Novel
Cerita Pendek

Genre

Semua
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Gairah
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Karakter

27
Semua
Mandiri
Pelakor
Psikopat
Munafik
Wanita Kuat
Mafia
Istri Muda
Cinta Pertama
Kejam
Teman Masa Kecil
Dokter
Cinta Sejati
Pengasuh
Bestie
Pengganti
Guru
Bucin
Menantu
Sekretaris
Identitas Tersembunyi
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Teman Sekamar
Tampilkan lebih banyak

Alur & Latar

27
Penyesalan×
Semua
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Tampilkan lebih banyak

Tema

16
Plot Twist×
Semua
Plot Twist
Drama
Gairah
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Tampilkan lebih banyak

Cerita Pendek & Novel Plot Twist Penyesalan

Temukan kumpulan cerita pendek Plot Twist Penyesalan yang menarik dengan alur cerita yang memikat dan penceritaan yang imersif. Sempurna untuk pembaca yang mencari cerita pendek satu jam dan bacaan cepat yang imersif secara online.
Sistem Yang Memberiku Keadilan - undefined novel & cerita
Aria Salvatore
Ketika aku kembali ke Keluarga Virera sebagai anak perempuan mereka yang telah lama hilang, aku malah mengenakan pakaian bekas adik angkatku, dan sopir keluarga hanya datang untuk menjemputnya. Namun, mereka justru merasa bersalah terhadap anak perempuan yang telah mereka besarkan selama ketidakhadiranku. Jadi, ketika pemerintah meluncurkan Sistem Perlakuan Adil, mereka mendaftarkan seluruh keluarga sebelum aku sempat menyadarinya. Ayahku menghela napas lega. "Sistem ini akan menegakkan keadilan yang tidak bisa diganggu gugat, dan Bianca tidak akan pernah menderita lagi." Ibu menggenggam tanganku, suaranya tidak memberi ruang untuk bantahan. "Kau kembali ke rumah ini dan mencuri semua yang sudah menjadi miliknya. Itu tidak adil buat Bianca." Kakakku bahkan tidak berusaha menyembunyikan rasa jijiknya. "Aku hanya mengakui satu adik. Kau sudah mendapatkan lebih dari yang pantas kau terima. Jangan coba-coba berulah." Aku menyantap makanan sisa, sementara dia memiliki koki pribadi. Aku berkeringat tinggal di dalam gudang, sementara dia tidur di kamar yang dirancang khusus. Aku hampir tertawa. Ketika Sistem tersebut mulai beroperasi, justru merekalah yang hancur berantakan.
Kembaran Terlupakan: Satu Dicintai, Satu Diabaikan - undefined novel & cerita
Cocojam
Di Keluarga Paladin, setiap anak lahir dengan sebuah cip. Cip itu menyatu dengan bio-arloji di pergelangan tangan mereka, layarnya terus menghitung mundur setiap detik dari sisa hidup yang mereka miliki. Semua orang bisa melihat angka di arloji saudara kembarku terus berkurang. Begitu juga di arlojiku. Mereka semua tahu dia akan meninggal tepat di hari ulang tahun kami yang ke-18. Karena itu, Vivian menjadi putri yang tidak tersentuh di dunia kami yang kejam. Semua gaun bertabur berlian menjadi miliknya. Semua perhiasan paling langka juga menjadi miliknya. Bahkan sisa rasa kemanusiaan ayahku yang terakhir juga hanya diberikan untuknya. Sedikit kehangatan yang hanya terlihat saat pistol ayahku sudah disarungkan kembali. Dulu, aku merasa kasihan padanya. Waktunya terus berkurang. Namun, ya Tuhan ... aku juga iri padanya. Dia punya semua yang tidak pernah kumiliki, kasih sayang orang tua kami. Lalu, pada malam pesta ulang tahun kami yang ke-18 .... Orang tuaku khawatir aku akan membuat keributan. Mereka takut aku akan menyinggung bos mafia dari keluarga sekutu kami. Jadi, mereka mengunciku di ruang bawah tanah. Lembap. Dingin. Sementara demam parah membakar seluruh tubuhku. Aku terus menggedor-gedor pintu kayu ek yang berat itu sampai suaraku serak. "Mama, tolong! Keluarkan aku! Tubuhku panas sekali. Kepalaku sakit banget ...." Dari luar, suara ibuku terdengar dingin dan tak tergoyahkan. "Cukup, Lilian! Hari ini ulang tahun adikmu yang ke-18. Hari terakhirnya hidup! Berhenti cari perhatian! Apa kamu nggak bisa menahan diri demi kehormatan keluarga kita?" "Tapi aku benar-benar sakit ...." Suara langkah kakinya makin lama makin menjauh, sampai akhirnya lenyap. Lalu, kegelapan menelanku sepenuhnya. Di pergelangan tanganku, bio-arloji itu terus berkedip dan menunjukkan peringatan darurat. [ PERINGATAN KRITIS: Tanda vital tidak cocok. Data cip yang terhubung tidak kompatibel. Harap verifikasi pengguna. ]
