Mantanku Seorang ASN
“Pergi aja. Pergi aja sama kak Wuri. Aku nggak apa-apa kamu tinggalkan. Memang di mana-mana kalau khilaf itu, pasti ceweknya yang selalu disalahkan.”
“Win,” panggil Ifan dengan sedikit berteriak saat Wina berdiri. Ifan mencekal pergelangan tangan Wina, membuat Wina kembali duduk di tempat semula. “Aku pergi dari sini bukan berarti meninggalkan kamu. Ini demi kebaikan bersama juga, Win.” Ifan mengecup pelipis Wina, tepat di samping mata cantik itu. “Jangan marah dulu, sayang. Aku diam, karna dari tadi mikirin solusi terbaiknya. Aku juga nggak mau hubunganku dan Wuri jadi berantakan, begitu juga dengan kalian yang akan musuhan karna memperebutkan aku.”
Wina mulai bisa tenang. “Apa solusimu, ma
Sikat na Kabanata