หวนคืนลิขิตรัก [Mpreg]

หวนคืนลิขิตรัก [Mpreg]

last updateHuling Na-update : 2025-12-08
Language: Thai
goodnovel12goodnovel
10
1 Rating. 1 Rebyu
67Mga Kabanata
1.1Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

เซี่ยเหยียนอวี่ถูกใส่ร้ายจนโดนองค์ชายจวิ้นอี่เนรเทศ เขาตรอมใจตาย แต่ความแค้นสุดท้ายก่อนวิญญาณดับสิ้นพาเขาย้อนเวลากลับไปยังจุดเริ่มต้นของเรื่องราวทั้งหมดเพื่อแก้ไขมัน

view more

Kabanata 1

Prologue บทนำ

“Jawab telepon saya, Starla. Penting!”

Sebuah pesan muncul sesaat setelah ponsel Starla selesai berdering.

Sepuluh kali missed call, lima pesan singkat dari seseorang bernama Radev.

Starla mendengkus kesal. Bosnya itu tidak berhenti menghubunginya. Seharusnya hari ini adalah hari liburnya, tapi tetap saja dia diganggu oleh urusan pekerjaan.

Diabaikannya pesan singkat itu, lalu ditaruhnya kembali ponsel tersebut ke dalam tas. Starla tidak akan membiarkan malam ini rusak, sebab hari ini adalah malam kencan spesial bersama pria yang sudah dekat dengannya beberapa bulan terakhir.

“Starla, apa yang terjadi? Kamu nggak suka makanannya? Nggak enak ya?” tanya Lando begitu melihat Starla tampak tidak nyaman.

“Enak kok, Lan, aku suka.” Starla buru-buru menjawab kemudian sengaja mengalihkan topik obrolan. “By the way, kamu mau ngomong apa?” Starla menegakkan tubuhnya, senyum manis terukir di bibirnya, berusaha mengembalikan keadaan.

Tanpa disangka Lando menggenggam lembut tangannya. Membuat Starla terkesiap, wajahnya merona merah.

“Starla, sudah lama aku tertarik padamu. Aku ingin kita menjalin hubungan yang lebih serius. Apa kamu mau menjadi ke—“

TING!

Di tengah suasana yang sedang romantis-romantisnya, ponsel Starla berbunyi lagi menginterupsi keduanya.

“Kalau kamu nggak angkat telepon saya, gaji kamu saya potong!”

Mata Starla melebar membaca pesan itu. Benar-benar bosnya sangat menyebalkan! Tapi ia juga tidak bisa mengabaikan ancaman itu. Ini sangat serius. Ia tidak bisa membiarkan gajinya dipotong. Keluarganya bergantung padanya, dan ia membutuhkan biaya untuk pengobatan ayahnya.

“Lan, aku ke toilet sebentar ya,” izin Starla terburu-buru.

Lando mengangguk pelan.

Radev tidak pernah main-main dengan ancamannya. Dalam sekejap Starla langsung melesat dari mejanya.

“Halo, Pak.”

“Starla, saya ada di Broken Wings, temui saya di sini,” perintah Radev menyebutkan nama tempat hiburan malam.

“Tapi, Pak—"

“Ke sini atau bulan ini kamu hanya menerima setengah gaji!”

Klik!

Belum Starla sempat menjawab, bosnya itu sudah memutus panggilan sepihak. Starla hanya bisa mengelus dada. Benar-benar rasanya ingin memaki.

Keluar dari toilet, Starla kembali ke area utama restoran.

“Lan, maaf, aku harus pergi sekarang, ada hal penting yang harus aku lakukan,” ucapnya dengan perasaan tidak enak.

Lando memasang wajah masam. Mendadak suasana hatinya memburuk. Starla mengerti sebab ini bukan pertama kalinya terjadi, dan itu karena hal yang sama, Radev.

Meski merasa kecewa tapi Lando membiarkan Starla pergi.

Di dalam taksi menuju Broken Wings Starla menghela napasnya. Lagi-lagi kencannya gagal akibat CEO-nya yang sangat perfeksionis dan suka menyusahkan bawahan.

Selama bertahun-tahun bekerja sebagai personal assistant Radev membuat kebebasannya terenggut, sampai ia pun sulit memiliki waktu pribadi untuk mencari pasangan.

Teringat pada Lando yang sudah ditinggalkannya begitu saja sebelum kencan mereka selesai, Starla kembali merasa bersalah, padahal Lando begitu baik padanya.

Starla mengambil ponsel dari dalam tasnya, memutuskan untuk mengirimkan Lando pesan.

“Lan, sebagai ganti malam ini, bagaimana kalau besok kita makan siang bersama? Aku tunggu kabar darimu.”

