ログインนักดับเพลิงหญิงที่ผันตัวมาเป็นเจ้าของร้านอาหารแบบ Farm to Table ที่ลงมือทำเองทุกอย่างในโลกยุคปัจจุบัน จู่ๆ ก็ตื่นขึ้นมาพบว่าตัวเองกลายเป็นตัวประกอบหญิงในนิยายที่อ่านไปได้จนเกือบจบเรื่อง เธอกลายมาเป็นตัวละครที่ควรจะตายไปตั้งแต่บทแรก ‘เสิ่นลี่อิง’ คุณหนูที่ตายระหว่างเดินทางไปแต่งงานกับหนิงอ๋อง เจ้าของฉายาเทพสงครามแห่งแคว้นตู้ตัวร้ายของเรื่อง ทีแรกเธอต้องการจะใช้ชีวิตอย่างสงบสุขกลืนหายไปในเมืองเล็กๆ ที่ห่างไกลจากเมืองหลวงนี้ แต่เรื่องราวกลับไม่ง่ายเช่นนั้น เพราะเจ้าลูกชายในวัยเกือบสามหนาวของตัวร้ายดันมาสลบอยู่หลังบ้านเธอซะได้ เด็กคนนี้เป็นตัวแปรสำคัญที่ทำให้ตัวร้ายถลำลึก หากปล่อยไปให้อาจารย์ของพระเอกมาเจอและนำไปเลี้ยงดู แผนอันแยบยลที่บีบให้พ่อลูกต้องฆ่ากันจำต้องเกิดขึ้น เมื่อหนิงอ๋องได้รู้ว่าศัตรูที่ตนสังหารคือบุตรชายเพียงคนเดียว เมื่อนั้นสงครามที่ยาวนานก็ไม่อาจหลีกเลี่ยงได้ จากเทพสงครามที่น่ายำเกรงกลับกลายเป็นทรราชผู้ถูกเกลียดชัง ไม่ได้การล่ะ ถ้าสงครามเกิดขึ้นต่อให้เธอหลบไปอยู่ไกลปืนเที่ยงเพียงไหนก็คงไม่อาจรอดพ้นความเลวร้ายของสงครามได้ แม้จะยังไม่ได้กราบไหว้ฟ้าดินก็ขอทำหน้าที่แม่เลี้ยงเฉพาะกิจปกป้องดูแลเด็กคนนี้จนกว่าจะถึงเวลาที่สมควร
もっと見る“Aku khilaf, Dik ….”
“Gimana bisa khilaf sampai sejauh itu, Mas …?”“Maaf ….”Hanya itu yang terus suamiku ucap. Maaf, maaf, dan khilaf, seolah tak ada kata lain yang sanggup keluar dari mulutnya. Ia tertunduk, pun matanya basah. Lelakiku ikut terisak. Aku tak bisa memahami apa yang ia rasakan sebenarnya.Mas ... sadarkah kau sudah torehkan luka teramat dalam, yang sekarang menganga di hati ini. Lupakah kau, saat anak kampung itu kita jemput, dengan janji akan menyekolahkannya, menolong mengangkat derajat keluarganya?Apa yang sampai membawamu terjerumus begitu dalam ...?Dosa apa yang kami buat sampai menanggung ujian ini, ya Rabb ….Aib suamiku ini, kami berdua bicarakan sambil berbisik di kamar, duduk berhadap-hadapan.Seberapa pun berat, aku tak ingin anak-anak yang begitu menghargai ayahnya turut terpukul atas kejadian ini...Tiga tahun lalu ....“April akan kami jaga, Bu. Tidak usah Ibu khawatir. Kebetulan waktu saya juga banyak di rumah, jadi insyaallah masih bisa mengawasi pergaulannya.”“Saya cuma khawatir, Mbak Aya. April ini biasa di kampung, takutnya kaget trus kebablasan gaul di kota," cemas wanita yang terlihat lebih tua dari usianya itu.Aku paham karena memang anak gadisnya itu berparas cantik alami.Untuk meyakinkan niat kami membantu masa depan April, suamiku ikut bicara, “Kalau bersama kami, nanti setelah lulus SMA April boleh lanjutkan kuliah, Bu. Nanti akan saya biayai, biar setelah itu dia bisa bekerja."Aku mengangguk, menyetujui perkataan suami, karena ini memang keputusan kami berdua. Sudah niat lama kami ingin membagi rezeki, mencari orang dari keluarga tidak mampu dan akan membantunya meraih cita-cita, sampai ia sukses.