PLAYER
“Seinget gue sih nggak pernah, tapi itu yang kelihatan di depan ya. Siapa tau kan diem-diem lo cemburu tapi lo pendem karena gengsi.”
“Sialan!” Ervin tahu tidak ada gunanya bicara dengan orang semacam Bastian, Adit pun tidak jauh beda. Intinya, pertemanannya memang kurang berfaedah di saat-saat seperti ini. Tapi Ervin butuh teman bicara atau otaknya bakal benar-benar meledak—seperti di adegan kartun Happy Tree Friends—karena terlalu banyak mengira-ngira. “Bas, menurut lo, kalo player kayak kita tobat, bakal banyak ujiannya nggak?”
Hot Chapters