Cinta Tak Sehebat Robot - undefined novel & cerita
Nasgor
Di hari jadi pernikahan kami, suamiku yang tidak pernah menyentuh dapur, tiba-tiba menyiapkan satu meja penuh hidangan. Setiap kali aku mencicipi satu suapan, Evan Sibana selalu bertanya dengan detail dan mencatatnya dengan serius. Di tengah-tengah itu, dia masuk ke kamar untuk menerima telepon. Itu nada dering khusus untuk asistennya, Kamila Lumban. Aku pun asal mengambil buku catatan yang dia tinggalkan di meja. Namun, aku mendapati halaman-halamannya dipenuhi catatan rapat yang sama sekali tidak ada hubungannya denganku. [Buncisnya agak mentah, Kamila harusnya nggak suka.] [Jamurnya agak keasinan, saat masak untuk Kamila nanti, ingat untuk mengurangi garam.] [Daging kambingnya terlalu perengus, saat masak untuk Kamila nanti, ganti dengan daging sapi saja.] Suamiku kembali dan hendak mengambil bukunya, tetapi dia langsung melihat apa yang sedang kulakukan. "Jenny Igmava, kamu benar-benar nggak punya sopan santun. Memangnya aku mengizinkanmu menyentuh barangku?" Baru saja aku hendak membuka mulut, kepalaku mendadak sakit luar biasa. Bayangan suamiku di hadapanku mulai berbayang. "Evan, aku merasa nggak enak badan, sepertinya karena buncis tadi belum matang ...." "Kalau begitu, aku harus cepat-cepat mencatatnya. Jadi saat masak untuk Kamila nanti, aku harus menumisnya lebih lama." Evan sama sekali tidak memedulikanku. Sambil terus menulis di bukunya, dia bergegas berjalan ke arah pintu. "Aku pergi keluar sebentar. Daya tahan tubuhmu, 'kan, bagus. Kalau merasa nggak enak badan, minum obat saja yang banyak." Sebelum pingsan, aku menelepon suamiku sekali lagi. Namun, dari seberang telepon hanya terdengar suaranya yang tidak sabaran. "Masalah sepele begini saja diributkan? Apa kamu mau mati? Kalau sudah mati, baru telepon aku lagi!" Evan, aku tidak akan pernah mencarimu lagi!
Ketika Hujan Tak Lagi Reda - undefined novel & cerita
Tedy
Baru setelah membaca catatan harian di akun anonim milik Juan Biantara tentang pertemuan kembali setelah sekian lama, Olivia Nismara akhirnya sadar bahwa selama tiga tahun pernikahan mereka, pria itu ternyata selalu mencintai adiknya. Di hari ketika dokter memvonis usianya tidak akan bertahan lebih dari sebulan, Juan justru sedang menghadiri acara makan hotpot bersama sang cinta sejati, yang juga adik Olivia. Dia membalikkan ponsel dan membiarkan panggilan dari Olivia terabaikan di atas meja dengan santai. Juan berkata, "Melda jarang pulang. Bulan ini aku mau lebih banyak menemaninya." Saat Olivia menjalani kemoterapi hingga muntah dan pingsan, Juan menulis di buku hariannya, [Aku mengajaknya berjalan di sepanjang jalan rindang di almamater kami. Rasanya seperti kembali ke masa lalu.] Ketika rasa sakit membuat Olivia sampai memuntahkan darah di hadapannya, pria itu malah pergi tergesa-gesa. "Anjing peliharaan Melda sakit. Aku harus membawanya ke dokter." Malam pergantian tahun, Olivia meninggal sendirian di kamar rumah sakit. Sementara Juan sedang bersulang bersama keluarganya di bawah gemerlap kembang api. Saat membuka mata lagi, Olivia mendapati dirinya kembali ke titik balik takdirnya. Juan menerobos hujan dengan mata memerah, berusaha meraih dirinya. "Olivia, di kehidupan ini aku nggak bakal mengecewakanmu lagi!" Namun, Olivia hanya berbalik dengan tenang. "Tuan Juan, permisi. Kehidupanmu itu, aku nggak berniat ikut menjalaninya lagi."
