LOGINเพราะความแค้นที่สุมในจิตใจทำให้ กงเหล่ย ท่านอ๋องแห่งแคว้นเซี่ยลุกขึ้นมาก่อสงครามสร้างจราจลหมายจะทวงความเป็นธรรมให้แก่ผู้เป็นบิดาที่ล่วงลับ เขาคือเทพสงครามที่แม้แต่ราชสำนักยังหวั่นเกรง เส้นทางของการเอาคืนนำพาให้เขาได้มาพานพบกับ ไต้ฝูหรง หญิงสาวชาวบ้านธรรมดาที่ป่วยทางใจจนพูดไม่ได้ เพราะความสงสารเขาจึงยื่นมือเข้าช่วยเหลือนาง เดิมทีคิดว่าระหว่างเขาและนางคงจบลงเพียงเท่านี้ แต่ผู้ใดจะรู้ หญิงสาวที่แสนงดงามอ่อนหวานผู้นี้กลับเอาแต่ตามติดหมายจะตอบแทนบุญคุณเขา แรกเริ่มเขาอยากจะปฏิเสธนาง แต่ทว่าความงดงามและจริงใจในดวงตาคู่นั้นของนาง กลับทำให้ใจของเขาเริ่มสั่นไหวจนกลายเป็นความรัก
View More“Hah, hah." Deruan Nafas memburu keluar dari mulut kecilnya, terdengar begitu jelas dan mencekat. Nara berlari dengan sekuat tenaganya di tengah guyuran hujan yang deras, kaki kurusnya yang mungil sudah tidak kuat untuk berlari lagi sehingga mulai mengendur. Suara nafasnya yang terengah-engah menandakan, selain merasa kelelahan Nara juga merasa ketakutan.
“Ahhh,” ringisnya. Saat kakinya terpeleset dan membuatnya terjatuh karena jalanan yang licin oleh air hujan.Nara melihat ke arah belakangnya, dan berusaha dengan sekuat tenaganya untuk kembali berdiri. Kakinya sudah tidak bisa diajak bekerja sama lagi, rasa lelah yang semakin terasa juga rasa sakit akibat terjatuh tadi, membuat kakinya tidak mau berlari dengan benar bahkan sudah terpincang-pincang.Dia menghentikan larinya, dan melihat ke sana kemari untuk mencari tempat persembunyian dari orang-orang yang sedang mengejarnya, karena sungguh dia sudah tidak sanggup lagi untuk berlari.Nara menghentikan pandangannya pada sebuah pohon besar dan rindang. Dia berpikir pohon itu akan cukup untuk melindungi dirinya selain dari guyuran hujan juga dari orang-orang yang saat ini tengah mengejarnya.Dengan kaki yang sudah terpincang-pincang, Nara berusaha untuk mencapai pohon itu. Dengan terus melihat ke belakang, dia berusaha mempercepat langkahnya agar cepat sampai pada pohon besar yang tak jauh darinya.Nara duduk meringkuk saat sudah berhasil berada di bawah pohon besar itu, air matanya jatuh membasahi pipinya yang basah karena air hujan, dia menggigiti kukku jarinya untuk menghilangkan rasa takut juga rasa dinginnya dari guyuran hujan.