Abysswalker: Darah Membara
Shiva mulai bergumam dengan suara yang lebih rendah dari percakapan biasa, ritmenya pelan dan teratur, tidak seperti mantera yang dirapal dengan tergesa tapi lebih seperti sesuatu yang dinyanyikan tanpa melodi.
Kata-katanya bukan bahasa yang digunakan di kota mana pun, lebih tua dari itu, dan setiap suku katanya seperti punya efek tersendiri di udara.
Ash memukul lagi, retakan di barrier itu sekarang sudah menjalar ke segala arah dari titik pertama hantaman, serpihan-serpihannya gugur lebih banyak dan lebih cepat. Tapi Shiva tidak berhenti bergumam, matanya terpejam, napasnya teratur mengikuti ritme kata-katanya.
Hot Chapters