Romances
Histórias curtas

Gêneros

Realistis×
Todos
Romansa
Realistis
Manusia Serigala
Mafia
Vampir
Mitologi
Fantasi
Kehidupan Sekolah
Imajinasi
Reinkarnasi
Misteri/Thriller
Mistis Rakyat
Romansa Sejarah
POV Pria

Personagens

26
Todos
Mandiri
Pelakor
Munafik
Psikopat
Wanita Kuat
Mafia
Cinta Pertama
Kejam
Istri Muda
Teman Masa Kecil
Cinta Sejati
Dokter
Bestie
Pengasuh
Pengganti
Bucin
Menantu
Guru
Identitas Tersembunyi
Sekretaris
Tetangga
Influencer
Vampir
Ahli Forensik
Pilot
Selebriti
Mostrar Mais

Enredo e Ambientação

27
Todos
Penyesalan
Pernikahan
Selingkuh
Dewasa 18+
Menggoda
Karma
Hubungan Keluarga
Balas Dendam
Kesadaran Diri
Pura-pura Mati
Kriminal
Dunia Kerja
Perundungan
Penebusan
Sistem
Kehamilan
Nikah Kontrak
Cinta Lama Bersemi Kembali
Melawan Takdir
Kutukan
Dunia Hiburan
Dunia Paralel
Perjalanan Waktu
Kekuatan Super
Pusat Perhatian
One Night Stand
Petualangan
Mostrar Mais

Tema

15
Drama×
Todos
Plot Twist
Drama
Cerita Enak
Reinkarnasi
Bangkit
Manis
Obsesi
Toxic
Healing
Cinta Terpendam
Motivasi
Pusing
Kocak
Semangat
Multi POV
Mostrar Mais

Contos e Romances de Realistis sobre Drama

Descubra uma coleção de contos envolventes de Realistis sobre Drama, com tramas cativantes e narrativas imersivas. Perfeita para leitores que procuram histórias de uma hora e leituras rápidas e envolventes online.
Kutukar Hidupku untuk Kalian - Realistis romance & romance
Hedgehog
Gagal ginjal stadium akhir. Ginjal yang paling cocok untukku… justru diberikan suamiku kepada adikku. Aku menolak saran dokter untuk terus menunggu donor baru dan memilih keluar dari rumah sakit lebih awal. Hati yang telah lama membeku, tak lagi punya alasan untuk bertahan. Seluruh harta yang kukumpulkan selama bertahun-tahun, kuserahkan kepada adik. Akhirnya, senyum orang tuaku pun kudapatkan. Suamiku merawat adikku siang dan malam tanpa istirahat. Aku tak marah, malah mengingatkannya untuk lebih hati-hati dan teliti. Bahkan ketika anakku ingin memanggil adikku sebagai “ibu”, aku pun tersenyum dan menyetujui. Semuanya sudah berjalan sesuai keinginan mereka. Lalu… mengapa sekarang mereka menyesal?
