ย้อนเวลามาเป็นว่าที่พระชายาที่ถูกลืมของตัวร้าย

ย้อนเวลามาเป็นว่าที่พระชายาที่ถูกลืมของตัวร้าย

last update最終更新日 : 2025-12-01
言語: Thai
goodnovel16goodnovel
10
1 評価. 1 レビュー
98チャプター
14.5Kビュー
読む
本棚に追加

共有:  

報告
あらすじ
カタログ
コードをスキャンしてアプリで読む

概要

นางเอกเก่ง

ทะลุมิติ/ย้อนยุค/ย้อนเวลา

ทำอาหาร

หมอผู้มีพรสวรรค์

ท่านอ๋อง

แม่ทัพ

ข้ามไปในนิยาย

พื้นที่พิเศษ

นักดับเพลิงหญิงที่ผันตัวมาเป็นเจ้าของร้านอาหารแบบ Farm to Table ที่ลงมือทำเองทุกอย่างในโลกยุคปัจจุบัน จู่ๆ ก็ตื่นขึ้นมาพบว่าตัวเองกลายเป็นตัวประกอบหญิงในนิยายที่อ่านไปได้จนเกือบจบเรื่อง เธอกลายมาเป็นตัวละครที่ควรจะตายไปตั้งแต่บทแรก ‘เสิ่นลี่อิง’ คุณหนูที่ตายระหว่างเดินทางไปแต่งงานกับหนิงอ๋อง เจ้าของฉายาเทพสงครามแห่งแคว้นตู้ตัวร้ายของเรื่อง ทีแรกเธอต้องการจะใช้ชีวิตอย่างสงบสุขกลืนหายไปในเมืองเล็กๆ ที่ห่างไกลจากเมืองหลวงนี้ แต่เรื่องราวกลับไม่ง่ายเช่นนั้น เพราะเจ้าลูกชายในวัยเกือบสามหนาวของตัวร้ายดันมาสลบอยู่หลังบ้านเธอซะได้ เด็กคนนี้เป็นตัวแปรสำคัญที่ทำให้ตัวร้ายถลำลึก หากปล่อยไปให้อาจารย์ของพระเอกมาเจอและนำไปเลี้ยงดู แผนอันแยบยลที่บีบให้พ่อลูกต้องฆ่ากันจำต้องเกิดขึ้น เมื่อหนิงอ๋องได้รู้ว่าศัตรูที่ตนสังหารคือบุตรชายเพียงคนเดียว เมื่อนั้นสงครามที่ยาวนานก็ไม่อาจหลีกเลี่ยงได้ จากเทพสงครามที่น่ายำเกรงกลับกลายเป็นทรราชผู้ถูกเกลียดชัง ไม่ได้การล่ะ ถ้าสงครามเกิดขึ้นต่อให้เธอหลบไปอยู่ไกลปืนเที่ยงเพียงไหนก็คงไม่อาจรอดพ้นความเลวร้ายของสงครามได้ แม้จะยังไม่ได้กราบไหว้ฟ้าดินก็ขอทำหน้าที่แม่เลี้ยงเฉพาะกิจปกป้องดูแลเด็กคนนี้จนกว่าจะถึงเวลาที่สมควร

もっと見る

第1話

บทนำ โลกใบใหม่

“Aku khilaf, Dik ….”

“Gimana bisa khilaf sampai sejauh itu, Mas …?”

“Maaf ….”

Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku ikut terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya.

Mas ... sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah kau, saat anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya, menolong mengangkat derajat keluarganya?

Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam ...?

Dosa apa yang kami buat sampai menanggung ujian ini, ya Rabb ….

Aib suamiku ini, kami berdua bicarakan sambil berbisik di kamar, duduk berhadap-hadapan.

Seberapa pun berat, aku tak ingin anak-anak yang begitu menghargai ayahnya turut terpukul atas kejadian ini.

.

.

Tiga tahun lalu ....

“April akan kami jaga, Bu. Tidak usah Ibu khawatir. Kebetulan waktu saya juga banyak di rumah, jadi insyaallah masih bisa mengawasi pergaulannya.”

“Saya cuma khawatir, Mbak Aya. April ini biasa di kampung, takutnya kaget trus kebablasan gaul di kota," cemas wanita yang terlihat lebih tua dari usianya itu.

Aku paham karena memang anak gadisnya itu berparas cantik alami.

Untuk meyakinkan niat kami membantu masa depan April, suamiku ikut bicara, “Kalau bersama kami, nanti setelah lulus SMA April boleh lanjutkan kuliah, Bu. Nanti akan saya biayai, biar setelah itu dia bisa bekerja."