Rasa Lelah yang Mencapai Puncah, Aku Tak Ingin Lagi Menikah - undefined novel & cerita
Bagel
Pacar mafiaku, Fendy, selalu bertengkar dengan sahabat masa kecilnya, Amanda. Di hari ulang tahunku, Amanda memberiku sebuah bullet vibrator. "Nih. Buat ronde kedua, kalau-kalau perlu. Aku lebih tahu stamina dia daripada siapa pun." Fendy melemparkan sebotol foundation berwarna pucat ke arahnya. "Pakai yang lebih banyak lagi. Siapa tahu akhirnya ada yang mau sentuh kamu." Mereka saling mendorong saat keluar, lalu membanting pintu di belakang mereka. Lilin di atas kue ulang tahunku habis meleleh hingga padam, sementara aku duduk sendirian di meja makan. Saat kedua keluarga kami pertama kali mengadakan makan malam resmi bersama, Amanda tersenyum dan menyelipkan sebotol kecil pelumas ke tangan Fendy. "Ambil. Biar kamu nggak bikin gadis malang itu menderita." Ekspresi Fendy langsung menjadi muram. "Masih lebih baik daripada kamu yang menangis malam-malam sambil memeluk guling." Kali ini, Fendy mengatur liburan ke sebuah pulau pribadi. Seorang teman kami diam-diam memberitahuku bahwa dia berencana melamarku di atas tebing saat matahari terbenam. Setelah tujuh tahun menjalin hubungan, aku berkata pada diri sendiri bahwa inilah akhirnya. Garis akhir yang selama ini kutunggu akhirnya sudah di depan mata. Aku berdandan dengan sangat teliti, mengenakan gaun termahal yang kumiliki, lalu berjalan menuju helipad. Aku membuka pintu helikopter. Amanda sudah duduk di kursi kopilot. Dia mengangkat alis saat melihatku. "Chloe, kamu datang? Aku agak klaustrofobia, jadi kamu nggak keberatan kalau aku duduk di depan, 'kan?" Fendy yang sedang memegang kendali helikopter menoleh dan mengamatiku. "Chloe, kamu duduk di belakang saja. Aku khawatir dia tiba-tiba mengamuk, lalu mulai mencakar dan menggigit. Nanti suasananya jadi rusak." Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Amanda sudah lebih dulu membalas, "Apa maksudmu? Aku ini beban buatmu?" "Bukan baru hari ini aku mikir begitu. Kenapa kamu drama sekali hari ini?" Perdebatan mereka berlangsung begitu alami, seolah-olah mereka telah mengulang naskah yang sama ribuan kali. Pada saat itu, kelelahan yang telah menumpuk selama tujuh tahun terakhir tiba-tiba menghantamku. Untuk pertama kalinya, aku menyadari bahwa aku tidak lagi ingin menerima lamarannya.
Hadiah Mengejutkan Di Malam Tahuh Baru - undefined novel & cerita
Iola
Saat lonceng pergantian tahun berbunyi, Valerie menerima hadiah pertama di tahun ini. Sebuah foto mesra suaminya bersama wanita lain. Sepuluh menit yang lalu pria itu masih menggendong putri mereka sambil bermain kembang api dan sepuluh menit kemudian dia sudah berguling di ranjang dengan orang lain. Hampir pada saat yang sama, tagar "Pewaris Grup Kinanjar bertemu diam-diam dengan artis pendatang baru di malam tahun baru" meledak dan menyapu seluruh internet. Di aula rumah utama Keluarga Kinanjar, semua tamu yang datang menghadiri pesta serempak memusatkan pandangan kepada Valerie, menunggu reaksinya. "Nyonya ...." Sang asisten berjalan cepat mendekat, terlihat sedikit gugup. "Untuk trending topic itu, apa perlu mengikuti cara lama, kita tambah dorongan supaya makin meledak?" Suara Valerie terdengar datar, "Nggak perlu. Hubungi divisi humas, redam beritanya." Asisten itu langsung terpaku.
Dia Menyesal Setelah Kehilanganku - undefined novel & cerita
Yela
Pada perjamuan keluarga, sebuah cincin lamaran tidak sengaja jatuh dari saku mantel Fendy. Bibi Vallore bercanda sambil menepuknya, “Dasar. Cepat nikahi Celine dan bawa dia pulang. Jangan sampai direbut orang lain!” “Lamar malam ini dan urus akta nikahnya besok!” Semua orang di meja tertawa riuh. Dengan wajah memerah, aku menunggu kalimat “menikahlah denganku” keluar dari mulutnya. Namun yang dia lakukan hanyalah mengambil cincin itu dari tanganku, lalu menyerahkan kepada asisten yang berada di samping. “Aku hanya membantu Vivi simpan sebentar.” Fendy mengusap rambutku seperti biasa, suaranya tetap lembut. “Anak baik, lain kali kita pilih cincin nikah yang benar-benar kamu sukai, ya.” Aku melihat kilatan kegembiraan yang tidak sempat disembunyikan di wajah sang asisten. Aku hanya tersenyum tipis. Fendy tidak tahu. Tidak akan ada “lain kali” bagi kami. Karena pernikahanku … akan berlangsung hari Minggu ini.