Sesampainya di lokasi Starla langsung melihat Radev di salah satu VIP table. Lelaki itu sedang bersama partner bisnisnya dan dikelilingi banyak wanita.

Starla berdecih. ‘Di mana-mana yang namanya laki-laki sama saja. Asal punya uang mereka bisa membeli wanita manapun.’

Starla kemudian mendekat ke arah gerombolan tersebut. Melihat sang sekretaris datang, Radev langsung mengenalkan pada rekannya.

“Pak Johan, Pak Doni, kenalkan ini Starla, asisten saya.”

Starla mengulurkan tangannya untuk berjabatan. Ia tersenyum sopan. Namun, Starla merasa tidak nyaman saat Johan menyambut tangannya dengan gestur seduktif dan melirik nakal menggodanya.

“Jadi ini sekretaris plus-plus Pak Radev? Kapan-kapan kalau saya mau nyoba boleh kali ya?”

Rahang Radev mengeras begitu mendengar ucapan salah satu rekan bisnisnya.

“Maaf sekali, Pak Johan, anda salah sangka. Starla ini sudah lama kerja dengan saya. Dia murni sekretaris yang bekerja secara profesional untuk saya. Dia sama sekali bukan seperti yang ada di dalam pikiran Bapak. Mungkin Bapak yang punya sekretaris plus-plus dan biasa tidur dengan mereka. Saya nggak serendah anda,” sanggah Radev dengan nada tegas sehingga rekan kerjanya merasa tidak enak hati sendiri.

“Oh, maaf, Pak Radev, jangan diambil hati. Saya hanya bergurau. Tadi sampai mana pembahasan kita?” Johan buru-buru mengalihkan topik demi menetralkan suasana. Namun, diam-diam pria itu merasa sakit hati karena ucapan Radev.

Starla tidak menyangka jika Radev akan membelanya di depan teman-teman lelaki itu. Ia pikir Radev akan bersikap dingin dan tidak peduli seperti biasa.

Mereka terus berbincang ditemani bergelas-gelas minuman.

“Starla, kamu nggak minum?” tanya Radev melihat Starla diam saja.

“Sepertinya Bapak lupa, saya yang akan mengantar Bapak pulang nanti.”

Starla sedang bicara ketika lensa matanya menangkap seseorang yang ia kenal sedang bermesraan dengan seorang wanita.

“Pak, saya ke toilet sebentar.”

Bangkit dari duduknya setelah meminta izin pada Radev, Starla berjalan menuju orang itu.

Ternyata Starla tidak salah, orang yang dilihatnya adalah Lando. Sambil menahan rasa marah Starla menyiram laki-laki itu dengan segelas anggur.

Lando dan perempuan bersamanya menjadi panik lalu memisahkan diri. Lando sangat terkejut saat tahu bahwa Starlalah yang mengguyurnya.

“Brengsek kamu, Lan! Kamu bilang ingin menjalin hubungan yang serius denganku. Tapi apa yang kamu lakukan sekarang?”

“Kamu siapa berani-beraninya menyiramku?” balas Lando marah dan pura-pura tidak mengenal Starla.

“Dan sekarang kamu bersikap seakan kita nggak pernah kenal. Apa sih maksud kamu?” ujar Starla lagi dengan menahan rasa sakit dan kecewa.

Lando membuang napas panjang sebelum membalas perkataan Starla. Sadar kalau trik pura-pura tidak kenal tidak akan mempan, ia pun berhenti bersandiwara.

“Memangnya apa yang kamu harapkan dariku? Lihat dirimu, kamu hanya wanita yang gila kerja dan nggak tahu caranya bersenang-senang.” Lando menjeda ucapannya kemudian mempersempit jarak di antara mereka. Dipandanginya perempuan di hadapannya dari puncak kepala sampai ujung kaki. “Atau mau aku ajari caranya bersenang-senang? Sini!” Lando langsung mencekal pergelangan tangan Starla dan bermaksud mengajaknya pergi.

Lando yang berada dalam keadaan mabuk terus menarik Starla agar ikut dengannya.

“Lan, lepasin tanganku, kamu bikin aku sakit.” Starla merasa takut pada sikap Lando yang berbeda malam ini.

“Heh, jangan kasar sama perempuan!” Sebuah tepukan bersarang di pundak Lando yang membuat langkahnya tertahan.

Keduanya serentak menoleh ke belakang dan mendapati Radev berdiri di sana.

“Anda siapa? Jangan ikut campur!” Lando mendesis marah karena ada yang mencoba merecokinya.

Starla yang merasa tidak nyaman berada bersama Lando dengan cepat mengaitkan tangan ke lengan Radev dan berkata, “Dia pacarku,” lalu buru-buru menarik Radev, membawa pergi dari sana.

