Mag-log inให้นางรอสามปีจึงค่อยมาตบแต่งเมี่ยวหลัวก็รอไม่บิดพลิ้ว ทว่าพอถึงวันแต่งงานไอ้ตัวต่ำช้ากลับมีทั้งลูกทั้งอนุภรรยามายกน้ำชา เมี่ยวหลัวจึงค่อยถ่องแท้ขึ้นมา คนดีกับคนโง่มีเส้นกั้นเพียงเล็กน้อยเท่านนั้น!
view moreDi usia kehamilannya yang memasuki 24 minggu, Sinta malah menyaksikan suaminya melepaskan hasrat sendirian sambil mendesahkan nama wanita lain.
Setiap malam sejak ia hamil, biasanya Sinta menyiapkan dua botol minuman di atas meja di samping tempat tidurnya. Namun, karena terlalu mengantuk setelah makan malam, Sinta pun tertidur tanpa menyiapkannya. Ia turun dari ranjang dan pergi ke dapur untuk mengambil air minum. Saat baru saja keluar kamar, Sinta melihat cahaya lampu dari lorong ruang kerja Abimanyu masih menyala, sementara ruangan lainnya sudah gelap gulita. Berpikir jika suaminya sudah pulang, Sinta akhirnya berjalan mendekat untuk memastikan. Saat jaraknya semakin dekat, Sinta malah mendengar suara-suara aneh dari dalam ruang kerja Abimanyu hingga membuat bulu kuduknya berdiri. “Rashta…” Sinta membeku di depan pintu. Itu jelas suara Abimanyu. Pintu ruang kerja itu kebetulan tidak tertutup rapat. Sinta bisa melihat dari sela pintu, sosok Abimanyu yang duduk di kursi kerjanya, tengah bermain sendiri sambil memandangi foto seseorang. Jantung Sinta seakan merosot ke tanah melihat pemandangan itu, terutama saat menyadari nama yang disebutkan oleh suaminya. Rashta? Kenapa suaminya itu melakukannya sambil menyebutkan nama Rashta? Rashta Djaja. Anak angkat kesayangan keluarga Djaja. Adik angkat yang paling dimanjakan oleh Abimanyu. Sinta hampir tidak bisa menerima kenyataan. Tubuhnya limbung ke belakang dan tanpa sengaja menjatuhkan vas bunga dari atas rak hiasan yang ada di sudut lorong. Prang! Sinta tersentak saat pecahan beling itu mengenai kulit kakinya. Belum sempat ia melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu, pintu ruang kerja Abimanyu terbuka. “Sinta?” Sinta yang tengah menunduk membelakangi Abimanyu segera mengusap air matanya dengan cepat, lalu berbalik menghadap ke arah pria itu. “Maaf, tadi aku—” “Apa yang kamu lakukan di depan ruanganku?” Sinta meneguk ludahnya dengan kasar sebelum akhirnya menjawab, “Tadi aku haus dan ingin mengambil minum di dapur. Lalu aku melihat lampu ruang kerja Mas masih menyala, jadi aku pikir—” “Kamu pikir, kamu harus mengintip apa yang sedang aku lakukan?” Sinta mendongak, menatap netra biru pria itu dengan saksama. Wajah Abimanyu tetap datar, tanpa ada rasa malu ataupun bersalah darinya. Padahal yang dia lakukan tadi... “M-maaf, lain kali tidak akan aku ulangi.” Sinta