuah keluarga yang utuh.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai when we first met
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status