Starla yang merasa kecewa dan frustasi karena hubungannya yang gagal bersama Lando melampiaskannya pada minuman yang tadi ia tolak. Dengan kalap ditenggaknya minuman itu tanpa peduli pada apa pun.

“Frustasi banget kamu kayaknya. Katanya tadi kamu yang akan mengantar saya pulang. Baru juga laki-laki kayak gitu. Kenapa sih selera kamu serendah itu? Kalau nyari laki-laki cari yang seperti saya, jangan kayak si kunyuk tadi,” cetus Radev dengan senyum miring di bibirnya menyaksikan Starla yang terlihat sangat kacau.

Starla diam saja tanpa menanggapi kata-kata Radev.  Perempuan itu mulai tipsy.

Starla terus menerus menenggak minuman yang diberikan bartender tanpa henti. Pun dengan Radev.

Tiba-tiba sesuatu yang berat menghentak pundaknya, membuat tubuh Starla oleng. Saat menoleh ke sebelah Starla mendapati Radev sudah teler di atas pundaknya.

“Panas, bawa saya pergi dari sini,” bisik lelaki itu.

Starla menepuk kedua pipi Radev untuk menyadarkannya, namun tak berhasil, pria itu sepertinya mabuk berat.

Starla berpikir sejenak. Tidak mungkin dia menyetir pulang sekarang karena dirinya juga sangat mabuk.

Dengan sisa-sisa kekuatan yang dimilikinya Starla membawa Radev pergi ke hotel di lantai atas.

Lift berhenti di lantai sepuluh.

Dengan tergopoh-gopoh Starla merangkul Radev berjalan menuju kamar hotel yang sudah dipesan.

Setelah Starla membantu Radev merebahkan tubuhnya ke tempat tidur, ia kemudian hendak pamit pulang.

“Pak, saya antar sampai di sini saja ya, selamat beristirahat.”

Baru saja Starla membalikkan badannya, tangannya tiba-tiba ditarik.

Starla terkejut dan terguling ke tempat tidur.

Radev mengunci pergerakan Starla dengan mengungkung perempuan itu di bawah tubuhnya kemudian menyatukan bibir mereka.

Starla seakan berhenti bernapas tersengat sensasi bibir Radev yang mengisapnya dengan kuat. Sesapan Radev di dalam mulut Starla membuat tubuhnya panas. Membengkakkan bagian dadanya dan membuat intinya mengencang.

Bagai dihipnotis Starla hanya bisa membiarkan kala tangan Radev mencoba meraih zipper gaunnya hingga turun lalu meninggalkan badannya.

Selagi bibirnya menyesap tangan Radev mulai menjelajah ke setiap lekukan yang dimiliki Starla sembari terus melucuti satu demi satu pakaian perempuan itu.

Usai kecupan panas itu Radev menurunkan bibirnya ke leher perempuan itu. Ia mulai menyisir tubuh indah Starla.

Starla terdongak ketika bibir Radev berhenti tepat di dadanya lalu menyesap puncaknya dengan nikmat. Tanpa direncana satu desahan kecil mencuri keluar dari mulut Starla.

Desahan itu membangkitkan sesuatu dalam diri Radev.

Starla hanya bisa membiarkan ketika bibir Radev merambat ke bagian tubuhnya yang lain. Memberi kecupan-kecupan panas dan sentuhan-sentuhan nan erotis. Jejak basahnya memerah, membekas di mana-mana. Iris coklat mata Radev seakan menyihir Starla yang membuatnya tidak mampu mencegah apa pun yang dilakukan laki-laki itu.

Satu desahan lagi lolos begitu saja saat kecupan Radev tiba di pangkal paha Starla. Wajah pria itu terkubur di sela-sela paha Starla. Radev menelusupkan bibir lalu membelai dengan lidahnya. Cumbuan Radev membuat Starla menggelinjang. Satu tangannya mencengkram alas kasur, sedang tangan yang lain berpegangan di rambut laki-laki itu.

Cukup lama Radev mencumbunya sampai kemudian lelaki itu menarik diri, bukan untuk berhenti, tapi untuk mengganti mulutnya dengan keperkasaannya.

Starla tidak tahu apa-apa lagi setelahnya. Kepalanya terlalu berat. Hal terakhir yang bisa diingatnya adalah saat Radev sedang berjuang keras untuk menyatukan diri dengannya.