akhirnya kehilangan energi untuk berkata-kata. Kenyataan pahit yang baru saja menghantamnya sudah cukup membuatnya terpukul. Sinta tidak menyadari tatapan Abimanyu yang penuh tanda tanya, sebelum pria itu kembali berbicara dengan ketus, “Kembalilah ke kamarmu. Jangan berkeliaran tengah malam dan mengagetkan orang.” Setelah berkata demikian, Abimanyu masuk kembali ke ruangan tanpa menoleh sedikit pun ke arah Sinta. Sinta kembali ke kamarnya dengan langkah gontai. Setelah menutup pintu, tubuhnya merosot ke lantai. Sambil memeluk perutnya yang membuncit, Sinta melampiaskan kesedihannya karena kejadian mengejutkan yang barusan ia lihat. Abimanyu adalah seorang pengacara terkenal sekaligus pemain saham yang sangat sukses. Tampan, berbakat, sukses di usia muda—pria idaman semua wanita, termasuk Sinta. Sinta sudah mencintai Abimanyu selama 10 tahun, sejak masih duduk di bangku SMA. Ia begitu tergila-gila padanya, sedangkan pria itu memang tidak pernah tertarik padanya. Namun, ayah Abimanyu sendirilah yang melamar Sinta untuk putranya. Abimanyu, meski sosok yang dingin dan acuh, tidak pernah bisa membantah keinginan ayahnya. Jadilah mereka menikah dengan kondisi terpaksa. Meski Abimanyu selalu bersikap dingin semasa pernikahan mereka, Sinta tetap menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan baik. Apalagi, sebentar lagi akan ada anak di antara mereka. Sinta yakin Abimanyu akan pelan-pelan menerimanya jika ia menjadi istri dan ibu yang baik bagi anak mereka. Belakangan, ia menyadari, Abimanyu bersikap dingin padanya bukan hanya karena terpaksa menikahinya, melainkan karena pria itu mencintai orang lain. Sinta mengerti. Abimanyu tampan dan menawan, dengan postur tubuh yang sangat ideal serta kesuksesan di usia muda. Tentu saja pria itu pasti sudah punya seseorang yang dicintai. Yang tidak ia duga adalah; orang yang dicintainya adalah Rashta, perempuan yang diangkat sebagai anak oleh keluarga Abimanyu sejak masih bayi. Perasaan Abimanyu pada adik angkatnya tidak mungkin diresmikan; itukah sebabnya ia mau-mau saja menerima pernikahan ini? Hati Sinta terasa begitu perih. Ia menatap perutnya yang membuncit, mengelusnya pelan. Tok, tok, tok! Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Sinta. Ia yang tengah duduk di balik pintu seketika menoleh ke samping. “Sinta.” Abimanyu memanggilnya. Sinta hanya melirik ke arah pintu sebentar, lalu memutuskan untuk mengabaikannya. Lagipula, mereka sudah pisah ranjang sejak sebulan yang lalu. Saat itu, Sinta tiba-tiba mengalami kontraksi palsu tengah malam, yang terjadi karena efek kelelahan