Demi Selingkuhan, Kakak Rela Mengorbankan Kami - Realistis romance & romance
Widya Julian
Di kehidupan sebelumnya, kakakku rela mengantar wanita simpanannya keluar kota hanya karena wanita itu bilang ingin melihat hujan meteor. Dia pun membawa seluruh pengawal di rumah dan mengemudi keluar kota demi menciptakan malam hujan meteor untuk wanita itu. Tak disangka, musuh lama yang pernah dihancurkan oleh kakakku malah memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelinap ke rumah. Dia berusaha membantai seluruh keluarga sebagai pembalasan dendamnya. Ibu berjuang mati-matian untuk melindungiku. Dia terluka parah dan nyaris kehilangan nyawa. Aku terus-menerus menelepon kakakku, memohon agar dia segera pulang membawa bantuan. Akhirnya, dia pun terpaksa pulang bersama pengawal. Musuhnya berhasil ditangkap, tapi malah datang kabar buruk dari luar kota. Wanita simpanan itu meninggalkan sepucuk surat dan menghilang. Entah hidup atau mati, tak ada yang tahu. Dalam suratnya, dia menuduhku dengan kejam. Katanya aku sengaja memancing kakakku menjauh darinya, hingga dia disiksa oleh musuh dan memilih mengakhiri hidup. Kakakku hanya membakar surat itu tanpa ekspresi dan menyuruhku jangan memikirkannya. Setelah kejadian itu, kakak pun disalahkan. Ayah memutuskan menyerahkan kendali perusahaan padaku. Namun, di malam perayaan syukuran itu, aku dibunuh oleh kakakku di kamar tidurku sendiri. Wajahnya tanpa emosi dan berkata, “Orang sekejam kamu memang pantas mati.” “Yang seharusnya mati itu kamu! Aku yang seharusnya menjadi pewaris keluarga ini!” Aku mati tak tenang, tapi saat membuka mata kembali, suara pintu vila didobrak oleh para musuh pun terdengar dari luar.
Anak Orang Kaya yang Hidup Miskin - Realistis romance & romance
Hedgehog
Sehari sebelum tahun baru, demi tiga kali upah lembur, kedua orangtuaku meninggalkan aku sendirian di rumah. Aku pikir selama dua puluh tahun ini, mereka selalu begitu. Jadi tahun ini, aku tidak ingin kesepian melewati tahun baru seorang diri. Akhirnya aku membawa Siomay pergi mencari mereka. Namun aku tidak pernah menyangka, kedua orang tuaku yang sering bilang mencari nafkah untuk menghasilkan lebih banyak uang, justru aku memergoki mereka turun dari mobil mewah. Mereka merangkul seorang anak lelaki yang tampak seumuran denganku, masuk ke hotel bintang lima sambil bersenda gurau. “Ayah, Ibu, kalian meninggalkan Nia seorang diri di rumah, nggak masalah? Ibuku berkata dengan datar, “Nggak apa-apa, dia sudah terbiasa kok.” Ayahku berkata dengan acuh tak acuh, “Dia nggak bisa dibandingkan denganmu, kamu adalah buah hati kami.” Aku pun berbalik dan pergi. Mereka pura-pura miskin, untuk menipuku. Kali ini, aku juga tidak berharap ditemani mereka.
Selingkuhannya Hamil - Realistis romance & romance
Atonim
Pada hari aku ketahuan bukanlah putri asli dari sebuah keluarga yang kaya raya, si anak asli menyerbu ke dalam rumah dan menusuk perutku beberapa kali hingga pada akhirnya aku tidak bisa memiliki anak sendiri. Tunanganku sangat marah, begitu pula dengan orang tuaku. Mereka dengan tegas menyatakan tidak akan mengakui anak itu sebagai putri kandung mereka. Untuk menghiburku, tunanganku melamarku secepatnya. Orang tuaku juga menulis surat pernyataan pemutusan hubungan keluarga supaya aku bisa segera sembuh dari cederaku. Kemudian, mereka mengatakan bahwa putri yang tidak mereka akui itu melarikan diri ke luar negeri dan menerima karma dengan dijual ke Myano Utara. Aku percaya pada informasi itu. Enam tahun setelah aku menikah, aku justru melihat putri yang tidak diakui dan seharusnya sedang hidup menderita di Myano Utara itu. Dia sedang bersandar di pelukan suamiku dengan perutnya yang membuncit sambil mendesah. "Kalau saja enam tahun lalu aku nggak marah dan melakukan kesalahan seperti itu, kamu juga nggak perlu menikahi Sisilia." "Untung saja kamu dan orang tuaku memihak padaku. Kalau nggak, aku pasti sudah dipenjara gara-gara si pembohong itu. Dia pasti nggak menyangka aku selama ini hidup di bawah radarnya dan sedang mengandung anakmu." "Begitu anak ini lahir, kamu tinggal cari alasan untuk mengadopsinya dan jadikan putri palsu itu menjadi pengasuh buatku selamanya." "Terima kasih atas kerja kerasmu selama ini, Anton." Sorot tatapan penuh kasih sayang dari putri yang seharusnya tidak diakui itu membuat tunanganku, Anton Raksa, tersipu. "Jangan bilang begitu. Hanya dengan aku menikahinya, kamu baru bisa menjalani hidup tanpa rasa bersalah." "Asalkan kamu senang, semua yang kulakukan itu sepadan." Ternyata suami yang kukira benar-benar mencintaiku itu membohongiku selama ini. Orang tuaku juga membohongiku demi melindungi putri kandung mereka. Baiklah, aku tidak menginginkan mereka lagi!