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi - undefined novel & cerita
Honey
Geisha Roland dan Shane Juan, sejak masa sekolah hingga ke pelaminan, mereka menjadi pasangan idaman yang paling membuat iri semua orang. Namun, di tahun kelima pernikahan mereka, Shane berselingkuh. Tanpa tangis maupun amarah, Geisha meletakkan tumpukan foto menjijikkan itu di atas meja kerja suaminya. Kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar sangat tenang, hampir tanpa riak, "Pilih, perempuan itu yang pergi atau aku yang pergi bawa anak-anak." Itu adalah badai hebat pertama dalam pernikahan mereka. Pada akhirnya, Shane memilih untuk kembali ke keluarga. Setelah itu, kehidupan mereka tampak kembali normal. Shane selalu pulang tepat waktu, perhatian pada anak-anak, dan memperlakukannya dengan begitu lembut serta sopan. Hanya saja, ada sebuah retakan tak kasat mata yang membentang di antara mereka. Mereka tahu, semuanya tidak akan pernah bisa sama lagi. Hari itu, Geisha menyelesaikan sesi wawancaranya lebih awal. Dia berniat memberikan kejutan dengan menjemput anak kembar mereka di taman kanak-kanak. Namun, tepat saat melangkah mendekati gerbang sekolah, dia melihat sepasang anak kembarnya yang baru berusia lima tahun, Cindy Juan dan Dimas Juan, berlari riang bak burung kecil, lalu tertawa sambil menghambur ke pelukan seorang wanita bertubuh ramping yang mengenakan gaun terusan berwarna krem. Wanita itu berjongkok, merentangkan kedua tangannya dengan hangat untuk mendekap kedua anak itu. Wajahnya dipenuhi senyum kasih sayang yang begitu tulus. Langkah Geisha seketika terhenti. Dadanya mendadak terasa sesak. Helen Devano? Perempuan yang menjadi selingkuhan Shane, mengapa dia bisa ada di sini? Lalu, detik berikutnya, sesuatu yang membuat darahnya seakan membeku pun terjadi.
Cinta Sejati Tanpa Jalan Pulang - undefined novel & cerita
Kesya
Pada hari penandatanganan kontrak bernilai fantastis, aku mendadak terserang flu berat yang memicu muntah dan diare hebat. Aku bahkan tidak sengaja menyemburkan muntahan tepat ke wajah pihak mitra. Mereka pun marah besar, membatalkan kontrak saat itu juga, dan menyebabkan perusahaan merugi hingga ratusan miliar. Kekasihku, yang juga menjabat sebagai CEO, meledak dalam amarah. Dia langsung menurunkan jabatanku, dari wakil direktur menjadi staf pemasaran biasa. Tidak hanya itu, dia memangkas waktu tidurku hingga hanya tiga jam sehari. Sisa waktuku harus dihabiskan untuk bekerja bagai budak demi menghasilkan uang, sampai seluruh kerugian perusahaan lunas. Digerogoti rasa bersalah, aku bekerja keras setiap hari, memburu berbagai proyek demi mendatangkan keuntungan. Namun, saat utang itu hampir lunas dan aku dengan penuh sukacita hendak melaporkan perkembangannya, aku malah tidak sengaja mendengar percakapan antara kekasihku dan asisten wanitanya. "Pak Tomas, dulu Frida cuma memotong bonus kinerja saya 2 ribu, tapi Anda tega diam-diam memasukkan pencahar ke dalam minumnya. Akibatnya, dia mempermalukan diri di depan mitra bisnis. Setelah itu, Anda memfitnahnya sebagai penyebab perusahaan kehilangan kontrak raksasa, lalu memaksanya mati-matian melunasi utang itu. Bukannya Anda terlalu kejam kepadanya?" "Sekarang utangnya sudah hampir lunas, lepaskan saja dia. Gimanapun, Anda tulus mencintainya. Kalau Frida sampai terdesak dan meninggalkan Anda, bagaimana? Jangan sampai hubungan kalian hancur karena saya ...." Kekasihku memotong ucapan Lidia Dandu, "Nggak bisa! Kamu adalah penyelamat nyawaku. Dulu aku kecelakaan sampai pendarahan hebat. Kalau kamu nggak mendonorkan darahmu waktu itu, mana mungkin aku bisa hidup sampai sekarang?" "Walaupun Frida adalah satu-satunya wanita yang kucintai, dia sudah berani memotong bonus kinerjamu. Ini hukuman yang pantas untuknya! Sekali kukatakan 200 miliar, tetap 200 miliar, nggak boleh kurang sepeser pun! Lagi pula, kemampuannya hebat. Paling lama satu bulan lagi, dia pasti bisa melunasinya. Kalau saat itu tiba, aku akan menebus kesalahanku dan menikahinya." Namun, dia tidak tahu bahwa aku tidak punya waktu satu bulan lagi. Selama beberapa tahun ini, demi melunasi apa yang dia sebut sebagai "kerugian", fisikku terkuras habis hingga aku menderita kanker lambung. Sisa hidupku tinggal satu minggu lagi. Terlebih lagi, dia tidak pernah tahu bahwa orang yang mendonorkan darah saat dia kecelakaan bertahun-tahun lalu adalah aku.