“Syukurlah kalau begitu, saya memang berharap dari lima anak, ada satu saja yang bisa sekolah tinggi. Bagaimana kamu, Pril, mau?” tanya wanita itu pada putrinya.Gadis berlesung pipit itu banyak menunduk. “Terserah Mamak ja, kalau Mamak setuju April mau.”Aku dan suami lega saat kami bisa membawa gadis itu pulang bersama. Tubuhnya mungil, berkulit kuning langsat, rambut gelombang sebahu berwarna kecoklatan, ia gadis cantik alami, sayang sekali kalau sampai putus sekolah karena ketiadaan biaya. Kami tahu keadaan keluarganya ini dari seorang saudara, gadis itu terpaksa membantu ibunya menyadap karet dan akan putus sekolah di kelas dua SMA.Berjalannya waktu bersama kami, April lulus dengan prestasi cukup baik. Meski sempat kaget dengan pelajaran di sekolah kota tak membuatnya ketinggalan jauh. Kegigihannya belajar dan membantuku dalam pekerjaan rumah membuatku jatuh hati. Aku menyayanginya seperti anak sendiri, sebab ia seumuran dengan Almira, si sulung. Empat anakku semuanya perempuan, dan hubunganku dengan mereka seperti teman.Saat membeli pakaian untuk yang lain aku juga pasti membelikan untuk April, begitu pun makanan apa yang kami makan ia bebas makan juga.Sesuai janji kami menguliahkannya, meski bersamaan dengan Almira juga kuliah, dan adiknya Syifa masuk SMP, kami tak kesulitan biaya.Usaha jual aneka kayu, dan pabrik bata masih lancar. Almira ke ibu kota, pilih jurusan kedokteran di kampus ternama, ia tinggal di kos dan akan jauh dari kami. Sedangkan April masuk akademi diploma tiga komputer Kota Cantik ini.Seminggu lebih aku ke Jakarta, mengantar dan menemani Almira di awal masa perkuliahannya. Lalu kembali pulang setelah melihat anak itu begitu mandiri, dan rasanya siap hatiku lepas ia sendiri.Hariku kemudian kembali menjalani rutinitas seperti semula. Sesekali ke pabrik bata yang berjarak tempuh satu jam naik mobil dari sini. Aku dan Mas Danang memang membagi waktu dan diri untuk usaha yang kami rintis bersama dari nol itu.Selama ini kami berdua terkenal kompak dan sama-sama gigih. Namun, kesibukan membuatku ternyata lalai memerhatikan April.“Sebelum berangkat usahakan sempatin nyuci, Pril.” Gadis itu lama-lama terlihat malas melakukan apapun di rumah.“Maaf, Tante berapa hari ini April sibuk, banyak tugas.” Ia memang memanggilku tante, dan om untuk Mas Danang.