Aku mengangguk, menyetujui perkataan suami, karena ini memang keputusan kami berdua. Sudah niat lama kami ingin membagi rezeki, mencari orang dari keluarga tidak mampu dan akan membantunya meraih cita-cita, sampai ia sukses.

“Syukurlah kalau begitu, saya memang berharap dari lima anak, ada satu saja yang bisa sekolah tinggi. Bagaimana kamu, Pril, mau?” tanya wanita itu pada putrinya.

Gadis berlesung pipit itu banyak menunduk. “Terserah Mamak ja, kalau Mamak setuju April mau.”

Aku dan suami lega saat kami bisa membawa gadis itu pulang bersama. Tubuhnya mungil, berkulit kuning langsat, rambut gelombang sebahu berwarna kecoklatan, ia gadis cantik alami, sayang sekali kalau sampai putus sekolah karena ketiadaan biaya. Kami tahu keadaan keluarganya ini dari seorang saudara, gadis itu terpaksa membantu ibunya menyadap karet dan akan putus sekolah di kelas dua SMA.

Berjalannya waktu bersama kami, April lulus dengan prestasi cukup baik. Meski sempat kaget dengan pelajaran di sekolah kota tak membuatnya ketinggalan jauh. Kegigihannya belajar dan membantuku dalam pekerjaan rumah membuatku jatuh hati. Aku menyayanginya seperti anak sendiri, sebab ia seumuran dengan Almira, si sulung. Empat anakku semuanya perempuan, dan hubunganku dengan mereka seperti teman.

Saat membeli pakaian untuk yang lain aku juga pasti membelikan untuk April, begitu pun makanan apa yang kami makan ia bebas makan juga.

Sesuai janji kami menguliahkannya, meski bersamaan dengan Almira juga kuliah, dan adiknya Syifa masuk SMP, kami tak kesulitan biaya.

Usaha jual aneka kayu, dan pabrik bata masih lancar. Almira ke ibu kota, pilih jurusan kedokteran di kampus ternama, ia tinggal di kos dan akan jauh dari kami. Sedangkan April masuk akademi diploma tiga komputer Kota Cantik ini.

Seminggu lebih aku ke Jakarta, mengantar dan menemani Almira di awal masa perkuliahannya. Lalu kembali pulang setelah melihat anak itu begitu mandiri, dan rasanya siap hatiku lepas ia sendiri.

Hariku kemudian kembali menjalani rutinitas seperti semula. Sesekali ke pabrik bata yang berjarak tempuh satu jam naik mobil dari sini. Aku dan Mas Danang memang membagi waktu dan diri untuk usaha yang kami rintis bersama dari nol itu.

Selama ini kami berdua terkenal kompak dan sama-sama gigih. Namun, kesibukan membuatku ternyata lalai memerhatikan April.

“Sebelum berangkat usahakan sempatin nyuci, Pril.” Gadis itu lama-lama terlihat malas melakukan apapun di rumah.

“Maaf, Tante berapa hari ini April sibuk, banyak tugas.” Ia memang memanggilku tante, dan om untuk Mas Danang.

“Iya tante tahu, tapi paling tidak bangun lebih pagi, habis subuh itu sempatkan rendam pakaian trus giling. Pasti sempat, kok,” tegurku mengingatkan. Selain terlihat malas-malasan, ia juga sering pulang telat dari kampus, dan juga sering mengurung diri di kamar.

“Iya, Tan. April kerjakan sekarang.” Mukanya terlihat kurang suka ditegur.

Aku tidak bermaksud memaksanya bekerja, tapi berharap pengertiannya kalau kami di rumah ini memang harus saling membantu.

Tugas April sejak awal nyuci dan gosok. Dua anakku bersih-bersih rumah sampai halaman. Aku bagian bersih kamar sampai empat kamar mandi, masak juga, cuma kadang bagian terakhir itu kami lakukan bersama, sambil menyesuaikan dengan selera masing-masing. Para gadisku memang kulatih mandiri tanpa pembantu.

Begitu pun April, harusnya ia paham kami membantunya meraih ilmu, dan kehadiran juga diharap bisa meringankan pekerjaan rumah.

Berjalannya waktu, setelah ditegur April tampak melakukan dengan baik, tapi beberapa hari berikut ia akan terlihat enggan lagi mengerjakan tugas rumah. Pakaiannya sendiri pun ditumpuk di keranjang cuci, belum lagi gosokan sampai menggunung tiga hari tak dikerjakan.

Aku sengaja membiarkan ia mengerjakan sendiri tanpa terus-menerus menegur, terlihat dikerjakan juga meski wajahnya tanpa senyum.