Terlahir Kembali: Menceraikan Pria Terkaya yang Dipuja - undefined novel & cerita
Huare
Setelah Fayola terlahir kembali, dia mendapati dirinya kembali ke usia 27 tahun. Dia sudah memiliki seorang putra dan seorang putri. Suaminya adalah Landon, orang terkaya nomor satu di dunia, pria yang selalu menduduki puncak daftar Forbes, dinobatkan oleh majalah Time sebagai pria yang paling ingin dinikahi wanita di seluruh dunia, bahkan keluarga kerajaan pun ingin menikahkan seorang tuan putri dengannya. Semua orang mengatakan bahwa hidupnya sangat beruntung. Namun, hal pertama yang dia lakukan justru membawa surat perjanjian cerai untuk menemui cinta pertama Landon. Dia mendorong surat perjanjian itu ke hadapan Hannah dan berkata dengan tenang, "Aku ingin cerai. Landon untukmu, kedua anak itu juga untukmu."
4 Ulasan-ulasan
Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis - undefined novel & cerita
Simon
Saat sahabatnya menjemputnya di bandara, Alesha Bahri sedang memeriksa berkas perceraian. "Video lomba debat kamu dan Austin dulu sudah viral!" ucap Kayla dengan wajah berseri-seri. "Kata netizen, kalian cakepnya kelewatan. Mereka juga nggak berhenti tanya kelanjutannya di kolom komentar dan pada nge-ship kalian!" Tangan Alesha yang menggulir layar terhenti sejenak. Kayla yang sama sekali tidak menyadari keheningan Alesha lanjut berbicara, "Lalu, beberapa alumni muncul untuk kasih penjelasan. Kata mereka, sebagai pihak lawan, kamu malah berani menggoda pria tak terjangkau di fakultas hukum secara terang-terangan. Hal itu langsung buat kamu terkenal." "Seingatku, waktu kalian berdua pacaran, forum kampus sempat heboh. Semua orang merasa kamu sudah menyabet pria idaman semua orang. Alhasil, Austin langsung melamarmu dan buat orang-orang yang nunggu buat ngetawain kamu malu ...."
Setelah Badai Berlalu, Hidup Ini Belum Terlambat - undefined novel & cerita
Wulan
Setelah sahabatku melahirkan, aku menggendong bayinya yang menggemaskan sambil bercanda. "Anak pintar, ini ibu angkat dan yang di sana itu ayah angkat." Tiba-tiba, Diego yang berdiri di sampingku menyahut. "Bukan ayah angkat, tapi Ayah." Aku mengira aku salah dengar. Akan tetapi, pria itu malah menarik sudut bibirnya dengan malas, lalu mengulangi ucapannya dengan santai. "Dia anakku." "Tepat di hari ayahmu meninggal, aku dan Shera tidur bareng semalaman. Kita bahkan menghabiskan satu kotak kondom." Tubuhku langsung membeku di tempat. Tenggorokanku terasa seperti disumbat timah, sampai tak bisa mengeluarkan suara. Butuh waktu lama sampai akhirnya aku bisa memaksakan beberapa patah kata keluar dari bibirku, "Tapi, kemarin kita baru resmi menikah." Diego tersenyum, merangkul bahuku sambil mencoba menenangkan. "Tenang aja, aku sama dia cuma sebatas teman tidur kok. Kalau memang mau nikah, dari dulu juga sudah kami lakukan." Setelah berkata begitu, dia berhenti sejenak. Lalu, dengan nada mengejek, dia menambahkan, "Shera belum cerita, ya? Kami pernah pacaran dan aku pria pertamanya."