“Papa, mama, Najwa. Sebenarnya apa ini semua, kenapa orang-orang itu tega menghabisi kalian, hiks hiks,” ucapnya sambil menangis. Tubuhnya langsung bergetar hebat ketika dia mengingat apa yang baru saja dialaminya.1 jam yang lalu. Sebuah mobil berwarna merah berhenti tepat di depan pintu gerbang sebuah rumah mewah, terlihat pintu sebelah kiri mobil itu terbuka, lalu turunlah sesosok gadis cantik dengan balutan jeans berwarna biru dan kemeja yang berwarna merah muda.Gadis lainnya yang masih berada di dalam mobil itu membuka kaca mobilnya dan berbicara dengan gadis yang baru saja turun dari mobilnya itu. “Nar, kalo gitu gue pulang ya. Sampai jumpa besok,” ujar Kiara.“Oke, sampai jumpa besok,” jawab Nara. Dia melambaikan tangannya saat melihat sahabatnya Kiara mulai melajukan kembali mobilnya dan meninggalkan kawasan rumahnya.Nara tersenyum dan berbalik, dia memencet bel di depan pintu gerbangnya berharap satpam penjaga rumahnya segera datang dan membukakan pintu gerbangnya. Namun, sudah berkali-kali dia memencet bel rumahnya. Tapi satpam penjaga rumahnya itu tak kunjung datang untuk membukakan pintu gerbangnya. "Lohh pak Karman ke mana ya, kok gak dateng-dateng,” gumamnya bingung.Nara lalu mencoba melihat pintu gerbangnya itu. “Ehh enggak dikunci? Tumben?” bingungnya.Dia pun memasukkan tangannya ke sela-sela pintu gerbang itu dan membuka gerbangnya sendiri. Saat masuk ke dalam dan melangkahkan kakinya hendak menuju rumahnya, Nara kembali melihat ke arah belakangnya dan memperhatikan pintu gerbang rumahnya, dia merasa aneh karena biasanya pintu gerbang rumahnya itu selalu dikunci, tapi kenapa hari ini justru tidak.Dengan menepis semua pikiran buruknya, Nara pun kembali melanjutkan langkahnya untuk masuk ke dalam rumah. Sebelum masuk, Nara menyempatkan diri untuk mampir ke pos satpam, dia mencari satpam penjaga rumahnya itu. Namun nihil, karena tidak ada siapa-siapa di sana.“Lohh, kok pak Karman enggak ada. Dia ke mana ya, ini kan udah malem, masa dia keluar. Kan harusnya jagain rumah.” Nara semakin merasa ganjil dan khawatir dengan apa yang sekarang dia lihat. “Ada apa ya? Kok perasaanku gak enak, semoga aja gak terjadi apa-apa.”Dengan perasaan tidak tenangnya, Nara kembali melanjutkan langkahnya. Dia hendak mengetuk pintu rumahnya, namun hal itu dia urungkan saat melihat pintu rumahnya yang sedikit terbuka.