Kematian Tragisku Menyadarkan Kakakku - Realistis romance & romance
Banana
Saat tubuhku dimutilasi, aku berusaha untuk menelepon kakakku. Ketika aku hampir kehilangan kesadaran, dia menjawab panggilan dengan kesal. "Ada apa lagi?" "Kak, tolong ...." Sebelum aku selesai berbicara, dia sudah menyelaku. "Kenapa kamu begitu suka berulah? Pesta ulang tahun Yeri akan diadakan pada akhir bulan. Kalau kamu nggak datang, aku akan menghabisimu!" Setelah berkata demikian, dia langsung mengakhiri panggilan. Aku sudah tidak sanggup menahan rasa sakit dan memejamkan mata untuk selamanya, air mata masih mengalir dari sudut mataku. Kak, kamu tidak perlu membunuhku, aku sudah mati.
Kata Mereka, Aku Suka Cari Perhatian - Realistis romance & romance
Seli
Aku meninggal di hari aku memenangkan Penghargaan Doktor Medis Global. Tiga jam setelah kematianku, orang tua, kakak laki-laki, dan tunanganku baru saja pulang dari pesta ulang tahun ke-16 adik perempuanku. Ketika adikku mengunggah foto keluarga kami saat merayakan ulang tahunnya di media sosial, aku sedang terbaring di ruang bawah tanah yang tertutup rapat dan berlumuran darah. Aku mencoba menggunakan lidahku untuk menggeser layar ponsel dan meminta bantuan. Di antara kontak darurat, hanya tunanganku yang menjawab panggilanku. Artinya orang tua dan kakakku telah memblokir nomorku. Begitu telepon diangkat, tunanganku hanya mengucapkan satu kalimat, “Karin, pesta ulang tahun Lina yang ke-16 itu sangat penting. Jangan pakai alasan nggak masuk akal untuk cari perhatian kami dan bersikap manja lagi!” Dia menutup telepon dan memutus harapan terakhirku untuk bertahan hidup. Jantungku berhenti berdetak karena nada sibuk telepon. Ini adalah ke-100 kalinya mereka memilih adikku, ke-100 kalinya mereka mengabaikanku, mengecewakanku, dan ini juga yang terakhir. Aku terbaring di dalam genangan darahku sendiri, merasakan napasku perlahan berhenti. Mereka mengira aku kabur dari rumah lagi sebagai alasan untuk melampiaskan ketidakpuasanku. Mereka pikir bahwa selama mereka memberiku pelajaran, aku akan kembali dengan patuh seperti 99 kali sebelumnya. Sayangnya, itu tidak akan terjadi kali ini. Karena aku tidak pernah meninggalkan rumah, aku terus terbaring di ruang bawah tanah rumahku.