setelah Sinta membantu ibu mertuanya menyiapkan acara pesta anniversary. Sejak itu, Abimanyu memutuskan untuk pisah kamar dengan alasan khawatir ia menendang atau melukai Sinta saat sedang tidur. Sekarang, Sinta tahu alasan sebenarnya kenapa Abimanyu tiba-tiba bersikeras meminta pisah kamar. Setelah beberapa saat, akhirnya suara ketukan itu berhenti, diikuti dengan langkah kaki yang menjauh. Malam itu, Sinta tidak bisa tidur karena terus menangis hingga baru bisa benar-benar terlelap setelah hampir pukul empat dini hari. Keesokan paginya, Sinta bangun tidur seperti biasa karena tidak terbiasa bangun lewat dari jam tujuh. Ia sengaja keluar dari kamar saat waktu menunjukkan pukul sembilan pagi dengan harapan Abimanyu sudah pergi ke kantor. Namun, baru saja melangkahkan kakinya dua jengkal, Sinta malah melihat Abimanyu duduk di ruang makan, menatapnya dengan dingin. “Baru bangun?” tanya Abimanyu tiba-tiba. Tumben sekali. Biasanya ia tidak pernah menyapa Sinta terlebih dahulu. “Hm,” Sinta menjawab dengan gumaman. Karena sarapan untuknya telah disiapkan, Sinta pun terpaksa duduk untuk sarapan bersama suaminya, meskipun kejadian semalam membuatnya tiba-tiba merasa mual. Melihat wajah murung Sinta, ekspresi Abimanyu pun ikut meredup. Sejak dulu, Sinta selalu tersenyum di hadapannya untuk menjaga suasana. Kali ini, Sinta tidak melakukannya. “Kamu masih marah?” tegurnya dingin. “Kalau kamu sangat ingin aku menemanimu periksa kandungan, untuk jadwal periksa selanjutnya, aku akan mengosongkan jadwalku.” Ternyata, Abimanyu mengira istrinya itu masih marah karena tidak ditemani periksa kehamilan kemarin, karena Rashta meminta dia untuk menonton film bersama dengan Orion dan Jupiter. Sinta memang sempat merajuk, tapi itu kemarin, saat ia masih berpikir pernikahan ini layak untuk dipertahankan. Sekarang, perasaannya pada Abimanyu terasa hambar. Lima tahun pernikahannya seperti berakhir sia-sia. “Nggak perlu. Aku bisa pergi sendiri.” Sinta menjawab datar tanpa menghentikan gerakannya memotong sandwich. Mendengar jawaban istrinya, ekspresi Abimanyu mengeras. “Apakah kamu harus semarah ini hanya karena masalah sepele? Kamu akan menjadi seorang ibu, berhentilah bersikap kekanak-kanakan.” Sinta menatap Abimanyu dengan tatapan kosong, “Masalah sepele?” “Apalagi kalau bukan masalah sepele? Masih ada banyak waktu ke depan sebelum tanggal kelahiran. Jangan membuat orang lain lelah karena sikapmu.” Mendengar itu, Sinta menarik napas panjang, “Kalau kamu selelah itu, mungkin sebaiknya kita akhiri saja semua ini. Ayo kita bercerai.”