Setahun Menikah Masih Perjaka
Sebelum pagar rumah itu, sebuah bendera putih ditancapkan dengan batang bambu.
"Itu Ibu," kataku saat melihat Ibu tengah menggendong bayi di beranda rumah tersebut.
Aku dan Adit keluar dari mobil, menerobos hujan untuk sampai ke beranda itu.
"Eh, Adit?" Seorang wanita muda, yang kuyakin adalah ibunya bayi, menyapa kami ramah.
"Maaf, Ibu terjebak hujan. Ibu juga tidak membawa payung. Pas pula, ada Genta di sini." Ibu mertuaku, mencium pipi gembul si bayi.
Hot Chapters