“Terbuka lagi? Kok tumben gak dikunci, tadi pintu gerbang juga gak dikunci. Sebenarnya ada apa ini, kok perasaanku semakin enggak tenang.” Nara semakin merasa khawatir dengan keluarganya, tanpa banyak basa basi lagi, dia pun masuk ke dalam rumahnya. Tampak di dalam begitu gelap, seakan-akan tidak satu pun orang yang berada di rumah ini. “Kok gelap banget, apa jangan-jangan ada maling?” paniknya.Nara melanjutkan langkahnya secara perlahan, dia tidak berani menyalakan lampu. Karena jika memang benar ada pencuri, kemungkinan nyawanya akan dalam bahaya. Dia lebih memilih untuk jalan mengendap-endap dan berteriak sekeras mungkin jika memang benar ada pencuri di rumahnya. Pandangannya lalu tertuju pada salah satu ruangan yang terang. Dimana hanya ruangan itulah yang memiliki cahaya.“Ehh kok di ruang keluarga lampunya nyala, apa jangan-jangan malingnya lagi beraksi di sana?” gumamnya. Dengan perasaan takut, Nara pun berjalan perlahan menghampiri ruang keluarga yang tadi dia maksud.Pupil matanya melebar, saat mendapati segerombol pria yang memakai pakaian serba hitam sedang berkumpul di ruang keluarga rumahnya. “Si-siapa mereka,” gumamnya pelan. Nara semakin melebarkan matanya, ketika melihat lantai ruang keluarganya yang penuh dengan darah. “A-apa warna merah yang berceceran di lantai ini.”Nara menajamkan pandangannya pada segerombolan pria yang sekarang masih berdiri di ruang keluarganya, pandangannya itu lalu turun ke bawah kaki pria-pria itu dan betapa terkejutnya dia, saat melihat ada tiga orang yang terkulai lemah berada di bawah kaki mereka dengan penuh darah. Nara menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat menyadari bahwa orang-orang yang dipenuhi dengan darah itu adalah kedua orang tuanya dan juga adiknya.“Papa, mama, Najwa,” gumamnya lagi. Namun, sepertinya gumamannya itu didengar oleh salah seorang dari pria berpakaian hitam itu.Nara yang menyadari itu langsung berjongkok dan bersembunyi di balik sofa besarnya. Dia menutup rapat mulutnya dengan kedua tangannya, karena jika tidak seperti itu dia yakin orang-orang itu pasti akan mendengar tangisannya.“Jo, bukankah harusnya masih ada satu tikus lagi?” Suara dingin Zico yang merupakan bos dari segerombol orang itu mengagetkan Nara yang sedang berusaha untuk menghindar dan bersembunyi.“Benar Tuan, seharusnya masih ada satu lagi. Yaitu, putri sulung mereka yang bernama Nara,” jawab laki-laki bernama Jo, yang merupakan tangan kanan dari Zico.