“Iya tante tahu, tapi paling tidak bangun lebih pagi, habis subuh itu sempatkan rendam pakaian trus giling. Pasti sempat, kok,” tegurku mengingatkan. Selain terlihat malas-malasan, ia juga sering pulang telat dari kampus, dan juga sering mengurung diri di kamar.“Iya, Tan. April kerjakan sekarang.” Mukanya terlihat kurang suka ditegur.Aku tidak bermaksud memaksanya bekerja, tapi berharap pengertiannya kalau kami di rumah ini memang harus saling membantu.Tugas April sejak awal nyuci dan gosok. Dua anakku bersih-bersih rumah sampai halaman. Aku bagian bersih kamar sampai empat kamar mandi, masak juga, cuma kadang bagian terakhir itu kami lakukan bersama, sambil menyesuaikan dengan selera masing-masing. Para gadisku memang kulatih mandiri tanpa pembantu.Begitu pun April, harusnya ia paham kami membantunya meraih ilmu, dan kehadiran juga diharap bisa meringankan pekerjaan rumah.Berjalannya waktu, setelah ditegur April tampak melakukan dengan baik, tapi beberapa hari berikut ia akan terlihat enggan lagi mengerjakan tugas rumah. Pakaiannya sendiri pun ditumpuk di keranjang cuci, belum lagi gosokan sampai menggunung tiga hari tak dikerjakan.Aku sengaja membiarkan ia mengerjakan sendiri tanpa terus-menerus menegur, terlihat dikerjakan juga meski wajahnya tanpa senyum.Sejak dipercayakan bawa motor ke kampus di semester berikutnya, ia makin sering terlambat pulang, pernah sampai malam dan sulit dihubungi. Aku menegurnya cukup keras saat itu.Kepercayaan awal yang begitu kuat sekejap menguap, saat aku menemukan bekas cairan kental di seprei April yang tergulung bersama pakaian dalam laki-laki, ada di keranjang cucian. Celana dalam itu milik Mas Danang!Apa yang kutemukan bagai membuka mata ini, membuat jantung terasa diremas-remas. April habis apa ...? Dan pikiranku menduga-duga hal yang tidak baik telah terjadi.Kusimpan curiga itu, menunggunya pulang.“Assalamuallaikum,” salamnya lembut seperti biasa. Kuperhatikan tak ada yang aneh dengan jalan atau raut wajahnya.Kujawab salam lalu membiarkannya membersihkan diri dulu.Setelah mencuci kaki, tangan, dan minum, ia akan ke kamar dan aku mengikutinya.“April, tante mau bicara.” Aku menahan pintu kamarnya. Ia terlihat terkejut, terlebih melihat sepreinya juga kubawa masuk.Ia takut-takut melihatku, lalu duduk di sisi tempat tidur.Langsung kubuka apa yang mengundang tanya di kepala. “Ini apa, Pril?”Ia yang sudah gugup sedikit ternganga lalu meremas tangan, belum juga menjawab pertanyaanku. Pandangan ia jatuhkan pada lantai di depannya.