Sejak dipercayakan bawa motor ke kampus di semester berikutnya, ia makin sering terlambat pulang, pernah sampai malam dan sulit dihubungi. Aku menegurnya cukup keras saat itu.

Kepercayaan awal yang begitu kuat sekejap menguap, saat aku menemukan bekas cairan kental di seprei April yang tergulung bersama pakaian dalam laki-laki, ada di keranjang cucian. Celana dalam itu milik Mas Danang!

Apa yang kutemukan bagai membuka mata ini, membuat jantung terasa diremas-remas. April habis apa ...? Dan pikiranku menduga-duga hal yang tidak baik telah terjadi.

Kusimpan curiga itu, menunggunya pulang.

“Assalamuallaikum,” salamnya lembut seperti biasa. Kuperhatikan tak ada yang aneh dengan jalan atau raut wajahnya.

Kujawab salam lalu membiarkannya membersihkan diri dulu.

Setelah mencuci kaki, tangan, dan minum, ia akan ke kamar dan aku mengikutinya.

“April, tante mau bicara.” Aku menahan pintu kamarnya. Ia terlihat terkejut, terlebih melihat sepreinya juga kubawa masuk.

Ia takut-takut melihatku, lalu duduk di sisi tempat tidur.

Langsung kubuka apa yang mengundang tanya di kepala. “Ini apa, Pril?”

Ia yang sudah gugup sedikit ternganga lalu meremas tangan, belum juga menjawab pertanyaanku. Pandangan ia jatuhkan pada lantai di depannya.

“Jawab, Pril! Kamu itu sudah dewasa, kamu pasti tahu apa maksud tante menanyakan ini!”

Seprei dan celana dalam bernoda di tanganku tampak membuatnya pucat pasi. Air mata April langsung luruh, bersamaan kalimat yang keluar dari bibirnya.

Dalam sekejap kurasakan dunia di sekitar langsung runtuh. April mengakui ada hubungan terlarang antara ia dan suamiku!

.

.

.

“Maafkan aku, Dik ….”

Isakku belum jua reda, mendengar kalimat Mas Danang masih memuntahkan kata maaf. Kejadian hari ini memukulku telak. Menghancurkan semua yang kami bangun dalam sekejap mata.

Diri bagai gelas kaca yang dilemparkan ke tembok, hingga hancur berkeping-keping.

“Kenapa Mas tidak terus terang kalau memang mau nikah lagi …? Mungkin Aya akan lebih ikhlas, persiapkan diri, dan … tidak akan sesakit ini.”

“….” Ia terdiam.

“Aya butuh waktu untuk memikirkan bagaimana ini ke depannya ....” Kuusap sisa air mata, menarik napas panjang, embuskan pelan. Berusaha kuasai diri agar tetap tenang.

Anak-anak begitu menghormati Mas Danang, ia panutan mereka. Apalagi di lingkungan ini suamiku dipercaya memimpin warganya sebagai ketua RW, dan ia belum lama ini disanjung sukses memimpin pembangunan rumah ibadah besar di daerah ini. Kepandaian Mas Danang melobi dan punya banyak relasi memudahkan segala urusannya.

Aku tak habis pikir, kenapa sebelum berbuat khilaf terbesar ini ia tak berpikir jauh. Nama baiknya kini menjadi pertaruhan.

Ya Rabb, kuatkan hamba mengambil keputusan terbaik ....