***

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

Rebyu

Run Kantheephop
Run Kantheephop
อ่านเพลินมากกกกคับ
2025-12-16 14:47:59
1
0
67 Kabanata
Prologue บทนำ
สายฝนกระหน่ำลงมาอย่างบ้าคลั่งราวกับฟากฟ้ากำลังพิโรธ เสียงฟ้าร้องคำรามกึกก้องกลบเสียงสะอื้นไห้ของแมลงรัตติกาลที่หลบซ่อนอยู่ตามซอกหลืบ ภายในอาณาเขตอันกว้างใหญ่ไพศาลของวังหลวงที่ใครต่างยกย่องว่าเป็นแดนสวรรค์บนดิน กลับมีมุมหนึ่งที่ถูกทิ้งร้างและหนาวเหน็บยิ่งกว่าขุมนรก ตำหนักจันทราอัสดงสถานที่แห่งนี้ครั้งหนึ่งเคยงดงามสมชื่อ เป็นที่พำนักสำหรับพักผ่อนหย่อนใจของเชื้อพระวงศ์ชั้นสูง หากแต่บัดนี้... มันกลับกลายเป็นเพียงซากปรักหักพังที่ถูกลืมเลือน ฝุ่นผงจับหนาเตอะ หยากไย่เกาะเต็มเพดาน และกลิ่นอับชื้นของเชื้อราคละคลุ้งไปทั่วบริเวณ ผสมปนเปกับกลิ่นคาวเลือดจางๆ ที่ลอยอ้อยอิ่งอยู่ในอากาศบนพื้นไม้เก่าคร่ำคร่าที่แทบจะผุพัง ร่างของบุรุษผู้หนึ่งนอนขดตัวด้วยความทรมาน เซี่ยเหยียนอวี่ อดีตพระชายาผู้เป็นที่โปรดปราน บัดนี้เหลือเพียงร่างกายที่ซูบผอมจนหนังหุ้มกระดูก เส้นผมยาวสลวยที่เคยเงางามดุจแพรไหม บัดนี้แห้งกรังและยุ่งเหยิง ใบหน้าที่เคยงดงามราวหยกสลักซีดเผือดไร้สีเลือด ริมฝีปากแห้งแตกเปรอะเปื้อนไปด้วยของเหลวสีแดงฉานที่เขากระอักออกมา"อึก... แค่กๆ..."เหยียนอวี่ไอโขลก ร่างกายสั่นสะท้านจากความหนาวเย็นที่กัดกิ
Magbasa pa
บทที่ 1
เฮือก!ลมหายใจระลอกใหญ่ถูกสูดเข้าปอดอย่างตะกละตะกลาม ราวกับคนจมน้ำที่เพิ่งทะลึ่งพรวดขึ้นสู่ผิวน้ำได้ทันท่วงที เซี่ยเหยียนอวี่สะดุ้งตื่นขึ้นมาท่ามกลางความมืดสลัวของยามรุ่งสาง เหงื่อกาฬไหลอาบชุ่มแผ่นหลังจนเสื้อตัวในเปียกแนบเนื้อ ความเจ็บปวดร้าวลึกแล่นปราดไปทั่วหน้าอกข้างซ้าย มันไม่ใช่ความเจ็บปวดทางกายภาพที่เกิดจากบาดแผล แต่มันลึกซึ้งและทรมานยิ่งกว่า ราวกับมีมือที่มองไม่เห็นกำลังบีบขยี้ดวงวิญญาณของเขาให้แหลกสลายคามือ"แฮ่ก... แฮ่ก..."เขาหอบหายใจหนักหน่วง มือเรียวขาวซีดยกขึ้นมากุมหน้าอกแน่น เล็บจิกเกร็งลงบนเนื้อผ้าไหมชั้นดีจนแทบฉีกขาด ความทรงจำสุดท้ายก่อนสติจะดับวูบยังคงฉายชัดและบ้าคลั่งอยู่ในหัว กลิ่นคาวเลือดคละคลุ้งในตำหนักจันทราอัสดงที่หนาวเหน็บ เสียงหัวเราะเยาะหยันของฉินลี่หรง และภาพของหยกลิขิตที่แตกกระจายออกเป็นเสี่ยงๆ พร้อมกับโลหิตของเขาที่หลั่งรินลงไปชโลมมัน “หากชาติหน้ามีจริง... ข้าจะไม่ขอเกิดมาเพื่อรักใครอีกแล้ว...”คำอธิษฐานสุดท้ายที่เต็มไปด้วยแรงอาฆาตยังก้องสะท้อนอยู่ในหู ทว่าเมื่อความเจ็บปวดที่หน้าอกค่อยๆ ทุเลาลงจนเหยียนอวี่พอจะครองสติได้ เขาเริ่มกวาดสายตามองไปรอบกายด้วยความม