“Jawab, Pril! Kamu itu sudah dewasa, kamu pasti tahu apa maksud tante menanyakan ini!”Seprei dan celana dalam bernoda di tanganku tampak membuatnya pucat pasi. Air mata April langsung luruh, bersamaan kalimat yang keluar dari bibirnya.Dalam sekejap kurasakan dunia di sekitar langsung runtuh. April mengakui ada hubungan terlarang antara ia dan suamiku!...“Maafkan aku, Dik ….”Isakku belum jua reda, mendengar kalimat Mas Danang masih memuntahkan kata maaf. Kejadian hari ini memukulku telak. Menghancurkan semua yang kami bangun dalam sekejap mata.Diri bagai gelas kaca yang dilemparkan ke tembok, hingga hancur berkeping-keping.“Kenapa Mas tidak terus terang kalau memang mau nikah lagi …? Mungkin Aya akan lebih ikhlas, persiapkan diri, dan … tidak akan sesakit ini.”“….” Ia terdiam.“Aya butuh waktu untuk memikirkan bagaimana ini ke depannya ....” Kuusap sisa air mata, menarik napas panjang, embuskan pelan. Berusaha kuasai diri agar tetap tenang.Anak-anak begitu menghormati Mas Danang, ia panutan mereka. Apalagi di lingkungan ini suamiku dipercaya memimpin warganya sebagai ketua RW, dan ia belum lama ini disanjung sukses memimpin pembangunan rumah ibadah besar di daerah ini. Kepandaian Mas Danang melobi dan punya banyak relasi memudahkan segala urusannya.Aku tak habis pikir, kenapa sebelum berbuat khilaf terbesar ini ia tak berpikir jauh. Nama baiknya kini menjadi pertaruhan.Ya Rabb, kuatkan hamba mengambil keputusan terbaik ....บทพิเศษ 17 ต้องช่วยเหลือนาง เวลาของความสุขผันผ่านไปรวดเร็วเพียงชั่วกระพริบตา ชินอ๋องและพระชายาอยู่ในวัยใกล้ฝั่งเสียแล้ว บุตรล้วนเติบใหญ่ให้ได้ภาคภูมิใจมีครอบครัว และหลานมากมายให้ชื่นใจ ส่วนตนและฮูหยินคู่ใจก็ใช้เวลาส่วนใหญ่นึกย้อนถึงวันเวลาเก่าๆ แต่การหวนย้อนคิดเหล่านี้ ทำให้ชินอ๋องนึกถึงภาพฝันที่เคยอยู่เป็นเพื่อนยามค่ำคืนเสมอมา ตู้หนิงหลงในวัยชรากลับมาฝันถึงแม่นางผู้หนึ่งมาติดต่อกันหลายคืนแล้ว ความฝันนี้เป็นฝันเช่นเดียวกับยามเยาว์วัย เขามักจะฝันเห็นนางยิ้มหัวเราะ บางคราก็โกรธเกรี้ยว สลับกับการไปช่วยเหลือผู้คนที่ตกอยู่ในอันตรายร่วมกับแม่นางผู้นั้น เหตุการณ์ในฝันนั้นไม่ค่อยปะติดปะต่อกันนัก แต่สุดท้ายก็มักจะจบลงเช่นเดิมคือ เขาและนางไปช่วยดับไฟสถานที่แห่งหนึ่ง เมื่อขึ้นไปด้านบน แม่นางผู้นั้นจะตกลงในหลุม จากนั้นเขาก็จะตกลงมาเช่นกัน แต่ร่างของชินอ๋องในฝันนั้น จะถูกโลหะแท่งใหญ่ปักทะลุอก กระอักเลือดออกมาคำโต จนแม่นางผู้นั้นกรีดร้องออกมาคล้ายดวงใจแตกสลาย ทว่าครานี้ฝันกลับไม่เป็นเช่นนั้น ภาพที่ปรากฏยังคล้ายเดิม เพียงแต่ไม่มีร่างที่สมควรจะเป็นตัวของเขาอยู่ในฝันนั้น