もっと見る
次へ
ダウンロード

最新チャプター

続きを読む

レビュー

Natsumei
Natsumei
เรื่องนี้กี่ตอนจบอ่ะคะ สนุกดีเปาเปาน่ารักมาก
2025-11-22 17:31:41
1
1
98 チャプター
บทนำ โลกใบใหม่
บทนำ โลกใบใหม่“คุณหนูเจ้าคะหนีไปเจ้าค่ะ บ่าวจะถ่วงเวลาให้คุณหนู คุณหนูวิ่งหนีไปให้ไกลที่สุด ไม่ต้องสนใจบ่าว”“หากข้าทิ้งเจ้าไป ข้าจะถือว่าเป็นเจ้านายอย่างไร วิ่งมากับข้า ตามข้ามาเดี๋ยวนี้”“ไม่ได้เจ้าค่ะคุณหนู บ่าวต้องอยู่ถ่วงเวลาให้คุณหนูตรงนี้ คุณหนูเชื่อบ่าวเถอะนะเจ้าคะ”“จะทำเช่นนั้นได้อย่างไร ข้าไม่ใช่เจ้านายใจร้าย หนีเอาตัวรอดคนเดียวเสียหน่อย”“คุณหนูเชื่อบ่าวนะเจ้าคะ หนีไป หนีให้รอด” เมื่อเห็นว่าทำอย่างไรบ่าวคนสนิทก็ไม่มีท่าทีว่าจะวิ่งตามมา เด็กสาววัยสิบหกปี ก็จำใจหันหลังแล้ววิ่งอย่างไม่คิดชีวิต เธอคือเสิ่นลี่อิง คุณหนูแห่งจวนเสนาบดีฝ่ายซ้าย ลูกสาวของฮูหยินเอก ผู้ซึ่งอยู่ในระหว่างเดินทางไปยังเมืองศักดินาของหนิงอ๋อง แม่ทัพตะวันตกแห่งแคว้นตู้ หากการเดินทางครั้งนี้เป็นเพียงการเดินทางท่องเที่ยว เสิ่นลี่อิงคงไม่ต้องเจอกับการไล่ล่าเช่นนี้ แต่เมื่อการเดินทางครั้งนี้มีจุดหมายคือการแต่งงานเชื่อมอำนาจระหว่างสองขั้วแข็งแกร่ง หลายฝ่ายจึงยอมไม่ได้ แม้กระทั่งในจวนของนางเอง ตำแหน่งว่าที่พระชายานี้ก็มิใช่ว่าไม่มีผู้ใดปรารถนาอยากครอบครอง หากแต่อยากได้เพียงใดก็ไม่มีใครที่คุ
続きを読む
บทที่ 1 หมู่บ้านริมชายป่า
บทที่ 1 หมู่บ้านริมชายป่า เสิ่นลี่อิงหันมองรอบตัวอีกครั้งเพื่อเก็บข้อมูลว่าตนเองตกลงมาอยู่ที่ใด อย่างไรนางก็ต้องหาวิธีปีนกลับไปยังรถม้าของเจ้าของร่างคนเดิม ไม่แน่ว่าอาจมีสิ่งของเหลือให้นางนำไปใช้ประโยชน์ต่อได้บ้าง อย่างน้อยก็ต้องหาเอกสารยืนยันตัวตนของบ่าวไพร่ที่ติดตามมาด้วย เพื่อสวมรอยใช้ชีวิตต่อเป็นพวกนาง หรือหากไม่จำเป็นต้องใช้ตอนนี้ ก็สามารถเก็บไว้ใช้เข้าเมืองยามเดินทางไกลที่นี่เป็นน้ำตกตามธรรมชาติ ไม่ใช่สถานที่ท่องเที่ยวแบบภพเก่า…ต้องเหนื่อยอีกแล้วล่ะสิ เสิ่นลี่อิงถอนหายใจไว้อาลัยให้ตัวเอง เมื่อมองขึ้นไปเห็นทางเขาที่จะต้องเดินย้อนกลับไป ทั้งร่างเจ็บปวดไปหมด แต่เพราะตัวนางเคยเป็นนักดับเพลิงมาถึงยี่สิบปี จึงสามารถกัดฟันข่มความเจ็บและมุ่งทำภารกิจให้สำเร็จได้ ยิ่งภารกิจนั้นทำเพื่อประโยชน์ของตัวนางเอง ซาร่าในร่างเสิ่นลี่อิงยิ่งยอมแพ้ไม่ได้ นางตัดสินใจเดินขึ้นเขาทั้งที่เสื้อผ้ายังเปียกอยู่ หากนั่งผิงไฟรอให้แห้งคงมืดค่ำเสียก่อน ระยะเวลาที่จะได้ออกจากป่าแห่งนี้ก็ต้องยืดออกไปอีก เมื่อไม่มีอุปกรณ์ปีนเขาติดตัวมาด้วยเช่นนี้ นางจึงต้องพาร่างของเสิ่นลี่อิงเดินอ้
