เข้าสู่ระบบรู้สึกตัวอีกทีก็มาอยู่ในร่างนางร้ายในนิยายน้ำเน่าที่ตัวเองเกลียด ตอนจบต้องถูกพระเอกสังหารอย่างน่าอนาถ เมื่อมาอยู่ในร่างตัวละครที่ตัวเองเกลียดและรู้จุดจบของตัวเอง ภารกิจเอาชีวิตรอดจึงเกิดขึ้น
ดูเพิ่มเติม-Married With MANTAN-
******
Sagara Alditama, pria keturunan jerman-indonesia yang baru saja memasuki usia 28 tahun ini tengah dipusingkan dengan perjodohan yang dilakukan oleh sang ibu. Tentu saja Saga sangat menentang hal itu, dia merasa seperti pria yang tidak laku saja ketika mendengar kata PERJODOHAN.
Sagara merasa dia belum siap untuk menjadi suami sekaligus ayah, jika nanti ia dan istrinya memiliki anak. Dia ingin menikah saat dia sudah siap namun di umurnya yang semakin matang ini Saga hanya ingin menikmati masa-masa dimana dia bebas berganti pasangan tanpa takut ketahuan oleh siapapun. Namun karena ini adalah permintaan sang ibu Sagara terpaksa harus mengikuti kemauannya.
Dan puncaknya malam ini dia dan keluarga besar akan bertemu dengan calon istrinya, dan langsung melaksanakan pertunangan. Ingin rasanya Sagara berteriak bahwa keluarganya sangat cepat mengambil keputusan, bahkan dia tidak tau siapa perempuan yang akan menjadi istrinya itu.
"Woy jangan ngelamun, dirasuk setan baru tau rasa!"
"Sialan, kau pergi dari sini aku sedang tidak ingin di ganggu." Usir Saga kepada sang adik yang baru saja mengejutkannya.
"Idih, mamah manggil kamu buat siap-siap kita akan ketemu sama calon abang." Saga menatap sang adik, dia merasa jika adiknya ini sangat senang jika Saga mendapatkan masalah seperti ini. Tanpa menjawab sang adik Saga langsung memasuki kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul lima sore, jadi masih sisa dua jam lagi untuk Saga bersiap-siap.
Sagara duduk di samping ibu nya di ruang tamu, mereka tinggal menunggu adik perempuan Saga. Tentu saja remaja seperti adik Saga akan lama mempersiapkan diri dan hal itu membuat Saga emosi.
"Mamah harap kamu tidak mempermalukan mamah, dan jaga sikap kamu di depan calon besan mamah!" Peringat Tamara kepada sang anak, Saga hanya berdehem saja yang membuat Tamara ingin mencekik sang anak.
"Aku sudah siap!" Orang yang ditunggu-tunggu akhirnya selesai juga dengan alat make up nya.
"Tetap sama dan tidak ada yang berubah!" Kata Saga dengan nada dingin yang membuat sang adik meraju dan mengadu kepada sang Mamah.
"Mah, liat Bang Saga. Masa ngomong sama Rika kaya gitu."
"Saga gak boleh gitu, kamu harus menghargai usaha adik kamu dong." Kata Tamara, Jelas saja Tamara membela Rika karena dia adalah anak kesayangan Tamara.
"Ya ya ya....Saga tunggu di mobil." Saga langsung berjalan keluar dari dalam rumahnya dia akan menunggu mereka di dalam mobil saja karena dia tidak suka di salahi terus menerus seperti tadi.
........
Keluarga Alditama sampai di sebuah restoran mewah yang sudah di booking oleh mereka, tidak beberapa lama sebuah rombongan juga baru saja memasuki restoran tersebut.
Tamara dan suami nya langsung menyambut mereka dengan bahagia, karena itu adalah calon besan mereka."Gita, apa kabar, sudah lama kita tidak mengobrol bareng." Sambut Tamara kepada perempuan yang bernama Gita tersebut.
"Aku baik, gimana sama kamu dan keluarga?"
"Baik juga, ayo ayo silahkan duduk." Ajak Tamara mereka bersalaman dan saling menyapa.
"Ini kenalin, Sagara Alditama dia anak sulung aku loh Git." Tamara mengkode Saga agar menyalami Gita.