“Hmm, sepertinya tikus itu sekarang sedang bersembunyi, tapi sepertinya tikus kecil itu tidak bisa bersembunyi dengan baik.” Zico dengan perlahan melangkahkan kakinya mendekati sofa besar tempat Nara bersembunyi.Nara yang mendengar ucapan Zico langsung bergetar ketakutan. Air matanya mengalir dengan derasnya, dia masih berusaha untuk menutup mulutnya agar tidak menimbulkan bunyi apa pun. Namun, ketika dia mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat ke arahnya, dia yakin bahwa satu dari orang itu telah menyadari keberadaannya. Nara menutup matanya, dia harus memutuskan sesuatu, tetap duduk di sana dan bersembunyi, atau sekuat tenaga melarikan diri.Detak jantungnya semakin bergemuruh saat menyadari langkah kaki yang semakin dekat ke arahnya. Dengan tekad yang sudah bulat, Nara membuka kembali matanya dan langsung berlari keluar dari ruang keluarga rumahnya itu.“Tuan, wanita itu. Sepertinya dia adalah Nara, putri sulung dari Aryo Suharja,” ucap Jo yang melihat Nara melarikan diri.Zico menunjukkan smirknya saat melihat Nara yang berlari dengan cepatnya tanpa menoleh lagi ke belakang. “Larilah tikus kecil! Mau sejauh mana pun kau melarikan diri, kau pasti akan aku tangkap,” ucapnya dengan seringai di bibirnya.“Dengar Jo, kejar gadis itu sampai dapat. Karena aku tidak akan melepaskan satu pun orang yang memiliki hubungan darah dengan Aryo Suharja!”“Baik Tuan.”***Nara menggeleng dengan air matanya yang berderai setelah mengingat kejadian tadi. Ia kembali mengintip dari balik pohon orang-orang yang sedang mengejarnya. Dia merasa semakin ketakutan saat melihat orang-orang berpakaian serba hitam itu mulai mendekat pada tempat persembunyiannya.“Papa, mama. Nara harus bagaimana, Nara takut,” ucapnya dengan terisak.Tidak ada jalan lain lagi, selain dia harus melanjutkan larinya dan menjauh dari iblis-iblis itu. Nara pun berdiri, dia berjalan mundur untuk memastikan terlebih dahulu bahwa orang-orang itu tidak melihatnya.Dug! Nara terperanjat dan langkahnya terhenti saat dia merasa telah menabrak tubuh seseorang, seketika jantungnya langsung berdetak dua kali lebih cepat.Dengan tubuh bergetar dan rasa takut dihatinya. Nara memberanikan diri mendongakkan wajahnya untuk melihat tubuh siapa yang dia tabrak. “K-k-kau,” ucapnya terbata dengan pupil matanya yang melebar, saat mengetahui siapa orang yang sudah dia tabrak.ด้านไต้ฝูหรงนั้นตอนนี้อยู่ในที่ปลอดภัยและมีทหารคุ้มกันอย่างแน่นหนา นางเดินวนไปวนมาอยู่ในเรือนเพื่อรอฟังข่าวของกงเหล่ยเกาฮ่องเต้หนีหัวซุกหัวซุนด้วยความหวาดกลัว แต่ไม่่ว่าจะหนีไปทางไหนก็มีแต่เหล่าทหารไล่ล่าเขา เกาฮ่องเต้ถึงกับก้าวขาไม่ออก ไม่คาดคิดว่าตนเองจะมีวันนี้เดิมทีเขาสะกดวิญญาณของกงอวี้ไปแล้ว และไม่เชื่อว่ากงเหล่ยจะสามารถสังหารตนได้แต่ยามนี้เขารู้แล้วว่าตนเองคิดผิดเกาฮ่องเต้เริ่มลนลานด้วยความหวาดกลัว เขาไม่สนใจคำเตือนของทหาร วิ่งหนีออกมาจากวงล้อมป้องกัน สุดท้ายเมื่อได้เห็นคนตรงหน้าที่กำลังยื่นดาบพาดบนลำคอของเขา เกาฮ่องเต้ก็ถึงกับก้าวขาไม่ออก"เจ้า!""