続きを読む
บทที่ 2 ย่อมต้องมีพรวิเศษ
บทที่ 2 ย่อมต้องมีพรวิเศษ ภายในห้วงฝันนางเห็นภาพหมอกควันจางๆ ล่องลอยอยู่รอบตัว จนอดตกใจไม่ได้ว่าสิ่งศักดิ์สิทธิ์อาจรู้แล้วว่าหลังจากเสียชีวิตนางไม่ได้ไปยังปรโลก แต่ดันมาเข้าร่างคนอื่นแทน ซาร่าจึงหลับตาลงแน่น หวังว่าหากนางหลับไปอีกครั้งอาจตื่นขึ้นมาในร่างของเสิ่นลี่อิงตามเดิม“ซาร่า แม่นางซาร่า ลืมตาขึ้นเถิดข้ามาได้ไม่นานนัก” เสียงเย็นยะเยือกกล่าวออกมา“อย่าส่งข้ากลับไปเลยนะเจ้าคะ ข้ายังไม่อยากตาย” นางกล่าวขึ้นพร้อมๆ กับรีบลืมตามามองชายตรงหน้าที่ไม่รู้ว่ามาตั้งแต่เมื่อไหร่“เลิกพูดไร้สาระสักที ใครจะส่งเจ้ากลับกัน” ชายผู้นั้นตอบออกมาพร้อมกับใช้ข้อนิ้วมือเคาะมาที่หัวของนางแรงๆ สองที“ใครจะไปรู้ท่านอาจจะมาตามข้ากลับไปปรโลกก็ได้นี่มันโลกนิยายไม่ใช่โลกความจริงสักหน่อย ข้าหลุดมาในนี้ก็คงเกิดเรื่องปั่นป่วนขึ้นบ้างนั่นแหละ”“เจ้านี่มันสำคัญตัวผิดเสียจริง การข้ามภพเช่นนี้เป็นเรื่องปกติของเซียนที่ถูกลงโทษ มีภารกิจ หรือแม้แต่เซียนที่ต้องการลงมาเล่นสนุกอย่างเจ้า เห้อ” ชายผู้นั้นถอนหายใจออกมาก่อนจะยกมือขึ้นมากอดอก เซียนอะไรวะ ท่าจะบ้า มันมีที่ไหน หรือจริงๆ แล้วฉันแค่กินเยอะไปแล้วฝัน ไม่ได้เ
続きを読む
บทที่ 3  เป็นน้องข้าไม่ต้องกลัวใครหน้าไหน
บทที่ 3 เป็นน้องข้าไม่ต้องกลัวใครหน้าไหน เสิ่นลี่อิงนั่งเป็นลูกมือให้กับพี่จินเหมย นางสั่งให้ทำอะไรหั่นแบบไหน เสิ่นลี่อิงก็จัดการให้อย่างรวดเร็ว แม้นางจะเปิดร้านอาหารมาได้สามเกือบสี่ปี แต่ก่อนหน้านี้นางก็ชอบทำอาหารเป็นชีวิตจิตใจอยู่แล้ว เรื่องนี้ต้องยกความดีความชอบให้กับคุณแม่และคุณย่าของซาร่าในชาติภพก่อน แม่ของซาร่าเป็นหญิงชาวไทยที่มาแต่งงานกับคนต่างชาติ ซาร่าจึงมีความสามารถในการทำอาหารไทยที่เรียนรู้มาจากแม่ และอาหารฝรั่งที่ได้เรียนรู้มาจากคุณย่า จินเหมยลอบมองมายังเสิ่นลี่อิงจนนางรู้ตัว ลี่อิงจึงได้เงยหน้าขึ้นสบตาเผื่อว่าพี่จินเหมยจะมีอะไรให้นางช่วยอีก“พี่จินจะเอาอะไรหรือเดี๋ยวข้าไปหยิบให้” นางวางมีดที่กำลังซอยผักลงบนเขียง“เปล่าหรอก ข้าแค่เห็นว่าเจ้าใช้มีดคล่องแคล่วดีเท่านั้น โล่งใจไปที ข้านึกว่าจะต้องสอนเจ้าใหม่เสียทั้งหมด” จินเหมยที่กำลังขอดเกล็ดปลายิ้มให้กับนาง“ข้าก็ไม่แน่ใจเหมือนกัน เพียงแต่พอพี่บอกให้หั่นมือมันก็ไปเองน่ะ ข้าอาจจะชอบทำกับข้าวก็ได้” เสิ่นลี่อิงเอ่ยแก้ต่างให้ตัวเองอย่างว่องไว และหยิบวัตถุดิบต่างๆ ที่หั่นเรียบร้อยแล้วส่งให้พี่จิน จิ