"Gak nyangka ya Ra, rasanya Saga baru saja pulang dari rumah aku tapi kok udah sebesar ini." Saga hanya bisa tersenyum saja mendengar perkataan Gita, dia sudah bisa menebak jika wanita yang ada di sebelah mamah nya ini adalah calon mertuanya.
"Nah ini, anak kedua aku namanya Reksa Alditama, dan yang ini anak perempuan satu-satunya di keluarga Alditama, namanya Rika Alditama." Gita sangat kagum dengan anak-anak dari sahabatnya yang sudah beranjak dewasa semua. Suami Gita juga berkenalan dengan mereka yang ada di sana.
"Maaf ya Ra, anak aku agak telat datangnya. Dia ada klien yang ingin memakai jasa wedding organizer miliknya."
"Iya gak papa, hebat dong anak kamu sudah bisa mandiri dan cari uang sendiri." Puji Tamara.
"Ya hebat sih, tapi kadang bisa lupa pulang ke rumah aku kadang merasa seperti tidak memiliki anak saja." Mereka yang ada di sana tertawa mendengar kalimat Gita.
"Jangan heran Git, Saga juga seperti itu kadang 1 bulan sekali dia pulang kerumah. Makanya aku mau dia punya istri supaya bisa pulang dan gak kerja terus." Kata Tamara dan hal itu membuat Saga ingin pergi saja rasanya dia sangat malu sungguh.
Obrolan keluarga terus berlanjut, Para pria membahas soal bisnis sedangkan wanita malah bergosip ria. Namun obrolan mereka terhenti saat seorang perempuan menegur mereka.
"Maaf saya terlambat." Bahasa formal sangat kentara yang terlontar dari wanita yang baru saja tiba disana.
"Astaga kamu ini, Mamah kan sudah bilang jangan lama-lama coba lihat jam berapa sekarang." Gita mengomeli anaknya yang baru saja sampai. Bagaimana tidak di omeli anak perempuannya terlambat setengah jam lebih dan itu membuat Gita dan juga suaminya tidak enak terhadap keluarga Alditama.
"Jangan di marahi Git, ayo nak silahkan duduk." Kata Tamara,wanita tadi langsung duduk di hadapan Saga tanpa menatap ke arah pria itu. Sedangkan Saga terkejut dengan wanita yang baru saja tiba di meja mereka. Apa ini calon istrinya? Saga terus bertanya sampai suara sang calon Ayah mertua mengintrupsi dirinya.
"Saga kenalin ini anak Om, namanya Meysa Bramasta dan Mey itu Sagara Alditama calon kamu." Saga menjulurkan tangannya dengan gemeteran mereka yang ada di sana menunggu reaksi Meysa.
Sedangkan Meysa terkejut dengan pria yang akan menjadi tunangannya malam ini. Namun dia harus bisa menguasai diri agar tidak terlihat bahwa dirinya terkejut atas keberadaan pria tersebut.
"Saya Meysa, senang bertemu dengan anda." Saga hanya mengangguk masih belum bisa berkata dia terkejut dengan wanita yang ada di hadapannya sekarang. Meysa melepaskan tautan tangan mereka yang membuat Saga kembali sadar dari keterkejutannya.
"Abang terpesona ya hahah....dia cantik kan Bang." Goda Raksa yang membuat Saga menatap sang adik dengan mata melotot. Yang langsung membuat Raksa menyatukan kedua tangannya seperti memohon ampun dari Saga.
"Mey, jangan formal ini acara keluarga sayang jadi santai saja." Kata sang ayah. Meysa hanya mengangguk saja mendengar perkataan orang tuanya.
"Jadi kita langsung saja ya, tukaran cincin dulu untuk tanggal berlangsungnya acara pernikahan nanti kita bicara kan setelah pertukaran cincin." Semua keluarga mengangguk setuju dengan perkataan Satya ayah Saga.
Tamara memberikan cincin untuk Saga agar bisa memasangkannya ke jari Meysa. Tidak ingin memperlama proses nya Saga langsung melingkarkan cincin tersebut sedangkan Meysa mengepalkan tangan kirinya di balik gaun yang ia kenakan.