Magbasa pa
บทที่ 2
แสงตะวันยามสายสาดส่องลงมากระทบยอดหลังคากระเบื้องเคลือบสีเขียวมรกตของวังหลวง สะท้อนประกายระยิบระยับจับตา วันนี้เป็นวันมงคลที่ประชาชนทั่วทั้งเมืองหลวงต่างรอคอย วันคัดเลือกคู่หมั้นขององค์ชายจวิ้นอี่ ผู้เป็นดั่งเทพสงครามแห่งราชวงศ์และบุรุษรูปงามอันดับหนึ่งในใต้หล้ารถม้าหรูหรานับสิบๆ คันจอดเรียงรายอยู่หน้าประตูวัง บุตรหลานขุนนางตระกูลใหญ่ต่างทยอยลงจากรถด้วยท่วงท่าสง่างาม แต่ละคนสวมใส่อาภรณ์สีสันสดใส ทั้งสีแดงมงคล สีม่วงสูงศักดิ์ และสีทองอร่าม ปักลวดลายมังกรหงส์วิจิตรบรรจง เพื่อหวังจะเป็นที่ต้องตาต้องใจของเชื้อพระวงศ์เสียงพูดคุยจอแจเงียบลงทันที เมื่อรถม้าคันหนึ่งของตระกูลเซี่ยเคลื่อนเข้ามาจอดเทียบท่ารถม้านั้นดูเรียบง่าย ไม่ได้ประดับประดาหรูหราเท่าตระกูลอื่น แต่นั่นไม่ใช่สิ่งที่ดึงดูดสายตาผู้คน สิ่งที่ทำให้ทุกคนกลั้นหายใจ คือร่างโปร่งบางที่ก้าวลงมาจากรถเซี่ยเหยียนอวี่เขาสวมชุดผ้าไหมสีขาวบริสุทธิ์ตลอดทั้งตัว ไร้ลวดลายปักดิ้นเงินดิ้นทอง มีเพียงผ้าคาดเอวสีฟ้าอ่อนจางๆ ที่ช่วยขับเน้นเอวบางร่างน้อยให้ดูโดดเด่น เส้นผมดำขลับถูกรวบขึ้นครึ่งศีรษะปักด้วยปิ่นหยกขาวเรียบๆ เพียงชิ้นเดียว ใบหน้างดงามรา
Magbasa pa
บทที่ 3
การคัดเลือกคู่หมั้นรอบแรกดำเนินไปอย่างเชื่องช้าและน่าเบื่อหน่ายราวกับไม่มีวันจบสิ้นท่ามกลางเสียงบรรเลงพิณและร่ายกลอนของผู้เข้าร่วมคัดเลือกคนแล้วคนเล่า เซี่ยเหยียนอวี่ยังคงนั่งสงบนิ่งอยู่ที่มุมหนึ่งของศาลาพักรับรอง ใบหน้าขาวซีดของเขาดูเรียบเฉยไร้อารมณ์ แต่ภายใต้แขนเสื้อกว้างนั้น มือเรียวกำลังจิกเกร็งเข้ากับฝ่ามือตัวเองแน่นขึ้นเรื่อยๆ เพื่อระงับความเจ็บปวดที่กำลังกรีดแทงทรวงอกอาการวิญญาณไม่เสถียรกำเริบหนักกว่าที่คิดทุกครั้งที่เขาหายใจเข้า มันเหมือนมีคมมีดนับพันเล่มกรีดลงบนปอด ความรู้สึกวิงเวียนทำให้ภาพตรงหน้าเริ่มพร่ามัวซ้อนทับกัน เหยียนอวี่รู้ดีว่าขืนปล่อยไว้เช่นนี้ เขาอาจจะวูบหมดสติไปกลางงาน และนั่นจะเป็นโอกาสทองให้ฉินลี่หรงสร้างข่าวลือว่าเขาสุขภาพอ่อนแอ ไม่คู่ควรแก่การเป็นคู่ครองขององค์ชายเขาต้องเปลี่ยนวิกฤตให้เป็นโอกาส...สายตาคมกริบของเหยียนอวี่กวาดมองไปรอบๆ บริเวณที่พักของเหล่าขุนนาง จนกระทั่งไปหยุดอยู่ที่ร่างโปร่งในชุดขุนนางฝ่ายแพทย์สีเทาอ่อน ซึ่งกำลังยืนแยกตัวออกมาอยู่ใต้ร่มไม้เงียบๆไป๋เหวินเจี๋ยหมอหลวงอัจฉริยะผู้มีนิสัยสันโดษและหยิ่งทระนง ในชาติก่อน ชายผู้นี้เป็นคนเดียวที่