บทพิเศษ 16 เผยเรื่องน่าอาย ตู้หนิงหลงผู้เป็นถึงชินอ๋องกำลังรอดักเรียกบุตรชายผู้เป็นรุ่ยอ๋อง เพราะยามกลับมาถึงจวนทีไร ก็มาในสภาพคลุกเคล้าไปด้วยฝุ่นผงทุกวัน ทั้งยังมีข่าวคราวหนาหูเกี่ยวกับว่าที่รุ่ยหวางเฟยให้ได้ยินนั่นอีก แต่เมื่อจะเรียกมาสอบถามกลับหลบหนีหายไปทุกครั้ง จนผู้ที่ยิ่งใหญ่ที่สุดในแผ่นดินรองจากฮ่องเต้ต้องมายืนพิงกำแพงจวน รอบุตรชายกลับมาด้วยตนเอง“เปาหลง” ชินอ๋องเอ่ยเรียก ตั้งมั่นว่าครานี้ต้องรู้เรื่องราวให้ได้ อ๋องน้อยผู้นี้บิดพลิ้วหนีคนที่สั่งให้มาตาม ปิดโอกาสสืบความใดไปเสียหมด“ท่านพ่อ! เหตุใดมาอยู่ตรงนี้ ข้าตกใจหมด” เปาเปาที่แม้จะโตเป็นผู้ใหญ่แล้ว แต่เมื่อยามอยู่กับบิดาและมารดาเลี้ยง ก็กลับไปมีท่าทีเป็นเด็กเล็กๆ ไปทุกครา“ตามพ่อมา” หนิงหลงไม่ลื่นไหลไปกับบทสนทนาที่พยายามจะนอกเรื่องหาทางหลีกหนี เมื่อกล่าวจบก็พยักหน้าให้ทหารหิ้วปีกมุ่งไปที่ห้องหนังสือ“ท่านพ่อ ทำเช่นนี้ไม่ได้ ไม่รักษาภาพพจน์ข้าบ้างหรือ บุตรชายของท่านเป็นถึงรุ่ยอ๋องเชียวนะ” เปาหลงโวยวายเมื่อถูกลากเข้าจวน และยกทั้งร่างมาวางไว้ในเรือนกลางของผู้เป็นพ่อ... เปาหลงที่หันมองหาทางหนีทีไล่ ถอนหายใจอย่า
บทพิเศษ 15 รุกล้ำในชุดแดงวันมงคลของเสิ่นลี่อิงและองค์ชายเก้าเกิดขึ้นในวันที่ถัดมาจากวันที่ครบพันปีหนึ่งวันพอดิบพอดี เมื่อเซียนลี่บอกให้ตู้หนิงหลงผู้นี้รอไปพันปี เขาก็ทำเช่นนั้นตามข้อตกลงแต่องค์ชายผู้นี้ก็ยังคงไม่ยอมรับต่อหน้าคนรักอยู่ดีว่าการตัดสินใจให้เป็นคนรักกันไปพันปีของนางเป็นเรื่องถูกต้องแล้ว หากขืนยอมรับไปเขาได้รับคำย้ำเตือนไปตลอดชีวิตที่เหลืออยู่แน่ ว่าทำอันใดก็ให้เชื่อนางจึงจะออกมาดีตู้หนิงหลงกำลังเดินมุ่งหน้าไปยังห้องหอด้วยใจระทึก เขาถูกพี่ชายทั้งหลายล้อเลียนว่าเป็นเด็กแก่แดดแต่งงานตัดหน้าทุกคน และถูกบังคับให้กินเหล้าหลายจอกจนทรงตัวแทบไม่อยู่&nbs
บทพิเศษ 14 เป็นคนรักกันไปพันปีเมื่ออยู่ต่อหน้าเทียนจวินองค์ชายเก้าตู้หนิงหลงทำอย่างที่ลั่นวาจาไว้ เขากล่าวต่อหน้าผู้คนทั้งท้องพระโรงว่าต้องการสมรสพระราชทานให้เสิ่นลี่อิง มาเป็นพระชายาเอกในองค์ชายเก้า แรกเริ่มนางก็คิดหวังว่าอาจมีองค์เทพที่กล่าววาจาคัดค้านว่าเซียนเล็กๆ เช่นนาง แม้จะผลคะแนนแซงหน้าบุตรหลานชาวสวรรค์แต่กำเนิด แต่ที่มาไร้ความสูงส่งเช่นนี้ก็ไม่ใคร่ว่าจะเหมาะสมแต่ทว่าเรื่องนี้ก็ผิดความคาดหมายของเสิ่นลี่อิง เพราะนอกจากจะไม่มีใครคัดค้านแล้ว ยังเห็นดีเห็นงามว่าควรมีเซียนตัวเล็กตัวน้อยแต่งเข้าราชวงศ์ในตำแหน่งใหญ่ เพื่อเป็นสัญลักษณ์ว่าเผ่าสวรรค์นั้นไม่คิดรังเกียจแบ่งแยกผู้ใดเอ้า! จะมาใช้ข้าเป็นโครงการป
บทพิเศษ 11 กลับสู่จุดเริ่มต้นเสิ่นลี่อิงในวัยเก้าสิบห้าปีอุ้มเหลนคนเล็กของตนไว้ในอ้อมอก นางเรียกลูกหลานทั้งหมดให้มารวมตัวกัน เพราะจำได้ว่าถึงเวลาของนางแล้ว จึงต้องการจากไป
บทพิเศษ 7 เปาเปาถูกทำโทษ“ท่านแม่! ข้าไปก่อนนะขอรับ” เปาหลงที่ยกนมแพะดื่มจนหมดวิ่งออกจากห้องอาหารไป โดยไม่นั่งกินข้าวเช้ากับชินอ๋อง ลี่อิง และน้องสาวทั้งสอง 
บทพิเศษ 4 ทดลองพืชพิษกับตนเองหลังจากรวบรวมแคว้นกลับเข้ามาดังเดิม แคว้นตู้เสียนก็มิได้ปราศจากความวุ่นวายไปเสียทีเดียว ขุนนางในเขตไห่และด่านใต้ต้อง
บทพิเศษ 13 ภารกิจจบการศึกษาเสิ่นลี่อิงที่ตื่นขึ้นมาแต่เช้าในวันที่ต้องไปทำภารกิจที่ได้รับมอบหมาย สองวันก่อนท่านอาจารย์ให้ทั้งสามสุ่มเลือกภารกิจที่พวกตนต้อ






レビュー