Semua keluarga bertepuk tangan saat cincin itu sudah melingkar sempurna di jari manis Meysa."Sekarang giliran kamu sayang." Kata Tamara dan memberikan cincin itu kepada Meysa.
Meysa tidak sengaja menjatuhkan cincin yang dia pegang, membuat semua keluarga terkejut."Meysa jaga sikap!" Kata Endy yang melihat jika anak nya tidak menginginkan pertunangan tersebut.
"Tidak apa, mungkin nak Meysa hanya gugup." Bela Tamara, lalu dia kembali memberikan cincin tadi kepada Meysa. Dengan tangan gemetar Meysa memasukkan cincin tersebut ke jari Saga dan membuat keluarga senang saat cincin itu sudah berada di tempat yang tepat.
Semua keluarga berpelukan dan memberikan selamat kepada Meysa dan Saga. Meysa sama sekali tidak senang dengan pertunangan itu namun dia tidak bisa menolak karena dia tidak ingin mengecewakan orang tuannya lagi.
......
Sekian!
“อาเหม่ย อาเหม่ย” เสียงเรียกชื่อเดิมก่อนจะมาอยู่ในโลกของนิยายดังแว่วอยู่ข้างใบหูเจ้าของร่างบอบบางนอนอยู่บนเตียงคนไข้ในชุดลายทางสีน้ำเงินสลับขาว กำลังขยับเปลือกตาตาเสียงเรียก“อาเหม่ย รู้สึกตัวได้แล้ว เธอทำฉันใจหายแล้วนะ” เสียงของเพื่อนรักอย่างลู่หมินหมิ่นเรียกชื่ออีกครั้ง คราวนี้หญิงสาวสะดุ้งตื่นขึ้นมาพร้อมกับมองไปรอบ ๆ ด้วยความงุนงง“ท่านพี่ ท่านพี่” จางเหม่ยหลินที่กลับมายังโลกความจริงร้องหาเสวี่ยอี้เทียนด้วยความตกใจและเป็นกังวล เขาสัญญาแล้วว่าจะอยู่ตอนที่นางตื่นในทุก ๆ เช้า แต่ตอนนี้มันเกิดอะไรขึ้น“เรียกหาสามี เธอแต่งงานแล้วเหรอ” หมินหมิ่นพูดแล้วเอามือวางแตะที่หน้าผากของเพื่อนรักเพื่อเทียบอุณหภูมิกับหน้าผากของตน“ที่นี่ โรงพยาบาลเหรอ” จางเหม่ยหลินกล่าวด้วยความใจหาย ความทรงจำสุดท้ายคือกำลังมีความสุขกับครอบครัวของเธอ“ก็ใช่นะสิ จะเข้าหน้าหนาวแล้วสงสัยฝนหลงฤดูน่ะ เมื่อวานนี้พายุเลยเข้าไฟดับไปครึ่งเมือง ฉันเลยว่าจะไปอาศัยด้วยสักคืน โทรหาเธอแล้วก็ไม่รับสาย พอไปถึงก็พบนอนสลบอยู่หน้าทีวี ก็เลยพามาโรงพยาบาลเนี่ยแหละ เธอหลับไปตั้งหนึ่งวันเต็ม ๆ ร
