Ada sesuatu yang magis tentang merawat mawar—seperti menjaga api cinta yang tak pernah padam. Aku belajar dari trial and error bahwa kunci utamanya adalah air dan sinar matahari yang seimbang. Siram mawar di pagi hari sebelum matahari terlalu terik, biarkan tanah lembap tapi tidak tergenang. Potong daun yang menguning atau layu untuk mencegah penyakit menyebar.
Satu trik yang jarang dibicarakan: beri pupuk organik setiap dua minggu, tapi kurangi di musim hujan. Aku juga suka menaburkan kulit telur halus di sekitar batang untuk tambahan kalsium. Oh, dan jangan lupa, mawar benci kerumunan—beri jarak antar tanaman agar udara bisa bersirkulasi dengan baik. Kalau dilakukan dengan sabar, kuntum-kuntum itu akan membalasmu dengan aroma memabukkan dan warna yang hidup berbulan-bulan.