Hamil di Malam Pertama
Zaki mengangguk, dan ia akan bersabar demi bisa pulang, sebab Pak Kadir masih bersikap baik kepadanya walau anak dan istrinya tukang bohong dan ingin menjebak dirinya terjabak selamanya di pulau ini.
“Tunggu Kakak, Vaulin, Kakak akan pulang. Fatihah, kamu pasti sudah makin pintar, Ayah kangen kamu, Nak.” Zaki membatin sambil membayangkan wajah dua perempuan yang amat ia sayangi itu.
***
“Astaga, ini Dokter Yuta ‘kan?”
“Iya, kayaknya ini memang dia. Ya ampun, nggak nyangka deh!”
“Eh, apa ini hasil editan apa asli, ya? Kok gini banget dia, kelihatannya baik loh .... “