เทศกาลโคมไฟที่เมืองหลวงถูกจัดขึ้นอย่างยิ่งใหญ่ เสวี่ยหยางอี้ผู้เป็นพี่ชายจูงมือมารดา ในขณะที่เสวี่ยฟางหนิงแฝดผู้น้องกำลังถูกบิดาอุ้มอย่างเอาใจ“อาหนิงเดินเองได้แล้ว ข้ายังเดินเองเลย”“ก็ใครใช้ให้ท่านกินเยอะจนอวบอ้วนเล่า ท่านแม่อุ้มท่านไม่ไหว แต่ท่านพ่ออุ้มข้าไหว” เสียงเล็ก ๆ นั้นต่อปากต่อคำกับผู้เป็นพี่ชายอย่างไม่มีใครยอมใคร“เช่นนั้นก็ดี ท่านพี่อุ้มหนิงเอ๋อร์อย่าได้ปล่อยเชียว ข้ากับอี้เอ๋อร์จะไปเดินซื้อถังหูลู่และผลไม้เชื่อมทางนั้น” เมื่อได้ยินว่ามารดากับพี่ชายจะเดินไปซื้อขนมมีหรือว่าเสวี่ยฟางหนิงจะทนไหว สายตามองมารดากับพี่ชายเดินไปทางแผงขายขนมหวานอย่างไม่คลาดสายตา“ท่านพ่อปล่อยข้าลง ข้าโตแล้วเดินเองได้เจ้าค่ะ” เสียงเล็ก ๆ นั้นพูดออดอ้อนพร้อมทำท่ากะพริบตาปริบ ๆ เหมือนมารดาไม่มีผิด“เอาล่ะ ผินเยว่ตามคุณหนูไปด้วย” เสวี่ยอี้เทียนบอกแก่สาวใช้ที่อยู่ติดตามรับใช้ดูแลภรรยาและลูก ๆ ของตนเองด้วยความภักดียืนมองเด็กทั้งสองอยู่กับภรรยาแล้วจูงมือคนละข้างกลับมาพร้อมกับถังหูลู่คนละไม้แล้วยิ้มให้กับภรรยาที่วันนี้อนุญาตให้ลูก ๆ กินของหวานได้ เพราะปกติแล้วจ
หลังงานเลี้ยงสิ้นสุดก็ยังไม่มีวี่แววว่าคนในจวนจะตามหาโจวเยี่ยนหงพบ ทุกอย่างดูปกติและราบรื่นดี มีเพียงแต่ครอบครัวสกุลเสวี่ยแห่งเป่ยโจวเท่านั้นที่รู้ว่าเกิดอะไรขึ้นเมื่อเห็นว่าแขกเหรื่อกลับจนหมดแล้ว เสวี่ยอี้เทียนที่ผิดสังเกตจึงตัดสินใจถามบิดาถึงความวุ่นวายที่ตนสังเกตเห็น“ท่านพ่อ ไม่ทราบว่าเกิดอะไรขึ้น”“เยี่ยนหงนางหนีออกมา ตอนนี้ยังหาตัวไม่เจอ เจ้ากับสะใภ้รีบกลับไปก่อนเถอะ คืนนี้คงค้างที่สกุลเสวี่ยไม่ได้แล้ว ข้าจะให้คนพาไปพักโรงเตี๊ยมอันดับหนึ่งในเป่ยโจวแทน” เสวี่ยซิ่วหยุนนึกถึงความปลอดภัยของบุตรชายและสะใภ้คนเล็กหลินฉงหยูได้ยินดังนั้นก็รู้สึกเอะใจอะไรบางอย่าง ในนิยายต้นฉบับก่อนที่เนื้อเรื่องจะเปลี่ยนแปลง ตอนที่นางถูกขับไล่จากสกุลเสวี่ยแล้วกลับมาแก้แค้น ได้ซ่อนตัวอยู่ใต้โต๊ะขนาดใหญ่ที่ใช้วางป้ายบูชาบรรพชนในหอบรรพบุรุษ“ค้นหาทุกที่หรือยังเจ้าคะ”“เราค้นหาทุกที่แล้ว แต่ก็ไม่พบนาง ที่ห้องของเจิ้นเฟยก็ไม่มี” อันเหม่ยจิงตอบอย่างร้อนใจ ตอนนี้ห้องของเสวี่ยเจิ้นเฟยหลานชายคนโตก็มีคนคอยคุ้มกันอย่างหนาแน่ เพราะเกรงว่านางจะเข้าไปทำร้าย“ที่หอบรร
