Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
“Gue ngerti visi Hesti. Sure, magical realism, memori acak, konsep waktu non-linear... Tapi kita harus realistis juga. Pasar Indonesia itu butuh sesuatu yang connect secara emosional. Ada romansa, konflik cinta, dikasih bumbu sedikit pop feel—baru bisa jalan.”
Hesti mengangkat wajahnya. “Tapi ini bukan film romansa, Roy. Itu akan mengubah konsep dasarnya. Ceritanya bukan tentang jatuh cinta.”
Roy mencondongkan tubuh, senyum meyakinkan seperti motivator.
“Justru! Semua orang bisa relate kalau ada cinta. Lihat Eternal Sunshine—ada romance. About Time—romance. La La Land—romance plus jazz. Kita butuh anchor biar penonton nggak pusing lihat timeline acak.”
인기 회차