ไม่ได้พบกันานเลยนะ ท่านลุงเกา!"เกาฮ่องเต้มือไม้สั่นเทิ้มไปหมด เมื่อนึกถึงศีรษะของเกาข่ายบุตรชายอันเป็นที่รักซึ่งถูกกงเหล่ยสังหาร เขาก็กัดฟันกรอด"ข้าจะฆ่าเจ้า เอาหัวเจ้ามาเซ่นสังเวยให้กับวิญญาณของบุตรชายข้า!"กงเหล่ยเมื่อได้ฟังกลับส่งเสียงหัวเราะออกมา เกาฮ่องเต้ที่เห็นอย่างนั้นเหงื่อเย็นก็ไหลซึมออกมาเต็มแผ่นหลัง กงเหล่ยยกมือขึ้นส่งสัญญาณ หลัวเยี่ยก็พุ่งเข้าจัดการสังหารทหารและแม่ทัพใหญ่ของเกาฮ่องเต้ตกตายไปจนหมด เกาฮ่องเต้ร้องคำรา
สงครามจบสิ้นลง ทหารของเกาข่ายล้วนถูกสังหารจนหมดสิ้นไม่เหลือซาก ครั้งนี้กงเหล่ยไม่ได้ใจดีเฉกเช่นครั้งก่อน ที่จะเก็บทหารจงรักภักดีกลับใจเอาไว้ใช้งาน อย่างไรทหารพวกนั้นก็ถูกเกาฮ่องเต้ฝึกฝนมานานหลายสิบปี ไม่เหมือนกับชาวบ้านที่มีใจภักดี เขาจึงไม่คิดจะเก็บเอาไว้แม้เพียงคนเดียวแคว้นเซี่ยตอนนี้กลับสู่ความสงบเฉิงซานและหลัวเยี่ยนั้นได้รับบาดเจ็บไม่มากนัก แต่ทว่าเซียวเย่กลับได้รับบาดเจ็บที่แขนเป็นแผลใหญ่ กว่าจะห้ามเลือดได้ต้องใช้เวลาอยู่นาน โชคดีที่เขาไม่ได้เสียแขนไป ไต้ฝูหรงและท่านหมอจ้าวสลับกันช่วยดูแลเขา เซียวเย่นอนอยู่บนเตียง ใบหน้าหล่อเหลาซีดเผือดเล็กน้อย เขาเอ่ยขอบคุณท่านหมอจ้าว ก่อนจะหันมาเอ่ยกับไต้ฝูหรง"ศิษย์น้องเล็ก ข้าปลอดภัยดีแล้ว เจ้าไปดูศิษย์ใหญ่กงเถอะ หากเจ้ายังไม่ไปอีก พี่ใหญ่กงคงได้ตามมากระทืบข้าซ้ำแน่ ข้ายังไม่อยากถูกเขากระทืบจนตายหรอกนะ สตรีในหอนางโลมยังรอข้าอยู่"ไต้ฝูหรงหัวเราะออกมาเล็กน้อย แม้นางจะแต่งงานกับกงเหล่ยแล้ว แต่เซียวเย่ยังคงยืนยันที่จะเรียกนางว่าศิษย์น้องเล็ก นางเองก็ไม่ถือสาอันใด อย่างไรสำหรับนางแล้ว เขานับว่าเป็นพี่ชายที่แสนดีสำหรับนางเมื่อทุกคนปลอดภัยไร้กัง
ไต้ฝูหรงตกใจจนแทบสิ้นสติ นางหันมองซ้ายขวาตอนนี้มีแต่ห่าธนูที่พุ่งเข้ามาหมายจะสังหารพวกนาง แต่ยามนี้ไม่อาจปล่อยให้ท่านเฉิงซุนอยู่ที่นี่ต่อได้ โลหิตของเขาไหลออกมามากเกินไป ต้องหาทางผ่าเอาลูกธนูออกและห้ามเลือดโดยเร็วที่สุด!ไต้ฝูหรงสูดลมหายใจเข้าลึก ก่อนจะตัดสินใจประคองท่านเฉิงซุนขึ้นมาและพาเขาเดินฝ่าลูกธนูออกไปโดยมีเหล่าทหารที่ยังรอดชีวิตคอยคุ้มกัน ท่านเฉิงซุนยังไม่ได้หมดสติ เขาจ้องมองสตรีข้างกายที่ประคองตนเดินฝ่าลูกธนูอย่างไม่เกรงกลัวด้วยความรู้สึกที่หลากหลาย"นะ นายหญิง ปล่อยข้าเอาไว้บนนี้เถอะขอรับ! "ไต้ฝูหรงเม้มริมฝีปากแน่น นางพาเฉิงซุนลงมาด้านล่างได้อย่างปลอดภัย ก่อนที่เขาจะหมดสติไป พลันได้ยินเสียงของนางเอ่ยกับเขาด้วยน้ำเสียงที่สั่นเครือ"ข้าไม่มีวันทิ้งท่าน พวกเราถ้าอยู่ก็อยู่ด้วยกัน ถ้าตายก็ต้องตายด้วยกัน กงเหล่ยยังอยู่ข้างนอก เขาเคารพท่านดั่งบิดา ข้าเองก็เช่นกัน เฉิงซานหลานของท่านและแม่ทัพทุกคนก็ยังรอให้ท่านต้อนรับพวกเขากลับเข้าเมืองหลังจากพวกเรารบชนะ หากท่านตาย ข้าคงไม่อาจมองหน้าพวกเขาได้ ท่านจะต้องอดทนไว้นะเจ้าคะ ข้าจะไม่มีทางยอมให้ท่านตายเด็ดขาด!"ท่านเฉิงซุนยิ้มอย่างอ่อ