Magbasa pa
บทที่ 4
กลิ่นสมุนไพรขมหอมฉุนลอยอวลอยู่ในห้องพักรับรองที่เงียบสงบ ไป๋เหวินเจี๋ยบรรจงฝังเข็มเงินเล่มสุดท้ายลงบนจุดชีพจรบริเวณข้อมือของเซี่ยเหยียนอวี่ด้วยความระมัดระวัง เหงื่อเม็ดเล็กผุดพรายขึ้นตามไรผมของหมอหนุ่ม แม้จะเป็นเพียงการฝังเข็มเพื่อระงับอาการชั่วคราว แต่ชีพจรที่แปรปรวนดุจพายุคลั่งของคนตรงหน้าก็ทำให้เขาต้องใช้สมาธิมากกว่าปกติหลายเท่า"อึก..."เหยียนอวี่กัดฟันแน่นเมื่อความรู้สึกร้อนวูบแล่นปราดไปทั่วร่าง ความเจ็บปวดที่หน้าอกค่อยๆ ทุเลาลง แทนที่ด้วยความรู้สึกชาหนึบที่แผ่ซ่านไปถึงปลายนิ้ว"ยาเทียบนี้จะช่วยพยุงอาการของท่านได้ราวสามชั่วยาม" ไป๋เหวินเจี๋ยกล่าวพลางดึงเข็มออกแล้วเก็บลงกล่องเครื่องมือ "แต่ท่านต้องระวัง อย่าใช้ความคิดมากเกินไป หรือปล่อยให้อารมณ์รุนแรงเข้าครอบงำ... วิญญาณของท่านเปราะบางมาก หากกระทบกระเทือนอีก ข้าเกรงว่า...""ข้าเข้าใจแล้ว" เหยียนอวี่ตัดบท น้ำเสียงของเขาเริ่มกลับมามั่นคง "ขอบใจท่านมาก พี่ไป๋"เขาลุกขึ้นยืน จัดเสื้อผ้าอาภรณ์สีขาวให้เรียบร้อย แม้ใบหน้าจะยังซีดเซียวอยู่บ้าง แต่แววตาที่เคยอ่อนล้ากลับมาแข็งกร้าวทรงพลังดังเดิม"งานคัดเลือกคงใกล้จะจบแล้ว ข้าควรจะกลับจวนเสีย
Magbasa pa
บทที่ 5
ข่าวลือในเมืองหลวงนั้นแพร่สะพัดเร็วยิ่งกว่าไฟลามทุ่ง เพียงชั่วข้ามคืน เรื่องราวของนายน้อยชุดขาวแห่งตระกูลเซี่ยก็กลายเป็นหัวข้อสนทนาอันเผ็ดร้อนในทุกโรงน้ำชาและตลาดสด"เจ้าได้ยินหรือยัง? นายน้อยเซี่ยเหยียนอวี่ผู้นั้น แท้จริงแล้วเป็นดาวหายนะลงมาเกิด!""มิน่าล่ะ วันคัดเลือกถึงได้กล้าใส่ชุดขาวไปแช่งงานมงคล หมอดูทักว่าเขามีดวงกินผัว ใครที่เข้าใกล้หรือคิดจะเกี่ยวดองด้วย จะต้องมีอันเป็นไป พลัดพราก หรือล้มป่วยโดยไร้สาเหตุ!""น่ากลัวยิ่งนัก! ข้าได้ยินมาว่า ตอนที่องค์ชายจวิ้นอี่ทรงสัมผัสตัวเขาในสวนหิน พระองค์ถึงกับหน้ามืดทรงตัวไม่อยู่... นี่ขนาดเป็นถึงเชื้อพระวงศ์ที่มีมังกรทองคุ้มครองยังต้านทานแรงอาถรรพ์ไม่ได้ ถ้าเป็นคนธรรมดาคงกระอักเลือดตายไปแล้ว!"ถ้อยคำใส่ร้ายป้ายสีถูกแต่งเติมเสริมแต่งจนเกินจริง บิดเบือนความจริงที่เกิดขึ้นในวังหลวงไปจนหมดสิ้น จากความบังเอิญกลายเป็นอาถรรพ์ จากความงดงามกลายเป็นความอัปมงคล……...ภายในเรือนตระกูลเซี่ย บรรยากาศตึงเครียดจนแทบหายใจไม่ออกบ่าวไพร่เดินก้มหน้าตัวสั่น ไม่กล้าสบตานายน้อยที่นั่งจิบชาอย่างใจเย็นอยู่กลางศาลาริมน้ำ ลู่ชิงยืนอยู่ด้านข้าง ขอบตาแดงก่ำจากการร้อ