Setelah Semua Penderitaan Berlalu - Realistis romance & romance
Atanim
Suamiku selalu dipuji oleh teman-teman sebagai suami idaman. Semua orang bilang dia begitu mencintaiku dan menjagaku sepenuh hati. Hingga akhirnya aku pergi melakukan pemeriksaan kehamilan. Kakak sepupuku meneleponnya untuk berpamitan sebelum bunuh diri. Tanpa ragu sedikitpun, dia meninggalkan aku yang sedang hamil enam bulan dan pergi menemuinya dengan panik. Ibuku malah memintaku untuk berlapang dada dan ‘meminjamkan’ suamiku pada kakak sepupuku yang sedang depresi. Abangku juga memarahiku, “Kamu bisa tetap tinggal di rumah ini juga karena Susan membelamu! Jadi, apapun yang dia mau, kasih saja padanya!” Aku merasa ini sungguh keterlaluan. Padahal aku adalah keluarga kalian yang sebenarnya, dia hanyalah pencuri yang merebut posisiku. Namun, saat akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan kalian semua, kenapa justru kalian yang menyesalinya?
Kecelakaan dan Penyesalan - Realistis romance & romance
Anonim
Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil. Jantungku robek, dan aku sangat membutuhkan operasi. Namun ibuku yang merupakan direktur rumah sakit justru memanggil semua dokter ke ruang perawatan adikku, untuk melakukan pemeriksaan seluruh tubuh padanya yang hanya mengalami sedikit lecet. Aku memohon pada Ibu untuk menyelamatkanku, tetapi dia malah dengan wajah tak sabar dan membentakku, "Kamu bisa nggak sih pilih waktu kalau mau cari perhatian? Kamu tahu nggak, adikmu hampir saja terluka kena tulang!" Akhirnya, aku mati di sebuah sudut yang tak terlihat seorang pun.
Tamparan Sang Kakak - Realistis romance & romance
Hayley
Saat hendak pergi dari restoran milik adikku, tiba-tiba aku dipanggil oleh manajernya, “Permisi kak, kamu belum bayar.” Melihat wajah asing itu, aku pikir dia karyawan baru yang belum mengenalku. Jadi, aku menjelaskan dengan ramah, “Tagihkan ke bos kalian saja, dia tahu.” Manajer itu pun menatapku dengan jijik, “Kak, restoran kami ini michelin bintang tiga. Kami nggak pernah ada sistem utang seperti itu.” Usai bicara, dia menyerahkan selembar tagihan yang sudah dicetak. Aku menunduk dan melirik, sekali makan harganya satu miliar. Biaya perawatan alat makan yang kinclong, enam puluh juta. Biaya pembersihan udara khusus, seratus juta. Biaya layanan penenang suasana hati tamu VIP, dua ratus juta. Dan banyak biaya aneh lainnya lagi. Aku bahkan tidak tahu adikku membuka bisnis gelap seperti ini. Aku sampai tertawa kesal di tempat, “Aku ini kakaknya Pak Oscar. Kalau ada masalah, suruh dia pulang dan bicarakan denganku.” Namun, dia tetap mengeyel, “Makan saja nggak mampu bayar, masih sok kenal dengan Pak Oscar segala.” Aku langsung mengirim pesan ke sekretaris, [Tolong bilang ke adikku, pecat perempuan ini atau aku tarik investasinya.]
Rupture Jantungku, Tapi Ibu Memilih Menyelamatkan Adikku - Realistis romance & romance
Dreamers
Aku dan adikku mengalami kecelakaan mobil bersama. Aku mengalami rupture jantung dan harus segera dilakukan operasi darurat. Namun, Ibu yang merupakan direktur rumah sakit di sana justru memanggil semua dokter untuk ke kamar adikku demi melakukan pemeriksaan menyeluruh padanya yang sebenarnya hanya mengalami luka ringan. Aku memohon kepada ibu agar menyelamatkanku, tetapi Ibu malah menatapku dengan wajah penuh kekesalan dan membentakku, “Kamu cari perhatian seperti ini tidak bisa lihat waktu, ya? Kamu tahu, adikmu itu hampir patah tulang!” Pada akhirnya, aku mati di sudut rumah sakit tanpa seorang pun menyadarinya. Namun setelah kabar kematianku sampai ke telinganya, Ibu yang paling membenciku itu … justru menjadi gila.