รถม้าของจวนเจ้ากรมพิธีการเสวี่ยอี้เทียนกำลังเคลื่อนที่ไปตามเส้นทางหลักจากเมืองหลวงมุ่งหน้าสู่ทางเหนือเพื่อไปร่วมงานฉลองวันเกิดของฮูหยินผู้เฒ่าสกุลเสวี่ย เป็นการกลับไปยังตระกูลใหญ่หลังจากที่ออกมาได้เกือบหลายปีแล้วในตู้รถม้ามีเสวี่ยอี้เทียนและภรรยา บุตรชายหญิงฝาแฝดวัยกำลังน่ารักน่าชังอยู่กับโหรวเซ่าฉีที่จวนไม่ได้ร่วมเดินทางในครั้งนี้“ตั้งแต่คลอดลูก ๆ ข้าไม่เคยห่างจากพวกเขาข้ามคืนเลย ตอนนี้คิดถึงเจ้าสองแสบนั่นเสียแล้ว” หลินฉงหยูพูดกับสามีด้วยน้ำเสียงที่ใจหาย“เจ้าเดินทางไปตรวจสอบบัญชีที่ลั่วหยางออกจะบ่อย”“แต่ลั่วหยางกับจวนเราห่างกันเพียงไม่กี่ลี้ เดินทางไปกลับใช้เวลาไม่ถึงหนึ่งชั่วยามดี แต่ว่าไปเป่ยโจวกว่าจะถึงก็กว่าครึ่งค่อนวัน เสร็จงานก็มืดค่ำต้องได้พักค้างคืนจึงจะเดินทางกลับได้ในยามเช้า” เสียงหวานยังคงบ่นออกมาด้วยความคิดถึงลูกแฝดทั้งสอง“แต่ข้ากลับมองว่านี่เป็นการดี เราไม่ได้อยู่ตามลำพังมานานแล้ว ลูก ๆ ของเจ้าเอาแต่หาข้ออ้างไม่มานอนที่ห้องก็เรียกให้เจ้าไปกล่อม กว่าจะกลับห้องข้าก็หลับไปหลายตื่นแล้ว กลับเป่ยโจวคราวนี้ข้าจะต้องใช้เวลากับเจ้าให้คุ้ม
ผินเยว่ยกสำรับอาหารมาวางในแก่นายของตน จากนั้นก็เข้าไปประคองหลินฉงหยูให้ลุกขึ้นเพื่อไปรับประทานอาหารที่โต๊ะหลินฉงหยูอยู่ในชุดนอนสีขาวทั้งตัวยังไม่ได้สวมใส่อาภรณ์สำหรับออกไปข้างนอก ด้านหลังเสื้อมีเลือดซึมออกมาเล็กน้อย แค่มองสาวใช้ก้รู้ว่านางคงเจ็บมาก“หากท่านลุกไปนั่งไม่ไหว ข้ายกสำรับมาที่ตั่งนอนได้
ขณะที่เดินกลับไปยังหอนอนหลินฉงหยูก็สังเกตไปยังรอบ ๆ บริเวณ ในใจอยากข้ามฉากไปโดยไม่ต้องเก็บรายละเอียดเหล่านี้ แต่ว่าอยากถามข้อมูลอื่น ๆ จากผินเยว่ไปในตัว“เรือนรับรองอยู่ทางด้านซ้ายเจ้าค่ะ ห้องใหญ่เป็นที่พำนักของคุณหนูโจวอยู่ส่วนหน้า ส่วนห้องเล็กตรงสุดทางเดินเป็นของท่าน” ผินเยว่กล่าวขณะที่เดินผ่านทา
อาหารถูกจัดเป็นสำรับแยกของแต่ละคน อาหารของวันนี้มีแต่อาหารที่ฮูหยินผู้เฒ่าชอบ โดยเฉพาะปลาผัดเปรี้ยวหวานที่วันนี้สีของอาหารดูมีสีสันและหน้าตาต่างจากที่เคย“ปลาผัดเปรี้ยวหวานนี้ดูต่างจากที่เคย เปลี่ยนคนทำหรือ” หม่าหรูหรง เหล่าฮูหยินถามด้วยน้ำเสียงที่สงสัย“ว่าไงอาช่วน อาหารจานนี้ใครเป็นผู้ทำ” อันเหม่
ประตูห้องของหลินฉงหยูถูกเปิดขึ้นในตอนเช้า ทำให้เจ้าของห้องที่นอนคุดคู้อยู่ใต้ผ้าห่มงัวเงียตื่นขึ้นมา ก่อนที่ดวงตาจะเบิกกว้างด้วยความตกใจกับเสียงปลุกนั้น“หลินฉงหยู ฮูหยินใหญ่ให้มาตามเจ้าไปช่วยงานที่ครัว ไม่รู้เลยหรือว่าพรุ่งนี้มีงานสำคัญ” เสียงดุดันของไป๋ช่วน บ่าวรับใช้ข้างกายอันเหม่ยจิงมารดาของเสว