Magbasa pa
บทที่ 6
เสียงกีบม้ากระทบพื้นหินดังกึกก้องไปทั่วถนนสายหลักหน้าจวนตระกูลเซี่ย ขบวนรถม้าหรูหราที่ประดับด้วยตรามังกรเงินเคลื่อนตัวมาหยุดที่หน้าประตูใหญ่ ท่ามกลางสายตาแตกตื่นของชาวบ้านร้านตลาดที่พากันมุงดูอยู่ห่างๆ"นะ... นั่นรถม้าของวังหลวง!""องค์ชายจวิ้นอี่เสด็จมาด้วยพระองค์เองจริงหรือ? นี่พระองค์ไม่กลัวอาถรรพ์ดวงกินผัวของนายน้อยเซี่ยเลยหรือไร?"เสียงซุบซิบดังก้อง แต่องค์ชายหนุ่มหาได้สนใจไม่ ร่างสูงสง่าในชุดลำลองสีครามเข้มก้าวลงจากรถม้าด้วยท่วงท่าผ่าเผย ใบหน้าคมคายเรียบสนิทดุจรูปสลักน้ำแข็ง แต่แววตากลับลุกโชนด้วยเปลวไฟแห่งความมุ่งมั่นบ่าวไพร่ตระกูลเซี่ยที่เฝ้าประตูหน้าซีดเผือด รีบวิ่งเข้าไปรายงานนายท่านอย่างลนลาน ไม่นานนัก เซี่ยจง บิดาของเหยียนอวี่ ก็รีบออกมาต้อนรับด้วยท่าทีประหม่า เหงื่อเม็ดโป้งผุดพรายเต็มหน้าผาก"ถวายบังคมฝ่าบาท... กระหม่อมไม่ทราบมาก่อนว่าพระองค์จะเสด็จมา จึงมิได้เตรียมการต้อนรับ ขอพระราชทานอภัยพะย่ะค่ะ" เซี่ยจงคุกเข่าลงโขกศีรษะ"ลุกขึ้นเถิดใต้เท้าเซี่ย" จวิ้นอี่โบกมืออย่างไม่ถือสา "ข้ามาแบบส่วนตัว ไม่ต้องการพิธีรีตอง... ได้ยินข่าวว่าบุตรชายของท่านป่วยหนัก ข้าในฐานะผู้จัดงานค
Magbasa pa
บทที่ 7
เพล้ง!แจกันลายครามใบงามถูกปัดตกจากโต๊ะจนแตกกระจายเกลื่อนพื้นห้องทำงานในตำหนักจินหลงฉินลี่หรงยืนหอบหายใจถี่ ใบหน้าที่มักประดับด้วยรอยยิ้มสุภาพบัดนี้บิดเบี้ยวด้วยโทสะที่ยากจะระงับ ข่าวเรื่ององค์ชายจวิ้นอี่บุกไปถึงจวนตระกูลเซี่ยและประกาศปกป้องเซี่ยเหยียนอวี่ต่อหน้าธารกำนัล แพร่สะพัดไปทั่วยิ่งกว่าข่าวลือเรื่องดวงกาลกิณีเสียอีก"ข้าประเมินมันต่ำไป..." ฉินลี่หรงกัดฟันกรอด ดวงตาฉายแววอำมหิต "นึกไม่ถึงว่าเด็กเมื่อวานซืนอย่างเซี่ยเหยียนอวี่จะมีมารยาถึงขั้นทำให้องค์ชายผู้เย็นชาอย่างจวิ้นอี่หลงหัวปักหัวปำได้ขนาดนี้ ทั้งที่เพิ่งเจอกันแค่ครั้งเดียว!""ใต้เท้า... แล้วเราจะทำอย่างไรต่อขอรับ?" จางหลานลูกสมุนคนสนิทเอ่ยถามด้วยความหวาดหวั่น "ตอนนี้กระแสลมเปลี่ยนทิศ ขุนนางหลายคนเริ่มหันไปประจบสอพลอตระกูลเซี่ยกันแล้ว หากปล่อยไว้...""หุบปาก!" ฉินลี่หรงตวาด "คิดว่าข้าจะยอมแพ้แค่นี้หรือ? ในเมื่อเด็ดดอกไม้ไม่สำเร็จ ข้าก็จะขุดรากถอนโคนมันทิ้งซะ!"ฉินลี่หรงเดินไปที่โต๊ะทำงาน เปิดลิ้นชักลับและหยิบสมุดบัญชีเล่มหนึ่งออกมาโยนลงตรงหน้าจางหลาน"อีกสามวัน ฝ่าบาทจะทรงแต่งตั้งคณะผู้ตรวจการไปตรวจสอบงบประมาณซ่อมแซมเขื่อ
Magbasa pa
บทที่ 8