Kebohogan Suamiku Demi Menutupi Aib Keluarganya - Realistis romance & romance
Merissa
Saat suamiku pergi ke toilet, ponselnya berdering. Aku melirik sekilas. Telepon dari adik suamiku, Ruslan. Aku mengernyit, tetapi tetap mengangkatnya. "Kak, uang bulanan 20 juta buat Ayah dan Ibu kok belum ditransfer? Ibu barusan nanya ke aku." Telepon ditutup. Darahku seolah-olah mengalir terbalik. Suamiku berdiri tepat di depan pintu toilet dan tangannya bahkan belum dikeringkan dari air. Aku menarik sudut bibirku. "Gajimu 16 juta, cicilan rumah 6 juta, kasih aku 4 juta, kamu simpan sendiri 2 juta. Kamu bilang kasih orang tuamu 4 juta, kok jadi 20 juta?" Bibirnya bergerak, tetapi tidak ada suara. Wajahnya sangat pucat, sementara tanganku gemetar hebat. Selama lima tahun, aku tak pernah sekali pun melihat kartu banknya. Lalu, apa lagi yang tidak aku ketahui?
Andai Sinar itu Tak Pernah Ada - Realistis romance & romance
Nenas
Hari orang tuaku bercerai, hujan turun deras. Ada dua surat perjanjian di atas meja. Satu untuk ikut bersama ayah yang gila judi dan berutang di wilayah Kota Tua. Satu lagi untuk ikut ibu yang menikah lagi dengan pengusaha kaya ke daerah pesisir. Di kehidupan sebelumnya, adikku menangis tersedu-sedu karena ingin ikut ibu, sementara aku diam-diam mengemas koper untuk mengikuti ayah. Kemudian, ayah berhenti berjudi dan menjadi orang kaya baru karena uang ganti rugi lahan. Dia benar-benar memanjakan aku. Sedangkan adikku justru diabaikan di rumah ayah tirinya dan dilarang keluar rumah, hingga akhirnya dia meninggal karena depresi. Saat mengulang waktu kembali, adikku tiba-tiba merebut rokok dari tangan ayah dan memeluknya erat-erat seolah tidak mau melepaskannya. "Kak, aku kasihan sama ayah. Kamu pergi aja ke sana buat hidup enak, biar aku yang kasih nasib baik ini buat kamu." Ayah terpana sejenak, lalu dengan perasaan lega mengusap kepala adikku. Aku tidak mengatakan apa pun, lalu mengambil tiket kendaraan ke daerah pesisir itu. Tapi, dia tidak tahu kalau di kehidupan sebelumnya ayah bisa berhenti berjudi. Itu karena aku yang menderita tumor otak ini rela bekerja sampai muntah darah demi melunasi utangnya. Pakai nyawaku sendiri baru bisa membuat dia bertobat.
Amarahku Memuncak Ketika Bekal Anakku Dirampas - Realistis romance & romance
Wovie
Tiba-tiba ada seseorang yang menandai aku di grup orang tua murid. [ Papa Reno, aku lihat setiap hari bekal yang kamu bawa untuk anakmu kelihatannya mewah sekali. Mulai besok, bawakan satu porsi juga untuk putriku. ] [ Aku bukan mau minta gratis. Aku bayar 20 ribu per hari. Kalau dihitung sebulan, kamu malah bisa dapat untung lumayan. ] Melihat pesan di layar, aku hanya merasa ini benar-benar tidak masuk akal. Anakku sangat pemilih soal makanan dan juga memiliki alergi yang cukup parah. Semua bahan makanannya aku minta orang membelikannya langsung dari daerah asal lalu dikirim lewat jalur udara. Biaya satu kali makannya saja sudah lebih dari sejuta, sekarang malah ada yang ingin membelinya hanya dengan 20 ribu? Aku langsung membalas di grup. [ Nggak bisa. ] Tak disangka, keesokan harinya anakku pulang dari TK Bilingual Sunshine sambil menangis. Dia bilang kotak bekalnya dirampas oleh teman sekelasnya, bahkan guru kelasnya memarahinya dan mengatakan dia egois. Baguslah. Kalau sudah dihargai tapi masih tidak tahu diri, jangan salahkan aku kalau kali ini aku bertindak tanpa ampun.