Cinta yang Merasuk Sampai Ke Tulang - undefined novel & cerita
Boni
Tahun ketiga pernikahan mereka, Robert menemukan tabel nilai yang dibuat Keira untuknya. Saat Robert tanpa sengaja menarik selembar kertas dari laci ruang kerjanya, jantung Keira seakan-akan berhenti berdetak. Di atasnya tertulis .... [ Di hari ulang tahunku, dia terbang ke Australia untuk menemui cinta pertamanya, kurang 5 poin. ] [ Demi menjemput cinta pertamanya di bandara, dia meninggalkanku di jalan tol, kurang 10 poin. ] [ Demi memasakkan sup untuk cinta pertamanya, dia sampai kehilangan cincin nikah kami, kurang 10 poin. ] Satu per satu tercatat dengan rapi. Di bagian paling bawah bahkan masih ada satu baris tulisan kecil. [ Kalau sudah terpotong 100 poin, harus cerai. ]
Membiarkan Adik Iparku Meratap Di Pemakaman - undefined novel & cerita
Makjos
Aku tahu bahwa meratap di pemakaman bangsawan Inglis dianggap sebagai tindakan yang tidak menghormati mendiang, tetapi kali ini aku justru membiarkan adik angkat suamiku menangis sampai meraung-raung di sana. Semata-mata karena di kehidupan sebelumnya, salah satu kerabat bangsawan Inglis dari suamiku meninggal dunia. Pengacara mengatakan bahwa suamiku berhak mewarisi harta peninggalannya dan mengundangnya menghadiri pemakaman. Adik angkatnya bersikeras ikut untuk melihat-lihat. Dia ingin menyanjung kalangan bangsawan agar menjadi pusat perhatian, bahkan berniat meratap keras di depan semua orang. Aku segera menghentikannya. "Kaum bangsawan Inglis menganggap meratap di pemakaman sebagai hal yang tabu. Jangankan kebagian warisan, kita semua malah bisa diusir!" Namun, adik angkat suamiku malah menangis dan menuduhku memandang rendah dirinya, menganggapnya tidak pantas berkenalan dengan bangsawan. Dia lalu berlari keluar dan akhirnya tewas ditembak oleh preman jalanan. Kupikir suamiku akan kehilangan kendali, tetapi dia hanya diam, menyelesaikan seluruh prosesi pemakaman, lalu mewarisi seluruh harta peninggalan itu. Enam bulan kemudian, tepat pada hari ulang tahun pernikahan kami, suamiku mengajakku ke pegunungan bersalju untuk berfoto. Begitu tiba di atas gunung, dia langsung memasukkanku ke kantong tidur dan mengikatku hingga tak bisa bergerak. "Kalau dulu kamu nggak membesar-besarkan masalah, mana mungkin Ivana lari keluar sampai ditembak mati?" Pada akhirnya, aku terkubur hidup-hidup oleh salju dan mati membeku, sementara suamiku menggunakan warisan bangsawan itu untuk menjadi pemilik perusahaan yang berhasil melantai di bursa. Saat aku membuka mata lagi, aku kembali ke hari ketika adik angkat suamiku bersikeras ingin meratap di pemakaman.
Penolakan Untuk Lamaranku yang ke-18 - undefined novel & cerita
Anonima
Saat lamaranku yang kedelapan belas kalinya, Linda lagi-lagi menolakku karena sahabat masa kecilnya. Selama delapan tahun kami berpacaran, aku sudah melamarnya sebanyak delapan belas kali. Namun setiap aku melamarnya, Linda selalu menolak dengan alasan dia tidak bisa meninggalkan sahabat masa kecilnya yang sedang depresi. Aku memandang cincin di tanganku, kali ini aku tidak bisa menahan diri untuk bertanya, “Kalau depresinya sampai seumur hidup, apa berarti kamu tidak akan menikah denganku seumur hidup juga?” Mendengar itu Linda langsung marah, ia merebut cincin yang ada di tanganku lalu melemparnya ke lantai. “Priya, dia itu sahabatku sejak kecil, dia tumbuh bersamaku. Apa kamu ingin aku mengabaikannya begitu saja?” “Lagipula, selama ini kamu sudah bersabar. Kalau mencoba tahan sekali lagi, memangnya kamu tidak bisa?”
Istri Rahasia Sang Ketua Mafia yang Hilang - undefined novel & cerita
Echo
Aku adalah Kepala Penasihat Hukum untuk Darius Pradana, ketua mafia besar Keluarga Pradana. Dan aku juga istri rahasianya. Pada malam hari, dia akan tarik aku ke dalam pelukannya, luapkan gairahnya yang kasar dan nggak terkendali, tinggalkan tanda-tanda di tubuhku, sebuah klaim brutal yang nggak pernah bisa aku tolak. Namun di siang hari, aku hanyalah pengacaranya. Yang dia kasih ke aku hanya perintah-perintah dingin tanpa perasaan. Kita hidup seperti itu selama tiga tahun. Hingga akhirnya aku putuskan, aku sudah nggak sanggup lagi. Tapi dia nggak boleh tahu. Ketika aku serahkan surat cerai yang aku sembunyikan dalam bentuk dokumen laporan pengiriman dan dia tanda tangani namanya di sana, napas yang tanpa sadar aku tahan akhirnya terlepas begitu saja. Selama tujuh tahun aku terus kejar dia, dan nikah dengannya selama tiga tahun. Apa pun yang tersisa di hatiku akhirnya berhenti berdetak. Aku tahu, aku nggak akan pernah bisa miliki dia. Karena hatinya sudah lebih dulu dimiliki orang lain, Angelina Sutrisno, adik perempuan bawahannya. Dia masih ingat restoran favorit Angelina. Dia mabuk kebahagiaan waktu tahu Angelina ajukan cerai. Bahkan, dia tempatkan pengawal pribadinya di depan pintu wanita itu. Semua itu adalah bentuk perhatian yang nggak pernah aku terima. Jadi aku tipu dia agar tanda tangani surat cerai itu, kemasi barang-barangku, lalu menghilang. Yang nggak pernah aku bayangkan adalah apa yang terjadi setelah aku pergi. Dia pasang harga selangit untuk temukan aku, bahkan umumkan ke seluruh dunia kalau aku adalah istrinya.