続きを読む
บทที่ 4 เด็กที่ไหนกัน
บทที่ 4 เด็กที่ไหนกัน หลังจากที่นำของกลับไปเก็บที่บ้านพี่จินเรียบร้อยแล้ว หญิงชาวบ้านผู้ใจดีจึงเตรียมถังใส่น้ำ และพานางไปยังลำธาร คราแรกลี่อิงคิดว่าจะเป็นลำธารที่อยู่ติดกับบ้านของนาง แต่จินเหมยกลับพานางเดินมาอีกทาง ซึ่งเป็นลำธารอีกสายที่อยู่ห่างกันไม่ไกลนัก แต่มีความลึกมากกว่า “เดี๋ยวช่วยกันตักน้ำไปใส่ตุ่มบ้านเจ้า เจ้าอยู่คนเดียวให้ข้าช่วยขนไปใส่ตุ่มไว้เพื่ออาบน้ำแล้วกัน”“เจ้าค่ะพี่จิน”ตอนแรกนึกว่าจะพามาอาบน้ำในลำธารสรุปคือให้ตักใส่ตุ่ม ยังไม่ได้ดูเลยแฮะ…บ้านเรามีตุ่มหรือเปล่าเนี่ย... เมื่อขนน้ำมาใส่ไว้จนเต็มตุ่มแล้ว พี่จินจึงได้บอกนางว่า น้ำไว้ซักล้างก็ให้ใช้ลำธารหลังบ้านนางเอา เพราะลำธารหลังบ้านของนางตื้นเกินไปตักแล้วต้องรอตะกอนลงไปนอนก้น หากต้องการใช้อาบทันทีจะไม่สะดวก เมื่อเสร็จเรียบร้อยพี่จินจึงขอตัวลากลับบ้าน เพื่อไปจัดการให้อาหารไก่ และดูแลพืชผักสวนครัวที่นางปลูกไว้ตามรั้วบ้าน เสิ่นลี่อิงไม่ได้รั้งจินเหมยไว้ นางเองก็มีหลายสิ่งที่ต้องจัดการในบ้านหลังนี้เช่นกัน ลี่อิงจึงเดินสำรวจรอบบ้านโดยละเอียดอีกครั้ง ที่ดินที่อยู่ติดกับบ้านหลังนี้มีความอุดมสมบูรณ์ดี
続きを読む
บทที่ 5 ลองใช้น้ำกลิ่นจันทร์กับคนดู
บทที่ 5 ลองใช้น้ำกลิ่นจันทร์กับคนดู เมื่อวางเด็กน้อยลงบนเตียงกว้างเสิ่นลี่อิงก็นำตะเกียงมาจุดให้แสงสว่างกับนางในการตรวจร่างกายทันที ระหว่างนั้นลี่อิงได้กลิ่นแปลกๆ ออกมาจากตัวเด็กคนนี้ กลิ่นนั้นถึงขั้นทำให้นางต้องขมวดคิ้วแน่นเลยทีเดียว เหงื่อผุดขึ้นมาตามกรอบหน้าและซอกคอของร่างเล็กๆ ที่ลี่อิงลองพิจารณาดูแล้วน่าจะมีอายุประมาณสองหนาวยังไม่เกินสองหนาวครึ่งเสียด้วยซ้ำ วิญญาณความเป็นนักดับเพลิงที่ต้องเรียนรู้การปฐมพยาบาลมาหลายรูปแบบเริ่มจุดติดขึ้นมาทันที ใบหน้าเล็กๆ ซีดขาวไร้สีเลือดเนื้อตัวเย็นเฉียบ ปลายเล็บสีคล้ำม่วง แผลที่ศีรษะนั้นดูไม่รุนแรงเท่าใดนัก แต่ด้วยอายุของเด็ก ลี่อิงล้วงมือหยิบไฟฉายจากมิติออกมาส่องรูม่านตา แล้วก็รู้สึกโล่งใจที่ม่านตาขยายหดรับแสงอย่างปกติ สมองคงมิได้กระทบกระเทือนอันใด“ฮือออ ป้า นม เปาเปาขอโทษ อื้ออ หนาวๆๆ” เสียงเล็กๆ นั้นละเมอออกมาอย่างน่าสงสาร ปากอ้าออกเล็กน้อยทำให้ลี่อิงเห็นสีที่ผิดปกติ นางใช้มือดูเหงือกด้านในพบว่ามีสีดำคล้ำปนสลับกับแดงก่ำน่ากลัวเหลือเกิน“พี่สาวขอดูเหงือกเจ้าหน่อยนะ” เมื่อได้ยินเด็กน้อยละเมอ นางจึงได้เริ่มบอกว่านางจะทำสิ่ง
続きを読む