Seorang Ibu juga Bisa Durhaka - Realistis romance & romance
Hanafi
Tiga tahun setelah ibu dan ayah bercerai, aku bertemu ibu di Resto Bahari. Dia sedang makan bersama anak perempuannya, tatapannya tampak agak canggung saat melihatku. Sebelum pergi, dia membuka kode QR kontak dan menyodorkannya ke depanku. "Simpan WhatsApp Ibu, nanti Ibu kirim uang. Kamu sama ayahmu makan yang enak, ya." Aku mendorong kembali ponselnya. "Nggak usah, Bu Dita." "Dulu aja Ibu nggak pernah sebaik ini sama aku dan ayah." Wajah ibu mendadak kaku, alisnya bertaut rapat. "Kamu kok sama keras kepalanya kayak ayahmu? Kalau kamu ikut Ibu, kamu nggak bakal sampai jadi pelayan gini." "Kasih tahu ayahmu, kalau dia mau ngaku salah, Ibu bakal bawa kamu hidup enak." Aku menatapnya dingin tanpa bersuara. Apa dia tidak tahu kalau ayah sudah meninggal tiga tahun lalu?
Putri yang Dibuang, Bintang yang Bersinar - Realistis romance & romance
Momo
Pada hari ketika hasil ujian masuk perguruan tinggi diumumkan, aku refleks berteriak ke arah ruang tamu. "Ayah, Ibu, aku dapat tujuh ratus dua puluh poin!" "Aku bisa pergi ke Universitas di Sentara untuk bareng Kakak dan Ardi!" Namun yang menjawabku, tetap saja hanya keheningan. Di atas sofa, duduk empat boneka kecil. Ayah, ibu, kakak, dan, Ardi, sahabat masa kecilku. Mereka menatapku dengan mata bulat, sama seperti pada malam-malam tak terhitung sebelumnya, hanya menemaniku dalam diam. Baru saat itu aku teringat. Setahun lalu, adikku yang bernama Citra jatuh sakit. Mereka berkata, itu karena nilai akademisku yang terlalu bagus dan membuatnya tertekan hingga hampir bunuh diri. Akhirnya, aku menjadi orang yang paling harus disembunyikan dalam keluarga, dan diusir ke rumah sewa ini. Malam pertama setelah pindah, seorang pemabuk dari rumah sebelah salah menggedor pintu. Aku bersembunyi di balik selimut, merasa ketakutan hingga tak berani mengeluarkan suara saat menangis. Aku hanya bisa berulang kali menelepon ayah, ibu, kakak, dan Ardi. Di ujung telepon, yang terdengar hanyalah nada sibuk yang dingin. Menjelang fajar, ibu baru mengirim satu pesan singkat. [Jangan menelepon lagi, Citra akan sedih kalau melihat nomormu.] Sejak saat itu, aku membuat empat boneka kecil yang menyerupai mereka. Mereka menemaniku makan dan tidur. Mendengarkan setiap kemajuan yang kucapai, juga mendengarkan kesedihanku yang tak bisa kuceritakan pada siapa pun. Namun saat air mataku jatuh, aku tidak lagi memeluk boneka-boneka itu. Setelah terlalu lama berjalan sendirian dalam kegelapan, akhirnya aku memiliki keberanian untuk tidak lagi menoleh ke belakang.