ปลายจมูกโด่งของซ่างกวนโทวกดลงจุมพิตที่ท้ายทอยหลังจากเขาจับเส้นผมนุ่มและผอมของจีเมี่ยวหลัวหลบไปด้านข้างเปิดเผยหลังลำคอขาวสะอาด“เขาหอกันเถิดภรรยาของข้า”เขากระซิบกระซาบแล้วจึงใช้เรียวปากแกร่งสัมผัสกับใบหูของนางจนจีเมี่ยวไคร้ตัวสั่นสะท้าน เขินอายย่อมีมากแต่ระหว่างนางกับซ่างกวนโทวต่างก็ไม่ใช่หนุ่มน้อยและสาวน้อยแล้ว ต่างคนต่างอยู่ในวัยของผู้ใหญ่แล้วทั้งคู่ ดังนั้นเขินอายอย่างไรจีเมี่ยวหลัวย่อมไม่คิดปฏิเสธสามีของนางร่างอรชรหันกลับมาเผชิญหน้ากับเรือนกายสูงใหญ่ด้วยใบหน้าเขินอายสามส่วน มุ่งมั่นเสียเจ็ดส่วน ซ่านุ่มนิ่มโทวถึงกับหัวเราะในลำคอเสียงต่ำ นี่แหละภรรยาของเขา จีเมี่ยวหลัวสำหรับเขาแต่ไหนแต่ไรมาจีเมี่ยวหลัวนั้นก็เป็นสตรีเช่นนี้ หากไม่ใช่นางเป็นเช่นนี้จะดึงสายตาของเขาให้หยุดอยู่ที่นางได้จนถึงทุกวันนี้ได้อย่างไรนางเขย่งปลายเท้าขึ้นแล้วใช้สองแขนของตนเองคล้องลำคอแกร่งจึงดึงให้ใบหน้าหล่อเหลาของท่านปีศาจดำโน้มลงมาหาตนเองโดยที่นางเอกก็เผยอเรียวปากนุ่มนิ่มขึ้นไปหาเขาเช่นกันปัง! ปัง! ปัง!ช่วงจังหวะที่เรียวปากของทั้งสองลงมาบรรจบกัน พลันนั้นดอกไม้ไฟก็ถูกจุดขึ้นมาพอดิบพอดี แสงสว่างวูบวาบกับภาพดอ
ใครจะคาดสตรีที่รูปโฉมไม่นับว่างดงามสะท้านแผ่นดินจะครอบครองดวงใจของปีศาจดำแห่งต้าเซี่ยได้ คราวแรกทุกคนที่ได้พบเห็นล้วนแปลกใจ ทว่าพอสืบกันไปลึกซึ้ง ตั้งแต่สมัยจีเมี่ยวหลัวไปอยู่แคว้นอิ๋งโจวจนถึงคดีสังหารคนยากไร้ขโมยอวัยวะภายในไปขาย ล้วนเป็นสตรีผู้นี้คอยให้การช่วยเหลือ ทุกคนจึงไม่แปลกใจอีกต่อไป สตรีบางคนโฉมงามเกินไปนอกจากจะอาภัพแล้วบางคนยังนำภัยมาสู่คนใกล้ตัวไปจนถึงชีวิตของตนเองและพอวันเวลาผ่านไปรูปโฉมที่เคยงดงามย่อมโรยราแต่สตรีที่มีสติปัญญา ยิ่งวันเวลาเนิ่นนานพวกนางจะยิ่งเฉลียวฉลาดดังคำว่าขิงยิ่งแก่ยิ่งเผ็ด คล้ายกับต้นอู่ถงยิ่งวันเวลาเพิ่มขึ้นเนื้อไม้จะยิ่งกล้าแกร่งสูงค่า ฉางตี้ฮ่องเต้คงมองเห็นความงามจากภายใน งดงามด้วยสติปัญญามิใช่งดงามด้วยรูปโฉมภายนอกกระมังจึงได้รักปักใจจนมีข่าวลือออกมาในช่วงแรกถึงขนาดที่เขาจะยินดีเป็นเขยแต่งเข้าทั้งที่หากจะกล่าวถึงฐานะ แค่ฉางตี้ฮองเต้นั้นกระดิกนิ้วสะบัดพู่กันเขียนราชโองการออกมาเขาก็สมหวังแล้ว ไม่ต้องมาตกแต่งไฟทั้งเมือง หรือแม้แต่สร้างหอชมเมืองเพื่อนาง ก่อสร้างขึ้นมาเพื่อจะพาคุณหนูลิ่วจีขึ้นไปขอแต่งงานบนนั้นยังจะมีบุรุษใดคลั่งรักได้ยิ่งใหญ่เช่นฉางตี้
และบนศีรษะของจีเมี่ยวหลัวบัดนี้ประดับด้วยปิ่นทองสิบสองชิ้นครบตามธรรมเนียมของสตรีที่เตรียมตัวจะรับตำแหน่งฮองเพริศพริ้งฮาซึ่งบนศีรษะนอกจากปิ่นทองยังมีใบทับทิม ที่เหล่าฮูหยินจีกับซูหมัวมัวแซมเอาไว้ระหว่างปิ่นทองและเส้นผมที่ถูกเกล้างดงาม เรียกว่ากว่าจะเสร็จสิ้นจีเมี่ยวหลัวก็หนักไปหมดทั้งศีรษะและร่างกาย"งดงามมากเลยมากจริงๆ"ซูหมัวมัวพึมพำออกมาราวกับคนสติไม่ครบสมบูรณ์ อย่าว่าจะซูหมัวมัว แม้แต่นางกำนัลอาวุโสที่มาจากวังหลวงก็ยังตื่นตะลึงพอได้เห็นภาพของจีเมี่ยวหลัวหลังจากนางแต่งองค์ทรงเครื่องเต็มยศของเจ้าสาวชั้นสูงเพื่อจะก้าวขึ้นสู่ตำแหน่งฮองเฮา"เมี่ยวเมี่ยวมาเถอะ พวกเราไปทำพิธีกัน"หลังจากแต่งการครบเครื่อง ก็ถึงเวลาไปกราบไหว้ฟ้าดิน กราบไหว้ป้ายบรรพบุรุษในหอบรรพชนสกุลจี ซึ่งคนที่จะพาจีเมี่ยวหลัวทำพิธีดังกล่าวปกติต้องเป็นบิดา ทว่าบิดาของนางจากไปแล้ว ผู้ทำหน้าที่ผู้นำย่อมเป็นจีม่อชง เมื่อสามปีก่อน เขาเองก็เป็นทำหน้าที่นี้ แต่ในวันนั้นกับวันนี้ความรู้สึกของจีม่อชงและทุกคนในสกุลจีไม่เว้นแม้แต่จีเมี่ยวหลัวเองก็รู้สึกแตกต่างจากคราวนั้นไปไกลโขพอกราบไหว้ป้ายบรรพบุรุษเสร็จแล้วจึงค่อยออกไปร่วมรับประท