เสียงต่อสู้ดงกึกก้องไปทั่วทุกหย่อมหญ้า ยามนี้กองทัพแคว้นเซี่ยกำลังสู้รบกับกองทัพของเกาข่ายอย่างไม่กลัวตาย พวกเขาใช้สมุนไพรพิษที่ไต้ฝูหรงมอบให้นำไปอาบย้อมบนอาวุธ ก่อนจะเข้าห่ำหั่นกับศัตรู กงเหล่ยควบม้าห้อตะบึงอยู่ท่ามกลางซากศพของเหล่าทหารทั้งสองฝ่าย ใบหน้าหล่อเหลามีโลหิตสาดกระเซ็นเปรอะเปื้อนเป็นวงกว้าง ขับเน้นให้ใบหน้าเย็นชาของเขาดูดุดันขึ้นไปอีกหลายเท่าวิธีของไต้ฝูหรงนั้นใช้ได้ผล ทหารของฝ่ายตรงข้ามเพียงถูกพิษนั้นเข้าสู่โลหิตไม่นานก็ค่อยๆอ่อนแรงและล้มตายลงไปในที่สุด เพียงไม่นานกำลังทหารของเกาข่ายก็ลดลงไปมากกว่าครึ่งเกาข่ายมองภาพเบื้องหน้าด้วยแววตาตื่นตระหนก เห็นๆอยู่ว่าแรกเริ่มนั้นเขาเป็นฝ่ายได้เปรียบอยู่แท้ๆ แต่แล้วเหตุใดสถาณการณ์จึงพลิกผันเช่นนี้เล่าชายหนุ่มกัดฟันกรอด พลางมองไปเบื้องหน้า "ห้ามถอย ต้องตัดหัวกงเหล่ยและสังหารทหารแคว้นเซี่ยให้จงได้!"เขาเอ่ยด้วยน้ำเสียงเย็นเยียบ พลางกำมือแน่น ชายหนุ่มรู้สึกว่ามีบางอย่างผิดปกติแต่ไม่รู้ว่าผิดปกติตรงที่ใด เขาไม่เข้าใจว่าเหตุใดวันนี้ทหารแคว้นเซี่ยจึงใช้ผ้าปิดบังใบหน้าเอาไว้ครึ่งหนึ่ง เผยให้เห็นเพียงดวงตา หรือว่าพวกมันกลัวตาย หากว่าเจ้าน
ไต้ฝูหรงมุ่งหน้ามายังภูเขาลูกหนึ่ง ซึ่งตั้งอยู่ใกล้กับวัดบนเขา ห่างจากเมืองหลวงของแคว้นเซี่ยมาไม่ไกลมากนัก ฮูหยินผู้เฒ่าให้เหล่าทหารติดตามมาพร้อมสาวใช้อีกหลายคน ไม่นานรถม้าก็หยุดลง ไต้ฝูหรงจึงรีบลงจากรถม้าพร้อมกับเอ่ยกำชับสาวใช้และทหาร"พวกเจ้าคงจำลักษณะของสมุนไพรที่ข้าบอกเอาไว้ก่อนหน้านี้ได้แล้ว
กงเหล่ยรีบเปลี่ยนมาสวมชุดเกราะ ก่อนจะมุ่งหน้ามายังค่ายทหารในช่วงกลางดึก เมื่อมาถึงก็พบว่าตอนนี้เหล่าทหารต่างเตรียมพร้อมเรียบร้อยแล้ว สีหน้าทุกคนมีความมุ่งมั่นปรากฏชัดบนใบหน้า ไม่มีความเกรงกลัวใดใดให้เห็นเลยแม้แต่น้อย มีเพียงความฮึกเหริมและพร้อมออกรบเพื่อปกป้องแว่นแคว้น กงเหล่ยยืนอยู่เบื้องหน้าเหล
หมิงหร่วนที่ได้ยินเช่นนั้นใบหน้าก็เริ่มซีดเผือด "พี่กง ท่านเอ่ยอันใดกัน เป็นเพราะนัง เอ่อ ไต้ฝูหรงดูแลไป๋ซีไม่ดีต่างหาก มันเป็นความผิดของนางแท้ๆ แล้วเหตุใดท่านพี่กงจึงมากล่าวโทษคู่หมั้นเช่นข้าเล่า!"กงเหล่ยส่งเสียงเหอะในลำคออย่างดูแคลน ก่อนหน้านั้นหลังจากที่ไต้ฝูหรงและไป๋ซีออกจากค่ายทหารไปไม่นาน เ
หลายวันที่มาอยู่แคว้นเซี่ยนั้น ไต้ฝูหรงเอาใจใส่ฮูหยินผู้เฒ่าและทุกคนในจวนตระกูลกงอย่างใส่ใจ ฮูหยินผู้เฒ่าและนางหลี่ที่เห็นว่าไต้ฝูหรงมีนิสัยน่าคบหาจึงไม่ได้รังเกียจอันใด เพียงแต่ติดปัญหาเดียวอยู่ในตอนนี้ก็คือหมิงหร่วน ตระกูลกงและตระกูลหมิงเป็นสหายสนิทกันและยังมีสัญญาหมั้นหมายของสองตระกูลมาตั้งแต่ว