Rumah yang Tak Pernah Menyambutku - Realistis romance & romance
Yubo
Setelah menyelesaikan ujian mata pelajaran terakhir, dari kejauhan aku melihat Ibu sudah berdiri mengenakan pakaian terbaiknya. Saat hendak berlari menghampirinya, kakak kembarku, Reina, sudah lebih dulu berlari dan memeluk Ibu. "Sayang, kamu capek, ya?" Ibu mengusap kepala Reina dengan lembut, sementara kakak laki-lakiku, Rafael, menyodorkan jus dingin yang sudah disiapkan dan dengan sigap mengambil tas sekolahnya. Aku hanya berdiri terpaku di tempat, memandangi ibu dan Rafael yang berjalan di sisi kanan dan kiri Reina, seolah melindunginya sambil membawanya masuk ke mobil pribadi. Tepat ketika mobil hendak melaju, Reina tiba-tiba berseru, "Eh, masih kurang satu orang." Aku kira, yang dimaksud adalah aku, jadi aku segera mempercepat langkah menghampiri mereka. Tak kusangka, dia justru melambaikan tangan ke arah belakangku. "Kak Stefan, di sini!" Setelah sahabat masa kecil kami, Stefan Janitra, naik ke mobil, barulah mereka menyadari bahwa aku masih berdiri di samping pintu mobil. "Vinna, kok kamu ada di sini? Bukannya kamu satu tingkat di bawah kakakmu?" Karena kondisi kesehatanku, aku masuk sekolah setahun lebih lambat daripada Reina. Setelah kesehatanku pulih, perhatian mereka sepenuhnya beralih kepadanya. Sampai-sampai mereka tidak tahu bahwa aku sudah melompati satu tingkat.
Rumah Baru Untukku - Realistis romance & romance
Ges
Di Kota Batama, setiap kali ada keluarga yang melahirkan anak perempuan, mereka akan menanam sebatang pohon kamper pada tahun tersebut. Saat putrinya menikah nanti, pohon itu akan ditebang dan dijadikan dua peti besar untuk menampung mas kawin, sebagai simbol doa agar pernikahan mereka langgeng. Setengah bulan sebelum hari pernikahanku dan adik perempuanku, kakak laki-laki kami pulang membawa dua peti yang sudah selesai dibuat. Dia bersusah payah membawanya masuk dan mata adik langsung berbinar gembira. Ibu mengelus rambutnya dengan penuh kasih sayang. “Anak kesayangan Ibu sudah mau menikah saja. Padahal rasanya baru kemarin kamu masih anak kecil yang belum dewasa.” Ayah juga mengerutkan kening, nada bicaranya terdengar tegas. “Kalau dia berani bertindak semena-mena dengan Elis, bakal kuhabisi dia!” Tidak ada satu orang pun yang merasa aneh dengan peti itu. Mataku pun menatap ke belakang Kakak. Kosong, tidak ada apa-apa di sana. Aku pun bertanya, “Kak, di mana punyaku?” Kakak terkejut, seolah-oah baru teringat kalau pernikahanku juga diadakan di hari yang sama. “Saat selesai buat satu untuk Elis, ternyata kayunya kurang. Mau bagaimana lagi, jadi pohon milikmu juga ikut kupakai.” Ibu tampak agak kesal. “Sudahlah, sudah terlanjur terpakai, mau bagaimana lagi? Nanti kamu tinggal beli saja dua tas, nggak perlu pasang muka cemberut begitu, mau dikasih lihat ke siapa?” Aku menatap punggung mereka yang sedang mengerumuni adik, lalu teringat pesan yang pernah disampaikan Ayah dan Ibu pada Kakak sebelumnya. “Peti mas kawin anak perempuan itu harus dibuat dengan sungguh-sungguh, soalnya ini menyangkut kebahagiaan seumur hidupnya.” Ternyata, anak perempuan yang mereka maksud tidak termasuk aku. Jika begitu, aku juga tak membutuhkan mereka lagi.