Mawar Layu di Musim Dingin Kedua - undefined novel & cerita
Yusfa
Selama 8 tahun, aku selalu menemani Farrel Grattino menapaki kariernya di dunia penerbangan dari seorang kopilot hingga menjadi kapten. Di tahun tersibuknya, aku bahkan rela mengundurkan diri dari pekerjaan untuk memasak sesuai jadwal penerbangannya. Pernah suatu kali aku bertanya, "Suatu hari nanti apakah kau bisa mengajakku melihat langit di ketinggian sepuluh ribu meter yang selalu kau lihat? Sekali saja." Dia bahkan tidak menghentikan sumpitnya. "Itu tempat kerja, bukan taman hiburan." Aku menjawab, "Baik." Sejak saat itu, aku tidak pernah mengungkitnya lagi. Hingga suatu malam ketika sulit tidur, aku tanpa sengaja menemukan album foto yang dikunci dengan kata sandi di ponselnya. Di dalamnya ada lebih dari empat puluh foto, semuanya diambil dari sudut pandang kokpit. Hamparan lautan awan, matahari terbenam, pelangi ganda setelah hujan, hingga galaksi di langit pada ketinggian sepuluh ribu meter. Setiap foto pernah dia kirim kepada orang yang sama, dengan nama kontak berupa emoji beruang kecil. Foto terbaru diambil tiga hari yang lalu. Senja menyelimuti langit, sementara setengah bulatan matahari menggantung di ujung sayap pesawat. Dia menuliskan sebuah kalimat: [Pemandangan hari ini juga sangat indah. Nanti kalau kau datang, duduklah di kursi observasi sebelah kanan. Itu sudut pandang yang terbaik.] Orang itu membalas dengan emoji pelukan dan empat kata: [Tunggu saat aku cuti.] Aku mengembalikan ponselnya ke tempat semula tanpa mengubah kata sandi ataupun menghapus album fotonya. Fajar menyingsing, aku menyeduh kopi seperti biasa, lalu meminumnya dengan tenang. Setelah itu, aku membuka laptop, menulis surat pengunduran diri, dan memesan tiket pesawat menuju Baili. 8 tahun sudah berlalu. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mengejar rute penerbangannya dan menunggu waktu makan bersamanya. Aku berhenti menjaga rumah yang kosong sambil menebak-nebak terbang ke mana dia saat ini. Jika langit di ketinggian sepuluh ribu meternya memang tidak memiliki tempat untukku, maka aku akan berpijak di bumi, menumbuhkan kehidupan dan menikmati senjaku sendiri.
Bunga yang Layu Sebelum Ujung Jalan - undefined novel & cerita
ZZ
Shania Nando dulu merupakan gadis yang paling membuat iri seantero SMA Nogara. Tidak hanya karena wajahnya yang cantik dan prestasinya yang gemilang, tetapi juga karena di belakangnya selalu ada Yuga Adrian. Pria populer sekolah yang bersinar sekaligus pemberontak itu hanya sudi sepenuh hati memanjakan Shania. Mereka sudah berteman dekat sejak kecil, berjanji untuk kuliah di universitas yang sama, bahkan sudah menyiapkan nama untuk anak mereka kelak. Sampai hari itu tiba, saat ayah Yuga dan ibu Shania kepergok tidur bersama dengan pakaian berantakan. Ibu Yuga langsung terguncang hebat saat itu juga, lalu melompat dari balkon hingga darahnya menciprat ke seragam sekolah Yuga yang putih bersih. Hanya dalam semalam, keluarga mereka hancur berantakan. Yuga yang tadinya kesayangan semua orang langsung jatuh ke dalam neraka, tatapan matanya kepada Shania hanya menyisakan kebencian yang menusuk tulang. Yuga membenci Shania, membalas dendam kepadanya, merobek semua foto berdua dan membatalkan janji mereka, lalu menyuruh Shania pergi dari hidupnya. Shania pun pergi sesuai kemauan Yuga, dengan cara yang paling telak, yaitu menghilang selamanya dari dunia Yuga! 10 tahun kemudian, Yuga sudah sukses besar. Kini, di sampingnya ada seorang tunangan yang memiliki latar belakang keluarga sepadan serta berwajah menawan. Sampai suatu hari tanpa sengaja, Yuga kembali ke sekolah lamanya. Di bagian dalam laci meja kelas yang sudah lama terbengkalai, dia menemukan sepucuk surat kematian yang terlambat datang selama bertahun-tahun. Kalimat terakhir di surat itu berbunyi, [Yuga, aku udah nebus dosa pakai nyawaku, sekarang, kamu udah bisa maafin aku, belum?]
