Terpaksa Menikahi Tetangga
Yaelah, suamiku termasuk orang yang lola juga kalau harus mencerna omonganku, apalagi kalau pas ngomong yang absurd, harus sabar deh jelasinnya ke dia.
Aku mendengkus pelan, lalu menarik lengannya untuk kembali berjalan. "Ya aku kan mukanya masih imut-imut kek marmut, cantik lagi, ditambah bodiku yang mungil, eh jangan lupakan juga ke-glowing-anku dari ujung atas sampai bawah, udah bisa dipastikan banyak orang yang mengira aku masih remaja.
Beda lagi sama kamu, Bang. Kamu tuh mukanya dewasa banget, udah kek om-om, jadi nggak pantes dibilang ABG."
Chapitres populaires