Kembang Api Menyala, Perselingkuhan Terbongkar - Realistis romance & romance
Fani
Pada Malam Tahun Baru, kembang api yang dinyalakan di desa menerangi separuh langit dengan cahaya merah. Namun, suamiku dan kakak iparku tiba-tiba menghilang bersamaan. Beberapa baris komentar mendadak melayang di depan mataku. [Suaminya bahkan memanfaatkan suara petasan untuk bercinta di tumpukan jerami dan istri sahnya masih sempat melihat kembang api!] [Kakak ipar bahkan sudah melepas jaket tebalnya, dan hanya tersisa pakaian dalam berenda yang langsung menempel di tubuh? Harus diakui, cukup menggoda ….] [Aaaah, seru sekali! Berselingkuh di tumpukan jerami di kampung halaman, cinta terlarang macam apa ini!] Aku berbalik dan berjalan menuju halaman belakang. Benar saja, aku pun mendengar suara manja Dessy. “Pelan-pelan ... aku sudah tidak tahan ....” Peter terdengar begitu tergesa-gesa, suara yang belum pernah kudengar sebelumnya. “Kenapa takut? Suara kembang apinya sangat keras. Sekalipun kamu berteriak hingga serak, tidak akan ada yang mendengar ....” Aku menarik napas dalam-dalam, lalu kembali ke halaman depan dan meninggikan suara. “Adik Sepupu, bukankah kamu ingin mengadakan pesta api unggun? Kebetulan di halaman belakang ada tumpukan jerami.” Bukankah mereka ingin mencari sensasi di bawah cahaya kembang api? Kalau begitu, akan kubuat suasananya semakin panas.
Anak Kandung Selalu Jadi Pilihan Kedua - Realistis romance & romance
Liz
Sejak kecil aku orang yang tidak bisa diajak kompromi, tidak peduli dengan maksud tersembunyi orang lain. Waktu SMP, ada seorang siswi sengaja menyelipkan contekan ke tanganku. "Bantu aku pegang, ada guru datang." Dia pikir aku akan panik dan memasukkan contekan itu ke dalam sakuku. Namun, aku mengangkat tangan. "Bu, barusan dia menyelipkan contekan ke tangan saya." Setelah bekerja, atasan baru mulai mengaudit laporan keuangan. Kak Winda menginjak kakiku di bawah meja sambil berbisik. "Kamu akui saja dulu. Lagipula, kamu karyawan baru, bos nggak mungkin kasih hukuman berat." Aku mengangguk, lalu berdiri sambil menatap Bos. "Yang menerima suap adalah Kak Winda." "Dia bilang karyawan baru nggak mungkin dikasih hukuman berat." "Bos, Anda juga baru di sini, bagaimana kalau Anda yang mengaku untuknya?" Sejak itu, tidak ada satu pun teman kantor yang berani membisikkan sesuatu padaku. Sampai akhirnya orang kandungku mengajakku tinggal di rumah, lalu mengadakan pesta penyambutan untukku. Tanpa memedulikan namaku di meja, Mirna duduk di antara ayah dan ibuku. Dia merangkul lengan ibuku, lalu tersenyum padaku. "Kakak, ini tempat dudukku selama 21 tahun, kamu nggak keberatan, 'kan?" Semua orang menunggu aku mengalah dan pindah duduk di samping. Aku bertanya kepada Mirna dengan serius. "Kenapa kamu menganggap aku akan keberatan?" "Apa karena ini adalah tempat duduk putri di rumah ini?" Mirna cemberut, tanpa mengatakan apa pun. Aku bertanya lagi. "Kalau ini adalah tempat duduk putri di rumah ini..." "Kamu sudah duduk di sini selama 21 tahun, bukankah seharusnya sekarang kamu kembalikan padaku?"
ANTERIOR
12
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status