ความเงียบงันเข้าปกคลุมท้องพระโรงราวกับหมอกหนา ทันทีที่คำถามเชือดเฉือนของเซี่ยเหยียนอวี่หลุดออกมา ทุกสายตาต่างจับจ้องไปที่ฉินลี่หรงเป็นจุดเดียว“...หรือว่าท่าน... รู้จักหมึกชนิดนี้ดี?”ฉินลี่หรงยืนตัวแข็งทื่อ ใบหน้าที่เคยประดับด้วยรอยยิ้มมั่นใจบัดนี้ซีดเผือดลงอย่างเห็นได้ชัด เหงื่อเย็นเยียบไหลซึมผ่านแผ่นหลัง เขาตระหนักได้ในวินาทีนั้นว่าตนเองก้าวพลาดอย่างมหันต์ ไม่ใช่แค่พลาดที่ประเมินศัตรูต่ำไป แต่พลาดที่หลงกลเดินตามเกมที่เด็กหนุ่มผู้นี้วางไว้ตั้งแต่ต้นสมุดบัญชีที่ว่างเปล่าตรงหน้า ไม่ต่างอะไรกับหลุมพรางที่เปิดอ้ารอรับร่างของเขา"ข้า... ข้าจะไปรู้จักหมึกพิสดารเช่นนั้นได้อย่างไร?" ฉินลี่หรงพยายามคุมเสียงไม่ให้สั่น "ข้าเพียงแต่ตกใจ... ที่หลักฐานสำคัญกลับเลือนหายไปต่อหน้าต่อตาเช่นนี้ หรือว่านายน้อยเซี่ยเล่นกลสิ่งใด?""เล่นกล?" เหยียนอวี่เลิกคิ้ว แสร้งทำสีหน้าประหลาดใจ "ใต้เท้าฉิน ท่านเป็นคนนำบัญชีเล่มนี้มาถวายเองกับมือมิใช่หรือ? หากจะมีใครเล่นกล คนผู้นั้นย่อมต้องเป็นคนที่เตรียมหลักฐานมา... หรือท่านจะบอกว่า บัญชีเล่มนี้ท่านมิได้ตรวจสอบมาก่อน?""ข้า..." ฉินลี่หรงพูดไม่ออก เขาตกอยู่ในสถานการณ์
Magbasa pa
บทที่ 9
ดวงจันทร์ครึ่งเสี้ยวลอยเด่นอยู่เหนือท้องฟ้ายามรัตติกาล สาดแสงสีเงินยวบยาบลงมากระทบหลังคาวังหลวงที่เงียบสงัดภายในสำนักหมอหลวงแสงไฟจากตะเกียงดวงสุดท้ายเพิ่งจะมอดดับลง ไป๋เหวินเจี๋ ก้าวเท้าออกมาจากห้องปรุงยาด้วยความอ่อนล้า เขาใช้เวลาตลอดทั้งคืนคลุกคลีอยู่กับสมุนไพรนับร้อยชนิด เพื่อปรุงยาระงับอาการปวดให้เซี่ยเหยียนอวี่ และยาบำรุงหัวใจสูตรพิเศษสำหรับมารดากลิ่นสมุนไพรฉุนจมูกยังคงติดอยู่ตามเสื้อผ้า เขาถอนหายใจยาว ขยับคอไปมาเพื่อคลายความเมื่อยล้า เส้นทางกลับเรือนพักแพทย์หลวงในยามนี้ช่างเงียบเชียบและวังเวง มีเพียงเสียงจิ้งหรีดเรไรที่ร้องระงม ตึก...เสียงฝีเท้าแผ่วเบาดังขึ้นจากด้านหลัง หมอหนุ่มชะงักฝีเท้า สัญชาตญาณบางอย่างร้องเตือนถึงความผิดปกติเขาแสร้งทำเป็นจัดสายสะพายย่าม แต่หางตาเหลือบมองไปที่เงามืดใต้ต้นไทรใหญ่ไม่มีใคร... หรืออย่างน้อยก็ไม่มีใครที่อยากให้เขาเห็นไป๋เหวินเจี๋ยกำเข็มเงินที่ซ่อนไว้ในแขนเสื้อแน่น เขาเร่งฝีเท้าขึ้น เดินลัดเลาะไปตามทางเดินหินอ่อนที่ทอดยาวสู่เขตที่พักอาศัย แต่ยิ่งเดิน เสียงฝีเท้านั้นก็ยิ่งชัดเจนขึ้นและไม่ได้มีแค่หนึ่ง... แต่มีถึงสาม"ออกมาเถอะ" ไป๋เหวินเจี๋ยห
Magbasa pa
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status