บทที่ 6 คงต้องเลี้ยงไว้เสียแล้ว
บทที่ 6 คงต้องเลี้ยงไว้เสียแล้ว เสิ่นลี่อิงตื่นขึ้นเพราะรู้สึกได้ถึงสายตาที่กำลังจับจ้องนางอยู่ เป็นเด็กชายตัวน้อยคนเดิมนั่นเอง ท่าทางลูกของตัวร้ายดูสดใสขึ้นมากเลยทีเดียว ดวงตาใสกระจ่างจ้องมองมาหานางตาไม่กระพริบ“ตื่นแล้วหรือ พระอาทิตย์ยังไม่ทันขึ้นดีเลย” นางลุกขึ้นมานั่งมองเจ้าเด็กน้อยคนนี้กลับบ้าง“ตื่นแล้ว ขอรับ ขอบคุณ พี่สาว” เด็กเล็กตรงหน้าพูดช้าๆ ทีละพยางค์สองพยางค์ อาจเพราะต้องการออกเสียงให้ชัดเจนครบทุกคำน่ารักจังเลย…แก้มอ้วนน่าหยิกจริงๆ มือเลื่อนไปไวกว่าความคิดเสิ่นลี่อิงใช้นิ้วบีบแก้มที่มีเลือดฝาดแล้วไปเบาๆ แต่เด็กน้อยกลับกรีดร้องออกมาทันที“ฮือออ ปล่อยๆ เปาเปาเจ็บ ขอโทษๆ” เขาพูดพร้อมๆ กับวิ่งหนีไปที่ริมกำแพงห้องนอนแคบนี้ เสิ่นลี่อิงตกใจและก่นด่าตัวเองไปด้วย ก็เห็นว่าเด็กมีรอยหยิก ทำไมต้องมือไวขนาดนี้ด้วย ต้องทวนเรื่องจิตวิทยา กับความรุนแรงในเด็กแล้วเรา ทำงานมายี่สิบปีเรื่องแค่นี้ลืมได้ไง“พี่สาวขอโทษ พี่สาวเพียงเห็นว่าแก้มของเจ้ามีสีแดงน่ารักก็เท่านั้น เจ้าเจ็บหรือ พี่สาวไม่ทำอีกแล้วดีหรือไม่” นางเอ่ยปลอบโยนเด็กน้อยตรงหน้า ไม่ได้ขยับเข้าไปใกล้ให้เด็กน้
続きを読む
บทที่ 7 แม่เป็นเช่นไร ลูกเป็นเช่นนั้น
บทที่ 7 แม่เป็นเช่นไร ลูกเป็นเช่นนั้น เสิ่นลี่อิงพาเปาหลงไปอาบน้ำ และบอกให้เขารออยู่ที่บ้านก่อน เพราะนางนำเสื้อยืดของนางจากในมิติมาให้เขาใส่แทนชุดที่เลอะอุจจาระตั้งแต่เมื่อคืนนี้ จึงคิดจะไปขอเสื้อผ้าชุดเดิมของลู่เว่ยมาให้เปาหลงยืมใส่เสียก่อน“ข้าจะไปยืมเสื้อผ้ามาให้เจ้าใส่ ชุดเช่นนี้ใส่ออกไปข้างนอกไม่ได้รู้หรือไม่”“ขอรับ พี่สาวอย่าทิ้งเปาเปาไปนะ”“ไม่ทิ้งอยู่แล้ว พี่สาวสัญญา” นางยื่นนิ้วก้อยออกไปตรงหน้า เปาเปาน้อยขมวดคิ้วไม่เข้าใจการกระทำของนางแต่ก็ยื่นนิ้วก้อยออกมาตามแบบที่เสิ่นลี่อิงทำ“ทำเช่นนี้เรียกว่าเกี่ยวก้อยสัญญา ข้าให้คำมั่นว่าจะไม่ทิ้งเจ้าไป” เสิ่นลี่อิงเกี่ยวนิ้วเล็กๆ เข้ามา จากนั้นก็รีบไปขอเสื้อผ้าที่บ้านของจินเหมยทันที...“พี่จิน! อยู่หรือไม่เจ้าคะ” นางตะโกนเรียกอีกฝ่ายออกไป“ว่าอย่างไร ข้ากำลังจะออกไปชวนเจ้าไปขึ้นเขาพอดี”“ข้าเพียงจะมาขอยืมเสื้อผ้าเก่าๆ ของลู่เว่ย พอจะมีบ้างหรือไม่ เมื่อคืนมีเด็กหลงมาที่บ้านของข้า คงต้องดูแลกันไปก่อน …” ลี่อิงเล่าออกไปให้อีกฝ่ายฟังบางส่วน รายละเอียดสำคัญอย่างแท้จริงไม่ได้กล่าวออกไปแม้เพียงครึ่งคำ“ได้ๆ รอเดี๋ยวน่าจะมีสักสองชุด
続きを読む
บทที่ 8 ดูเหมือนว่าเราจะมีวิธีหาเงินกันแล้ว