Kak, Aku Kedinginan - undefined novel & cerita
Nani
Putri palsu itu hanya bersin sekali. Namun, ketiga kakakku langsung panik seolah langit runtuh, terus berada di sisinya untuk merawatnya tanpa beranjak sedikit pun. Oleh karena itu, ketika putri palsu itu kembali menjebakku dengan menuduhku mendorongnya hingga jatuh ke dalam danau, ketiga kakakku langsung mengurungku di ruang pendingin terbengkalai bersuhu -50 derajat, bahkan memutus satu-satunya sakelar penyelamat di dalamnya. Aku menangis dan berteriak meminta pertolongan kepada Kak Bobby yang seorang presdir, tetapi dia malah mengatakan bahwa aku kejam dan hanya mencari perhatian. Aku memohon kepada Kak Eki yang seorang dokter, tetapi dia justru berkata bahwa semua ini adalah balasan yang pantas kuterima. Aku meminta maaf kepada Kak Dimas yang merupakan pengacara ternama, tetapi dia hanya mencibir dingin. "Kalau selama ini kau iri sama Nara, aku masih bisa memakluminya. Kau tahu tubuhnya lemah, tapi masih mendorongnya ke danau. Kau benar-benar kejam!" "Orang sekeji kau memang pantas dikurung di ruang pendingin supaya sadar diri!" Setelah mengatakan itu, mereka memeluk putri palsu yang terus bersin itu lebih erat agar tetap hangat, lalu buru-buru pergi ke rumah sakit. Suhu tubuhku terus menurun, aku bisa merasakan darahku sedikit demi sedikit membeku. 36 jam kemudian, napasku benar-benar terhenti. Baru tiga hari kemudian, ketika kakak-kakakku pulang dari rumah sakit bersama putri palsu itu, mereka teringat padaku. Namun, mereka tidak tahu bahwa aku telah membeku hidup-hidup, menjadi sesosok mayat beku yang kaku.
Setelah Menjadi Raja Tinju Ilegal, Tunanganku Menyesal - undefined novel & cerita
Billion
Usai menjalani hukuman penjara selama tiga tahun, Vina Naryama, kekasih masa kecilku, menemukanku di arena tinju ilegal dan menyeretku keluar dari sana. Dia memukul wajahku dan matanya terbelalak penuh amarah. "Rafael Ranjana, siapa yang kasih kau keberanian buat nggak pulang? Berani-beraninya kau membuat dirimu jadi seperti ini!" Aku mengusap darah di wajahku dan tersenyum tanpa beban. "Bu Vina, satu pukulan dua ratus juta. Kalau masih belum puas, boleh lanjut. Lumayan, bisa sekalian menutup biaya sewa rumahku tahun ini." Kepalan tangan Vina gemetar tidak terkendali, tetapi suaranya melunak. "Ikut aku pulang ... minta maaf ke Sena." "Dia berhati baik. Dia sudah lama nggak mempermasalahkan fitnah yang kau lemparkan padanya." Pandangannya menyapu luka-luka yang memenuhi tubuhku, sorot matanya tampak rumit. "Lihat dirimu sekarang, wajahmu penuh darah seperti hantu. Apa bedanya kau dengan anjing liar di tempat sampah?" Tubuhku bergetar hebat, lalu aku berbalik pergi. Vina tidak tahu, wajah berlumuran darah seperti ini adalah satu-satunya cara bertahan hidup yang kupelajari di penjara. "Jangan lupa, aku masih tunanganmu!" Langkahku terhenti. Bagaimana mungkin aku lupa? Tiga tahun lalu, pada malam pertunanganku, Sena membiusku dan menyeretku ke pelelangan pasar ilegal. Keperjakaanku diperdagangkan secara terbuka, menunggu para wanita kaya mengajukan tawaran. Malam itu, seluruh harga diriku hancur. Aku menjadi bahan tertawaan seluruh warga Kota Jica. Sementara orang yang menandatangani surat penjualanku adalah tunanganku sendiri.
Sebelumnya
12345
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status