PELAN SEDIKIT, TUAN
Matanya menatap satu per satu wajah mereka yang tampak penuh harap cemas, sebelum akhirnya ia berkata dengan nada yang terdengar menyayat hati, “Tapi …, kita semua harus tetap bersiap menghadapi kenyataan. Kemungkinan terburuk tetap ada dan tidak bisa kita hilangkan sepenuhnya. Saya hanya bisa melakukan yang terbaik saja, sisanya tolong serahkan kepada Tuhan.”
Mendengar kalimat itu, wajah Nyonya Dayana seketika menjadi pucat pasi. Kakinya terasa lemas seketika, dan ia hampir terjatuh jika tidak segera ditahan oleh suaminya. Napasnya tersengal-sengal, matanya membelalak tak percaya seolah dunianya baru saja runtuh di depan mata.
“Maksudmu …?” gumamnya parau, suaranya nyaris tak terdengar.
Bab Populer