บทที่ 8 ดูเหมือนว่าเราจะมีวิธีหาเงินกันแล้ว หลังจากเดินออกมาได้ไม่นานเปาหลงก็ปาดคราบน้ำตาออกจากใบหน้าแล้วกลับมายิ้มร่าให้นางดังเดิมเสมือนว่าไม่มีสิ่งใดเกิดขึ้นห๊ะ!…แสดงหรือนั่น “เปาเปาไม่เสียใจแล้วหรือ” ลี่อิงอดไม่ได้ที่จะต้องถามออกไป อารมณ์เปลี่ยนง่ายดายเช่นนี้ทำให้นางตกใจอยู่ไม่น้อย“ไม่ขอรับ”“ดีแล้วเช่นนั้นไปช่วยข้าเลือกของเข้าบ้านเถิด” สรุปว่าคงเป็นการแสดงจริงๆ บางครั้งเสิ่นลี่อิงก็ลืมไปเช่นกันว่าเด็กคนนี้เป็นอัจฉริยะ สามารถเป็นคู่ปรับที่สร้างความปั่นป่วนให้กับหนิงอ๋องได้อย่างเจ็บแสบ จนกระทั่งเสียรู้เพราะเล่ห์เหลี่ยมจากประสบการณ์มีไม่เท่าพ่อ...“หลงจู๊ มีฟูกขายหรือไม่ ข้าพึ่งย้ายมา ที่บ้านมีแต่เครื่องเรือนพื้นฐาน ยังขาดหลายสิ่งนัก” เสิ่นลี่อิงส่งรอยยิ้มกระจ่างแจ้งออกไปให้ชายในร้านที่ยิ้มหน้าบานเมื่อได้ยินว่าบ้านของนางยังขาดของหลายสิ่ง แม้นางจะนำชุดของบ่าวมาสวมใส่ หากแต่สะอาดสะอ้านเนื้อผ้าคุณภาพดีย่อมสะท้อนให้ผู้คนคิดว่านางมีเงิน“เชิญ เชิญ แม่นางมาเลือกซื้อให้ตนเองหรือซื้อให้เด็กน้อยผู้นี้ด้วยขอรับ”“ซื้อให้เปาเปาด้วย” เปาเปาที่ได้รับคำสั่งว่าให้ช่วยนางเลือก
続きを読む
บทที่ 9 หมูผัดขึ้นฉ่าย น้ำแกงไก่ถู่โต้ว
บทที่ 9 หมูผัดขึ้นฉ่าย น้ำแกงไก่ถู่โต้ว ช่วงปลายยามเว่ยนางและเปาหลงที่กำลังเดินไปจะขึ้นเกวียนเทียมวัวของลุงไฉ่ก็ทันเห็นเกวียนจากร้านเครื่องเรือนและข้าวของอยู่เต็มไปหมดกำลังออกไปพอดี นางจึงร้องบอกย้ำว่าให้ไปที่หมู่บ้านหยางหลังท้ายสุด ส่วนตัวนางก็จ่ายเงินกับลุงไฉ่อุ้มเปาหลงขึ้นนั่งตักบนเกวียน“เจ้ามาพอดี หากเลยเข้าไปยามเซินข้าก็ไม่อยู่รอแล้ว”“วันนี้ต้องซื้อของมาก ขออภัยด้วยเจ้าค่ะ”เกวียนกลับยามเซินแปลว่าถ้าจะขายของตอนเย็นต้องมีเกวียนของตัวเอง เปาหลงก็ยังคงตื่นเต้นกับการนั่งวัวเทียมเกวียนเช่นเดิม ด้านเสิ่นลี่อิงที่นั่งประจันหน้ากับป้าผู่จานก็พลันรู้สึกไม่สบอารมณ์ขึ้นมาทันที ยังดีที่ครานี้ป้าผู่ไม่ได้มาสนใจจะหาเรื่องอะไรกับนางอีก ทุกคนจึงสามารถเดินทางกันได้อย่างสงบสุข เปาเปาน้อยวิ่งนำนางกลับบ้านเพื่อไปดูสิ่งของที่หาซื้อกันมาวันนี้ ระหว่างทางนางจึงไปบอกจินเหมยที่กำลังให้อาหารไก่ว่าให้พาครอบครัวของนางมาทานข้าวเย็นที่บ้านของนาง“ต้องมานะเจ้าคะ ข้าซื้อเนื้อมาเพื่อทำอาหารเลี้ยงขอบคุณพี่โดยเฉพาะ” มาถึงหน้าบ้านนางก็ให้คนส่งของช่วยยกฟูก ฉากกั้น และคันฉ่องเข้าไปภายในบ
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status