ค่ำคืนนั้นเป็นค่ำคืนที่ชาวเมืองเสียนหยางและเมืองรอบข้างที่สามารถจนท้องฟ้าของมหานครเสียนหยางนั้นเห็นแสงสว่างไสวของพลุและดอกไม้ไฟ ต่างกล่าวขานในเวลาออกไปในเวลาไม่ถึงสิบวันเรื่องที่ฉางตี้ฮองเต้จัดแจงทุกสิ่งเพื่อจะขอสตรีนางหนึ่งแต่งงานก็ดังไปทั่วดินแดนต้าเซี่ยและอาณาจักรใกล้เคียงรวมไปถึงชนเผ่าน้อยใหญ่และเป็นราตรีนั้นที่หยวนเค่อเจวี๋ยได้ทราบเช่นกันว่าเขาทำของดีหลุดมือไปแล้วจริงๆ สามปีแต่แรกเขายังคิดว่าตนเองจะสามารถหวนคืนกลับไปคืนดีและขอสตรีเช่นจีเมี่ยวหลัวแต่งงานได้อีกครั้งจนมาถึงราตรีดังกล่าวความจริงก็ตีแสกหน้าของหยวนเค่อเจวี๋ยว่าตลอดมาเขาหลอกตนเอง เขาหลอกตนเองว่าสุดท้ายจีเมี่ยวหลัวจะต้องหวนคืนมาอภัยให้เขาได้ แต่บัดนี้นางกำลังจะก้าวไปเป็นสตรีอันดับหนึ่งแห่งต้าเซี่ย แค่ฮูหยินเอกของบัณฑิตยากจนผู้หนึ่งจีเมี่ยวหลัวนั้นจะชายตาแลได้อย่างไร!ยิ่งผู้คนทั้งหลายต่างอยากเห็นสตรีผู้นั้นว่าจะโฉมงามสะท้านแผ่นดินเพียงใด แล้วยิ่งหลังจากนั้นอีกหนึ่งเดือนต่อมากลับเป็นฝ่ายของฉางตี้ฮ่องเต้ก็ได้จัดการส่งพ่อสื่อไปเจรจาตกลงสิ้นสอดซึ่งก็มิใช่ใครอื่นหากแต่เป็นโม่กงกงหรือโม่อี้หวายญาติและขันทีคู่พระทัยของเขานั่นเ
อย่าให้นางโจรนามจีเมี่ยวหลัวออกปล้น!ถึงนางจะไม่นับว่าเป็นโฉมงาม แต่จีเมี่ยวหลัวก็รู้จักรรักตนเองเห็นคุณค่าของตนเอง ยิ่งได้ฟังคำของเหล่าฮูหยินหยวนพูดกลับดำเป็นขาวจีเมี่ยวหลัวย่อมไม่คิดจะแต่งเข้าจวนนี้อีกต่อไป"วันนี้ไอ้ตัวบัดซบนี้หลอกลวงเจ้า ตบหน้าของเจ้า หากวันนี้เจ้าให้อภัยมัน ใครจะกล้ารับประกันว
คราวนี้ฮูหยินผู้เฒ่าหยวนถึงกับพูดไม่ออก เพราะโดยธรรมเนียมแล้ว ชาวต้าเซี่ยน้อยจวนนักที่จะยินยอมให้อนุภรรยาหรืออี้เหนียงคลอดบุตรก่อนฮูหยินเอก นอกจากมีเหตุจำเป็นเช่นตัวของฮูหยินเอกนั้นมิอาจให้กำเนิดบุตรชายได้ จึงสามารถรับสตรีมาเป็นอี้เหนียงให้ตั้งครรภ์แทน ทว่าในกรณีของจีเมี่ยวหลัวนี้ยังไม่ทันร่วมหอหลา
ผ่านไปอีกหนึ่งชั่วยาม ผู้หลักผู้ใหญ่ทั้งสองฝ่ายต่างก็มารวมตัวกันพร้อมหน้า รวมถึงตัวเจ้าบ่าวด้วย เจ้าบ่าวที่ยังนอนอยู่บนเตียงในสภาพยับเยินเกินบรรยายที่มาพร้อมกับหมอคอยดูอาการ เห็นแล้วจีเมี่ยวหลัวก็เหยียดริมฝีปากอวบอิ่มคล้ายดูถูก"ฝ่าบาทต้องคืนความเป็นธรรมให้กับสกุลหยวนของพวกเรานะเพคะ ดูสิเพคะ สตรีแซ
"ขะ…ขอบคุณเจ้าค่ะ"นางกล่าวออกไปด้วยน้ำเสียงตะกุกตะกักแต่แววตานั้นดูแล้วนางขอบคุณจากใจจริง สตรีเราไม่ใช่ชีวิตนั้นยิ่งสตรีที่รูปโฉมงดงามแต่มีครอบครัวยากจนหรือมีบิดามารดาที่เห็นแก่ตัว"หรือหากเจ้ากับลูกวันหน้าเกิดลำบาก ก็นำป้ายหยกนี้ไปที่จวนจีไท่เว่ยหากไม่พบข้าก็ขอพบเหล่าฮูหยินจี ท่านแม่ของข้าไม่ใช่ค






Rebyu